M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Seberapa Lama Anak Kucing Menyusu ke Induknya?

Seberapa Lama Anak Kucing Menyusu ke Induknya?
Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Kucing merupakan hewan mamalia yang artinya induk menyusui anaknya. Begitu induk kucing melahirkan, anak-anak kucing harus langsung menerima susu pertama yang dihasilkan oleh induk kucing. Penyusuan pertama ini berlangsung selama 12 sampai 24 jam.

Susu ini memiliki nutrisi penting yang disebut colostrum, agar anak kucing yang baru lahir dapat tumbuh dengan baik dan sehat. Dilansir dari proplan.co.id, colostrum adalah nutrisi yag mengandung antibodi. Setelah 3 hari, air susu mulai mengandung banyak kalori, tetapi tidak untuk colostrum. Kalori ini berfungsi untuk memberikan tenaga pada anak kucing karena mereka membutuhkan banyak energi.

Baca Juga: Aturan dalam Mengebiri Hewan Peliharaan

Pada masa-masa bayi, kucing akan menyusu setiap 1-2 jam sekali dan setiap menyusu kucing menghabiskan waktu 3-5 menit.

Anak kucing menyusu ke induknya sampai umur 4 minggu atau 1 bulan. Induk kucing biasanya akan membatasi pemberian susu menginjak usia 25-30 hari. Pada masa inilah anak kucing mulai disapih.

Proses penyapihan ini memiliki beberapa alasan bagi induk kucing. Dilansir dari goldenmaze.net, ada 3 alasan kenapa induk kucing menyapih anaknya. Pertama, air susu kucing sudah mulai mengering, anak kucing sudah memiliki gigi dan kuku yang tajam, dan induk kucing ingin melatih anaknya mencari makan.

Baca Juga: Kucing Ternyata Hanya Bisa Hidup Sampai 20 Tahun

Namun, anak kucing akan mengurangi menyusu ke induknya saat usia 4-5 minggu. Di masa ini, anak kucing mulai belajar makan makanan kucing yang lunak atau makanan yang dicairkan oleh pemilik mereka. Meskipun mulai proses penyapihan, anak kucing harus tetap bersama induk mereka karena induk akan lebih tahu apa yang harus dilakukan.

Hingga diumur 8-12 minggu, mereka berhenti menyusu sama sekali. Artinya, mereka harus mendapatkan gizi dan nutrisi yang berasal dari makanan yang mereka makan. Sebagai pemilik, Anda dapat memberikan makanan basah atau kering khusus kitten (anak kucing).

Selanjutnya: Rekomendasi Merek Makanan Kucing yang Bagus dan Ramah di Kantong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​