MOMSMONEY.ID - Faktor genetika berperan besar dalam penyakit asam urat. Namun, ada faktor lain yang bisa dapat meningkatkan risikonya seperti pola makan tidak sehat dan berat badan Anda.
Dr. Stella Bard, dokter reumatologi menjelaskan bahwa asam urat adalah bentuk radang sendi yang menyerang persendian, seringkali jempol kaki. Kondisi ini terjadi ketika produk sampingan limbah yang dikenal sebagai asam urat menumpuk di dalam tubuh.
Hal ini disebabkan oleh produksi asam urat yang berlebihan atau ketidakmampuan untuk mengeluarkannya melalui urin.
Baca Juga: Daging Sapi Pemicu Asam Urat lo, Waspada Komplikasi yang Mengintai Tubuh Anda
Faktor risiko penyebab kadar asam urat tinggi
Dilansir dari Verywellhealth.com, faktor keturunan dan gaya hidup tertentu dapat meningkatkan risiko asam urat tinggi:
- Genetika: Orang dengan riwayat keluarga penyakit asam urat lebih mungkin mengalami kondisi ini. Orang dengan perubahan pada gen tertentu seperti gen ABCG2 dan SLC2A9 memiliki risiko asam urat yang lebih tinggi.
- Obesitas: Berat badan yang berlebih bisa meningkatkan kadar asam urat. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik dan kondisi kesehatan kronis lainnya.
- Hormon: Pria lebih mungkin memiliki kadar asam urat tinggi. Hormon estrogen yang lebih banyak dimiliki wanita dapat memberikan efek perlindungan.
- Kondisi kesehatan tertentu: Penyakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, dan sindrom metabolik dikaitkan dengan peningkatan risiko asam urat.
- Diet: Makanan tinggi purin dan sirup jagung fruktosa tinggi dapat memperburuk gejala asam urat.
- Alkohol: Konsumsi alkohol dikaitkan dengan peningkatan risiko asam urat.
- Obat-obatan: Obat-obatan tertentu seperti diuretik, aspirin dosis rendah, imunosupresan, dan obat kemoterapi, dapat meningkatkan kadar asam urat.
Bisakah penurunan berat badan membantu mengatasi asam urat?
American College of Rheumatology merekomendasikan agar penderita asam urat yang obesitas menurunkan berat badannya untuk membantu mengelola kondisi tersebut. Orang yang BMI-nya menurun 5% memiliki peluang kambuh asam urat 39% lebih rendah.
Sementara, orang yang BMI-nya meningkat 5% memiliki peningkatan risiko 60%. Penurunan berat badan sebesar 3,5 kg atau lebih bisa membantu mengurangi serangan asam urat.
Cara menurunkan berat badan dengan aman
Jika ingin menurunkan berat badan untuk membantu mengelola gejala asam urat, penting untuk melakukannya dengan cara yang aman dan sehat. Sebaiknya hindari diet yang menyebabkan masalah kesehatan mental, kekurangan nutrisi dan masalah metabolisme.
Untuk penurunan berat badan yang berkelanjutan, cobalah untuk mengadopsi kebiasaan yang sehat:
- Mengurangi konsumsi makanan olahan.
- Lebih sering memasak di rumah daripada makan di luar.
- Mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah.
- Menjadikan air putih sebagai minuman utama.
- Mendapatkan tidur malam yang cukup.
- Mengurangi stres.
Tidur yang cukup dan melakukan yang terbaik untuk mengelola stres juga penting untuk kesehatan yang menyeluruh dan dapat mendukung penurunan berat badan.
Cara lain untuk mengelola gejala asam urat
Meski menurunkan berat badan dapat membantu mengatasi gejala asam urat, ada kiat lain yang dapat diikuti untuk mengelola kondisi ini:
- Batasi makanan tinggi purin: Makanan tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat. Secara khusus, daging merah olahan, jeroan dan seafood dikaitkan dengan asam urat.
- Batasi makanan tinggi fruktosa: Minuman manis dan makanan lain yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa dapat memperburuk gejala asam urat.
- Batasi atau hindari alkohol: Penderita asam urat harus membatasi atau menghindari alkohol.
- Jaga hidrasi yang cukup: Minumlah air putih setidaknya 2 liter per hari. Kekurangan cairan menyebabkan kristal asam urat mengendap dari larutan di persendian.
- Kelola kondisi kronis lainnya: Kondisi kronis lain seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, dan diabetes yang dapat memperburuk gejala asam urat.
Baca Juga: Tips Makan Daging Kurban agar Asam Urat Tetap Aman: Cek Cara Olah Dagingnya!
Demikian cara menurunkan berat badan yang aman untuk pasien asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News