MOMSMONEY.ID - Yuk, cek cara sederhana menata rumah kecil agar terasa lebih luas, rapi, dan nyaman dengan prinsip prioritas barang ala ahli.
Tinggal di rumah kecil bukan berarti harus berdamai dengan rasa sempit dan sumpek setiap hari. Banyak orang dewasa kini memilih hunian minimalis karena praktis, tetapi justru kewalahan saat barang mulai menumpuk.
Padahal, rasa luas pada rumah tidak selalu ditentukan oleh ukuran bangunan, melainkan oleh cara mengatur dan memilih isi di dalamnya.
Mengutip dari House Beautiful, para penata profesional sepakat bahwa kerapian adalah kunci utama agar rumah kecil tetap terasa lega.
“Di ruang yang terbatas, setiap barang harus benar benar punya alasan kuat untuk ada, karena ketenangan pikiran sama pentingnya dengan fungsi,” ujar Sara Bereika, penata organisasi profesional bersertifikat.
Baca Juga: Lampu Rias 3 Bohlam? Ternyata Bikin Wajah Kamar Mandi Tampak Buruk
Prinsip prioritas barang sebagai kunci rumah terasa lapang
Salah satu kesalahan paling umum saat menata rumah kecil adalah menyimpan terlalu banyak barang tanpa pertimbangan. Prinsip prioritas barang membantu penghuni rumah menilai ulang apa yang benar benar dibutuhkan.
Setiap benda seharusnya memiliki fungsi jelas atau nilai emosional yang kuat. Dengan cara ini, rumah tidak hanya terlihat lebih luas, tetapi juga terasa lebih ringan secara mental.
Menentukan batasan agar rumah tidak terasa sesak
Rumah kecil secara alami memiliki keterbatasan ruang, namun sering kali batas ini diabaikan. Tanpa aturan yang jelas, barang akan terus bertambah dan membuat ruangan terasa menekan.
Menentukan batas berarti berani memilih mana yang layak disimpan dan mana yang perlu dilepaskan. Ketika batas ini dijaga, rumah berubah menjadi tempat istirahat yang menenangkan, bukan sumber stres.
Teknik skala kepentingan untuk memilah barang
Bagi yang sulit mengambil keputusan, metode skala kepentingan bisa menjadi solusi praktis. Setiap barang dinilai dari angka 1 hingga 5 berdasarkan seberapa penting perannya dalam kehidupan sehari hari.
Nilai rendah menandakan barang jarang digunakan atau tidak lagi relevan, sementara nilai tinggi menunjukkan fungsi atau makna yang kuat. Teknik ini membantu proses memilah barang menjadi lebih rasional dan minim drama emosional.
Mengurangi dekorasi agar ruangan terlihat lega
Dekorasi memang memperindah rumah, tetapi terlalu banyak ornamen justru membuat ruangan terasa sempit. Para ahli tata ruang menyarankan untuk memilih dekorasi yang benar benar disukai atau memiliki fungsi visual yang kuat.
Dengan jumlah dekorasi yang lebih terkontrol, mata lebih mudah bergerak dan ruangan terasa lebih luas. Rumah kecil pun tetap punya karakter tanpa terlihat penuh.
Baca Juga: Sandaran Kepala? Ternyata Ini Kunci Rumah Anda Berkelas Ala Hotel
Menjaga permukaan tetap bersih dan rapi
Permukaan seperti meja, dapur, dan lantai sangat berpengaruh pada kesan luas sebuah ruangan. Saat permukaan dipenuhi barang, rumah akan terlihat sempit meski sebenarnya tertata.
Sebaliknya, permukaan yang bersih memberi ruang bernapas dan menciptakan suasana lebih tenang. Kebiasaan sederhana ini juga memudahkan aktivitas sehari hari dan perawatan rumah jangka panjang.
Rumah kecil bisa terasa luas, nyaman, dan menenangkan jika ditata dengan pendekatan yang tepat. Memprioritaskan barang penting, menetapkan batasan, mengurangi dekorasi berlebih, dan menjaga permukaan tetap rapi, kualitas hidup di dalam rumah meningkat secara signifikan.
Prinsip ini tidak hanya relevan untuk hunian minimalis, tetapi juga untuk siapa saja yang ingin hidup lebih teratur. Pada akhirnya, rumah yang ideal bukan soal ukuran, melainkan tentang bagaimana ruang tersebut mendukung ketenangan dan keseharian penghuninya.
Selanjutnya: Cicilan Aman Meski Gaji Telat? Begini Cara Kerja Grace Period
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News