MOMSMONEY.ID - Ada makanan yang rasanya selalu mengingatkan kita pada rumah. Bukan karena bahan-bahannya mahal atau cara memasaknya rumit, melainkan karena ada kenangan bersama keluarga di setiap suapannya.
Cerita seperti inilah yang dibawa sejumlah peserta Kompetisi Cinta Warisan Indonesia dalam acara yang digelar McDonald's Indonesia di Cibubur, Rabu (28/10).
Mereka datang membawa beragam resep saus dan sambal khas Nusantara. Namun, di balik setiap racikan, tersimpan kisah tentang ibu, nenek, ayah, hingga orang-orang tersayang yang menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
Dari 20 resep warisan keluarga yang terpilih sebagai finalis, beberapa di antaranya memiliki cerita yang menarik untuk dikenali.
Pacri nanas Melayu, resep ibu yang selalu dirindukan
Salah satu cerita datang dari Nabilah, peserta asal Pulau Bintan, Kepulauan Riau, yang memperkenalkan pacri nanas khas Melayu.
Hidangan berbahan dasar nanas ini dikenal sebagai bagian dari kekayaan kuliner Melayu. Dalam kompetisi tersebut, Nabilah membawa resep yang diwariskan oleh ibunya.
Baca Juga: 20 Resep Keluarga Bersaing Menjadi Inspirasi Menu McDonald's 2027
Bagi Nabilah, pacri nanas bukan hanya hidangan keluarga. Ada kenangan dan kasih sayang yang membuatnya begitu berarti.
“Ini resep dari mama saya. Ini bukan sekadar hidangan yang bikin rindu, tapi ini wujud kasih sayang seorang ibu,” ungkap Nabilah saat memperkenalkan resepnya dalam press conference Kompetisi Cinta Warisan Indonesia yang digelar McDonald's Indonesia di Cibubur, Rabu (28/10).
Cerita Nabilah memperlihatkan bagaimana sebuah hidangan dapat menjadi pengingat hubungan antara ibu dan anak.
Saus paniki Ternate, warisan resep sejak 1902
Tidak hanya menghadirkan cerita tentang orang tua, ada pula peserta yang membawa resep dengan sejarah keluarga panjang.
Salah satunya Henry, peserta asal Tangerang Selatan, yang memperkenalkan saus paniki khas Ternate. Saat memperkenalkan hidangannya, Henry menyebut resep tersebut telah diwariskan sejak 1902.
Menariknya, Henry juga menghubungkan resep itu dengan kebiasaannya memasak untuk sang istri di rumah.
Baca Juga: Bikin Sambal dan Saus Makin Enak, Begini Tips Menyeimbangkan Rasanya
“Saus ini adalah warisan resep sejak tahun 1902. Saya bawa ke sini karena saya biasa membuatnya untuk istri saya di rumah. Dan saya ingin semua orang mencoba saus saya,” tuturnya.
Bagi Henry, resep tersebut bukan hanya peninggalan keluarga yang perlu dijaga. Ia juga ingin memperkenalkan cita rasanya kepada lebih banyak orang.
Kisah ini menunjukkan bahwa resep warisan dapat terus memiliki tempat dalam kehidupan keluarga, bahkan setelah melewati beberapa generasi.
Beragam cita rasa nusantara dari dapur keluarga
Selain kedua hidangan tersebut, para finalis juga memperkenalkan beragam racikan lain, mulai dari saus bumbu hitam khas Madura, sambal dabu-dabu khas Manado, hingga saus bistik khas Solo.
Setiap hidangan memiliki karakter tersendiri sekaligus memperlihatkan beragamnya tradisi memasak di Indonesia.
Dalam kompetisi ini, resep-resep tersebut akan dicoba untuk dipadukan dengan Ayam Krispy McD. Perpaduan itu menjadi tantangan tersendiri karena setiap saus dan sambal memiliki karakter rasa berbeda.
Chef Yulita Intan Sari atau yang akrab dipanggil Mama Lita, salah satu juri kompetisi ini mengatakan, bahwa cerita di balik resep menjadi perhatian dalam proses seleksi. “Jadi di sini kita juga perhatiin story-story di balik resep itu,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Cuma Lihat Airnya Jernih, Ini Tips Cek Kualitas Air Minum Galon
Melalui berbagai cerita tersebut, terlihat bahwa makanan tidak selalu berhenti pada urusan rasa. Hal ini juga bisa menjadi pengingat bagi keluarga untuk mulai menjaga resep-resep yang selama ini hanya diwariskan melalui kebiasaan memasak.
Karena ketika resep-resep itu kembali dimasak serta diperkenalkan kepada generasi berikutnya, cerita di baliknya pun memiliki kesempatan untuk tetap dikenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News