M O M S M O N E Y I D
HOME, AturUang

Pilih DPLK Bank atau Perusahaan Asuransi untuk Dana Pensiun? Simak Saran Ini

Pilih DPLK Bank atau Perusahaan Asuransi untuk Dana Pensiun? Simak Saran Ini
Reporter: Dikky Setiawan  |  Editor: Dikky Setiawan


MOMSMONEY.ID -Sejak pemberlakuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun, di negeri ini hanya ada dua jenis program dana pensiun: dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) dan dana pensiun pemberi kerja (DPPK).

DPPK merupakan program dana pensiun yang dikelola lembaga yang dibuat oleh perusahaan guna mengelola dana pensiun para pekerjanya. 

Karenanya, peserta DPPK hanya terbatas pada mereka yang memiliki atau terikat hubungan kerja dengan perusahaan yang membuat DPPK. Sedangkan DPLK merupakan dana pensiun yang dikelola oleh dua lembaga, yaitu bank dan perusahan asuransi Jiwa. 

Baca Juga: Tingkat partisipasi masyarakat di dana pensiun di Indonesia masih rendah

DPLK memiliki fungsi yang lebih luas dibanding DPPK. Yakni, seluruh masyakarat, baik perorangan maupun kelompok, dapat menjadi peserta DPLK. Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1992, ada tiga unsur yang terlibat dalam program pensiun melalui DPLK. 

Pertama, peserta, yang menyetorkan iuran dan menikmati pensiun. Kedua, DPLK, yang menyelenggarakan program pensiun. Ketiga, perusahaan asuransi jiwa, yang menyediakan fasilitas anuitas sebagai manfaat pensiun yang diberikan berkala kepada peserta. 

Jadi, mana yang lebih baik menjadi peserta program DPLK bank atau perusahaan asuransi? 

Baca Juga: OJK sahkan pembentukan Dapen BI Iuran Pasti

"Kalau tujuan untuk pensiun, fokusnya adalah ketika pensiun harus ada sejumlah dana. Jadi, kita harus mengejar target dana pensiun yang akan jatuh tempo puluhan tahun mendatang," kata Mike Rini, perencana keuangan dari MRE Financial & Business Advisory. 

Nah, jika demikian, lanjut Mike, yang kita butuhkan bukanlah mencari proteksi, melainkan tabungan untuk hari tua. 

"Asuransi hanya perlu untuk mengkaver selama masa produktif seseorang atau punya penghasilan," kata dia. 

Namun, kedua lembaga itu sama-sama memberikan program pensiun. Jadi, tidak ada perbedaannya. Yang perlu diperhatikan adalah kemudahan berinvestasi.

Selanjutnya: Perlukah Ikut Program Dana Pensiun di Luar Kantor? Ini Jawabannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun

Ada beberapa rekomendasi menu diet untuk sarapan agar berat badan turun. Yuk, intip selengkapnya di sini!  

ROMAN Luncurkan 11 Koleksi Granit Premium Xtra 100x100 cm, Ada Tiga Special Effect

​ROMAN meluncurkan 11 koleksi granit premium terbaru seri Xtra berukuran 100x100 cm, ada tiga spesial effect

Ada Diskon 20% hingga Rp1 Juta, Ini Promo Indodana di Planet Sports Run

Indodana PayLater menghadirkan sejumlah promo untuk peserta Planet Sports Run 2026, mulai dari cicilan 0% hingga diskon hingga Rp1 juta.​  

10 Cara Bikin Berat Badan Bertambah yang Efektif dalam Seminggu

Ternyata begini, lho, cara bikin berat badan bertambah yang efektif dalam seminggu. Mau coba?             

Bukan Nggak Ngemil! Ini 10 Snack untuk Diet yang Rendah Kalori Wajib Coba

Ada beberapa rekomendasi snack untuk diet yang rendah kalori, lho. Yuk, intip selengkapnya di sini!   

7 Tips Diet agar Berat Badan Turun Cepat secara Alami

Yuk, ketahui beberapa tips diet agar berat badan turun cepat secara alami berikut ini! Apa saja ya?   

5 Fitur Aplikasi Lark Untuk Efisiensikan Kinerja Perusahaan

5 cara aplikasi Lark mendorong kinerja perusahaan lebih cerdas dan produktif di era digital, tidak lagi pindah-pindah aplikasi. 

15 Makanan Diet yang Mengenyangkan untuk Menggantikan Nasi

Apa saja makanan diet yang mengenyangkan untuk menggantikan nasi, ya? Intip daftarnya di sini, yuk! 

13 Makanan Rendah Kalori yang Bagus Dikonsumsi saat Diet

Mari intip beberapa makanan rendah kalori yang bagus dikonsumsi saat diet berikut ini. Apa saja, ya?

12 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari jika Ingin Berat Badan Turun

Intip sejumlah makanan dan minuman yang harus dihindari jika ingin berat badan turun. Apa sajakah itu?