M O M S M O N E Y I D
Santai

Peringatan Dini Cuaca Besok (13/4) Hujan Lebat, Status Waspada di Provinsi Ini

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu (13/4) berbasis dampak hujan lebat dengan kategori Waspada bencana di sejumlah provinsi di Indonesia.

"Waspada terhadap bencana hidrometeorologi dampak dari potensi hujan lebat," tulis BMKG dalam akun Instagram resminya, dikutip Jumat (12/4).

Informasi saja, bencana hidrometeorologi akibat dampak hujan lebat, seperti banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, ada sejumlah provinsi terdampak di Indonesia pada Sabtu (13/4) yang berada dalam kategori Waspada bencana.

Baca Juga: Cuaca Besok di Bali Mayoritas Cerah Berawan, Hanya 2 Wilayah Ini Berpotensi Hujan

Provinsi yang berpotensi mengalami hujan lebat dengan kategori Waspada bencana hidrometeorologi:

  • Sumatra Utara
  • Sumatra Selatan
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Barat
  • Papua Barat
  • Papua

Baca Juga: Pacitan Diguyur Hujan Sedang, Begini Ramalan Cuaca Besok di Wilayah Lain Jawa Timur

Lalu, kabupaten dan kota yang berpotensi mengalami hujan lebat dengan kategori Waspada bencana hidrometeorologi antara lain:

  • Mandailing Natal
  • Tapanuli Selatan
  • Kota Palembang
  • Muara Enim
  • Lebak
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Tangerang
  • Kota Bogor
  • Kota Depok
  • Bandung Barat
  • Indramayu
  • Semarang
  • Wonosobo
  • Magelang
  • Kota Yogyakarta
  • Gunungkidul
  • Kota Blitar
  • Sidoarjo
  • Jember
  • Kubu Raya
  • Mempawah
  • Kotawaringin Barat
  • Lamandau
  • Kota Banjarmasin
  • Kota Banjar Baru
  • Poso
  • Morowali Utara
  • Luwu 
  • Tana Toraja
  • Manokwari
  • Teluk Bintuni
  • Merauke
  • Asmat

Peringatan dini cuaca besok hujan lebat dengan kategori Waspada bencana tersebut berlaku mulai Sabtu, 13 April 2024 pukul 07.00 hingga Minggu, 14 April 2024 pukul 07.00.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Katalog Promo Burger Bangor September, Paket Combo Lezat Mulai 30 Ribuan

Manfaatkan promo Burger Bangor bulan September 2026 dan nikmati beragam pilihan bundling favorit Anda dengan harga super hemat.

Camilan Diet Enak! Ini 5 Manfaat Kacang Pistachio untuk Menurunkan Berat Badan

Manfaat kacang pistachio tak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga efektif mendukung program penurunan berat badan sebagai camilan bernutrisi.

Sebelum Tiba, Persiapkan 5 Hal Ini Jelang Musim Hujan biar Rumah Tidak Kebanjiran

Berikut ini beberapa cara untuk mencegah rumah kebanjiran air hujan meluap yang terjadi jelang musim hujan tiba.​

7 Makanan untuk Penderita DBD yang Ampuh Naikkan Trombosit dan Imunitas

Pemilihan makanan untuk penderita DBD yang tepat sangat penting untuk menaikkan kadar trombosit dan mempercepat pemulihan. Ini daftar makanannya.

Bukan Cuma Roll-On, Kenali Jenis-Jenis Deodoran dan Fungsinya di Sini

Dalam perkembangannya ada banyak jenis deodoran yang bisa dijadikan pilihan. Berikut beberapa jenis deodoran beserta fungsinya.

4 Zodiak Paling Dominan yang Terkenal Berani dan Berkarisma, Siapa Nomor 1?

Beberapa zodiak secara alami terlahir dengan aura kepemimpinan yang kuat. Berikut adalah 4 zodiak paling dominan dalam berbagai aspek kehidupan.

5 Manfaat Pakai Hand Cream, Losion Khusus untuk Perawatan Tangan

Banyak yang belum mengetahui bahwa hand cream punya beragam manfaat saat digunakan rutin, cari tahu di sini.

Cek Kesehatan untuk Pasien Gula Darah Tinggi: Hasil Tes Bantu Cegah Komplikasi

Hasil HbA1c tinggi sering tanpa gejala awal. Jangan lupa cek kesehatan untuk mencegah risiko komplikasi yang fatal.

4 Tanda Kulit Wajah Butuh Peeling, Kulit Terasa Kasar hingga Komedoan

Ada setidaknya 4 tanda kulit wajah butuh peeling. Wajib tahu, berikut penjelasannya yang tidak boleh Anda lewatkan.

Harga Laptop Diproyeksi Melonjak 40%: Efek Dominasi Pusat Data AI

Harga laptop mainstream diperkirakan melonjak hingga 40%. Cari tahu pemicu utama di balik lonjakan biaya komponen vital ini.​