M O M S M O N E Y I D
Bugar

Perbedaan Stroke Hemoragik dan Iskemik, Apa Saja?

Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Pernahkah Anda mendengar tentang stroke hemoragik dan iskemik? Apa saja perbedaan stroke hemoragik dan iskemik? Yuk, cari tahu selengkapnya di sini.

Stroke merupakan salah satu penyakit pembunuh terbesar di dunia yang terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terhambat atau berkurang secara mendadak dan menyebabkan kematian sel-sel otak.

Stroke dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik, yang masing-masing memiliki penyebab, gejala, dan metode pengobatan yang berbeda.

Memahami perbedaan antara kedua jenis stroke ini penting untuk penanganan dan pencegahan yang efektif. Di bawah ini akan diuraikan perbedaan antara stroke hemoragik dan iskemik, bersumber dari Healthline.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Pertolongan Pertama Saat Seseorang Terkena Stroke

Stroke iskemik

Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak terblokir, biasanya oleh gumpalan darah. Ini merupakan jenis stroke yang paling umum dan menyumbang sekitar 87% dari semua kasus stroke. Ada dua subjenis utama stroke iskemik: trombotik dan embolik.

Stroke trombotik terjadi ketika gumpalan darah (trombus) terbentuk di salah satu arteri yang menyuplai darah ke otak. Sementara stroke embolik terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di bagian tubuh lain dan bergerak melalui aliran darah ke otak.

Stroke hemoragik

Stroke hemoragik lebih jarang terjadi tetapi jauh lebih serius karena melibatkan perdarahan di dalam atau sekitar otak. Ini bisa terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah yang kemudian menyebabkan perdarahan yang merusak sel-sel otak.

Stroke hemoragik dapat dibagi menjadi dua kategori: perdarahan intraserebral, ketika pembuluh darah di dalam otak pecah dan menyebabkan perdarahan langsung di jaringan otak. 

Dan, perdarahan subarachnoid, ketika perdarahan terjadi di ruang antara otak dan jaringan tipis yang mengelilinginya.

Baca Juga: Gejala Stroke pada Pria dan Wanita, Jadi Sulit Berbicara

Perbedaan stroke hemoragik dan iskemik

  • Penyebab: Stroke iskemik disebabkan oleh obstruksi aliran darah, sedangkan stroke hemoragik disebabkan oleh perdarahan.
  • Prevalensi: Stroke iskemik lebih umum daripada stroke hemoragik.
  • Mekanisme kerusakan: Dalam stroke iskemik, kerusakan terjadi karena kekurangan oksigen dan nutrisi ke otak. Pada stroke hemoragik, kerusakan juga disebabkan oleh tekanan dari perdarahan yang dapat merusak atau merobek jaringan otak.
  • Gejala: Meskipun banyak gejala stroke iskemik dan hemoragik yang serupa, stroke hemoragik sering kali lebih parah dan mendadak, sering disertai dengan sakit kepala yang sangat parah.
  • Pengobatan: Pengobatan untuk stroke iskemik sering melibatkan obat-obatan untuk membantu melarutkan gumpalan darah dan mencegah gumpalan baru. Sedangkan pengobatan stroke hemoragik mungkin memerlukan operasi untuk menghentikan perdarahan.
  • Risiko dan faktor pemicu: Faktor risiko untuk kedua jenis stroke mencakup hipertensi, merokok, diabetes, dan obesitas. Namun, penggunaan obat pengencer darah dan kondisi tertentu seperti aneurisma dapat meningkatkan risiko stroke hemoragik.

Baca Juga: Kurangi Risiko Stroke, Ini 5 Manfaat Makan Ikan Secara Rutin bagi Kesehatan

Pentingnya deteksi dini dan pencegahan

Deteksi dini dan penanganan yang tepat waktu sangat penting untuk kedua jenis stroke. Pencegahan melibatkan mengelola faktor risiko yang dapat dikontrol, seperti diet, olahraga, dan menghindari merokok.

Untuk stroke iskemik, penggunaan obat antiplatelet atau antikoagulan dapat efektif. Sementara untuk stroke hemoragik, mengontrol tekanan darah dan menghindari penggunaan obat pengencer darah tanpa pengawasan medis adalah kunci.

Mengenali perbedaan stroke hemoragik dan iskemik tidak hanya penting bagi profesional medis tetapi juga bagi masyarakat.

Pengenalan ini berguna untuk memahami bagaimana faktor risiko tertentu dapat berkontribusi terhadap jenis stroke tertentu dan apa langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Besok Kamis 14 Mei 2026, Aries Panen Hasil hingga Pisces Emosional

Cek ramalan zodiak lengkap besok Kamis 14 Mei 2026, mulai Aries hingga Pisces soal cinta, karier, keuangan, dan kesehatan.​

Jaga Kualitas Udara Rumah, Ini Solusi Azko untuk Kesehatan Keluarga

Azko luncurkan Norium, air purifier unik dengan lampu LED dan fitur sterilizer. Teknologi ion plasma yang menjaga udara higienis.

Jangan Asal Praktis, Herbalife Ingatkan Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang

​Herbalife kembali mengingatkan pentingnya sarapan sehat sebagai langkah sederhana untuk menjaga energi dan produktivitas sehari-hari.

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai

Kenikmatan mie instan bisa berujung bahaya. Berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

Prakiraan Cuaca Besok (14/5) dan Lusa di DKI Jakarta, Hujan Turun di Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cerah, sedangkan lusa akan didominasi hujan ringan.

Musim Pancaroba Bikin Tubuh Rentan Sakit, Ini Tips Jaga Imun dari Dokter

Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.​ Simak tips menjaga imun dari dokter berikut ini!

Reli Pasar Terjegal, Ini Kripto yang Bertahan di 5 Kripto Top Gainers

Di pasar yang sedang terkoreksi, Injective (INJ) justru menanjak 21% dan menduduki puncak kripto top gainers 24 jam terakhir.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (14/5), Hampir Semua Kota Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok, Kamis (14/5), hampir merata berawan dan sebagian  udara kabur.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Kamis (14/5), Berawan hingga Hujan Ringan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah besok, Kamis (14/5), didominasi berawan dan sebagian wilayah hujan.

IHSG Tumbang Hampir 2% Pasca-Review MSCI, Investor Disarankan Lakukan Ini

Penghapusan sejumlah saham dari indeks MSCI lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan kerusakan fundamental.