MOMSMONEY.ID - Jangan tertipu! Biaya provisi dan administrasi bisa menguras dana pinjaman. Temukan perbedaan dan tips bijak dalam pengambilan keputusan kredit.
Saat mengajukan kredit di bank, banyak orang masih bingung membedakan biaya provisi dan biaya administrasi yang sama-sama dipotong dari pencairan dana, padahal keduanya memiliki fungsi berbeda yang bisa memengaruhi jumlah uang bersih yang diterima.
Menurut pakar keuangan yang dikutip dari laman OCBC, “Kesalahan memahami biaya provisi dan administrasi bisa membuat peminjam kaget karena dana yang cair jauh lebih kecil dari ekspektasi.”
Hal ini wajar terjadi karena masyarakat umumnya hanya fokus pada bunga, tanpa memperhitungkan biaya tambahan lain yang menyertai pinjaman.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 30 Agustus 2025: Keuangan & Karier Leo Paling Beruntung
Biaya provisi sendiri merupakan imbalan yang dibebankan di awal pencairan kredit, sedangkan administrasi terkait dengan layanan pengurusan dokumen.
Jika tidak dicermati sejak awal, kedua biaya ini bisa menimbulkan beban finansial tambahan yang cukup terasa.
Oleh karena itu, memahami perbedaan biaya provisi dan administrasi sangat penting agar Moms bisa lebih cermat sebelum menandatangani akad kredit.
Berikut ulasan lengkap mengenai 5 perbedaan utama yang perlu diperhatikan.
Beda fungsi biaya provisi dan administrasi
Biaya provisi berperan sebagai kompensasi atas persetujuan serta pencairan kredit yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan. Sederhananya, biaya ini adalah bentuk “tiket masuk” sebelum uang pinjaman benar-benar bisa dipakai oleh nasabah.
Sementara itu, biaya administrasi lebih diarahkan untuk menutup kebutuhan teknis pengajuan, seperti pengecekan dokumen, verifikasi data pribadi, hingga pengelolaan berkas pinjaman.
Fungsi ini membuat biaya administrasi kerap dianggap sebagai ongkos pengurusan layanan, bukan imbalan pencairan dana.
Dari sisi tujuan, provisi cenderung lebih berdampak besar karena berkaitan langsung dengan nominal kredit yang diterima, sedangkan administrasi lebih bersifat teknis dan biasanya tidak terlalu membebani.
Beda cara perhitungan biaya provisi dan administrasi
Biaya provisi umumnya dihitung berdasarkan persentase dari jumlah pinjaman yang diajukan. Besarannya berkisar antara 0,5% hingga 1% dari total kredit, sehingga semakin besar pinjaman, semakin tinggi biaya provisi yang dipotong.
Misalnya, pinjaman Rp100 juta dengan provisi 1% akan langsung terpotong Rp1 juta.
Berbeda dengan itu, biaya administrasi memiliki nominal tetap dan tidak bergantung pada nilai pinjaman. Bank bisa saja menetapkan biaya Rp150 ribu atau Rp300 ribu sesuai kebijakan dan jenis kredit yang diajukan.
Dengan perhitungan ini, jelas terlihat bahwa provisi lebih fleksibel karena mengikuti skala pinjaman, sedangkan administrasi lebih sederhana dan mudah diprediksi sejak awal.
Baca Juga: Ramalan 12 Zodiak Keuangan & Karier Hari Ini Jumat 29 Agustus 2025
Waktu pembayaran sama tapi konteks berbeda
Baik provisi maupun administrasi sama-sama dipotong dari dana pinjaman ketika dicairkan, sehingga peminjam tidak menerima jumlah utuh seperti yang disetujui di akad.
Namun konteksnya berbeda, karena biaya provisi dipandang sebagai syarat awal sebelum dana cair, sementara administrasi dianggap sebagai layanan teknis yang menyertai pengajuan kredit.
Dalam beberapa kasus, administrasi bahkan bisa dibayarkan terpisah tergantung kebijakan lembaga keuangan, meskipun secara umum keduanya dipotong langsung dari pencairan.
Skala pengaruh ke pinjaman berbeda
Karena berbentuk persentase, biaya provisi dapat memotong jumlah dana bersih secara signifikan, terutama jika pinjaman bernilai besar. Misalnya, pinjaman ratusan juta rupiah bisa terpangkas jutaan hanya dari provisi saja.
Sedangkan biaya administrasi meskipun tetap dipotong, umumnya jauh lebih kecil nominalnya sehingga dampaknya ke dana bersih tidak sebesar provisi.
Dengan kata lain, bagi pinjaman besar, provisi jauh lebih terasa dibandingkan administrasi, sehingga peminjam harus berhitung matang agar tidak salah perkiraan.
Perbedaan fleksibilitas dalam negosiasi
Biaya provisi biasanya bersifat tetap dan jarang bisa dinegosiasikan, terutama pada produk pinjaman individu seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Namun biaya administrasi cenderung lebih fleksibel karena beberapa bank bisa memberikan potongan, bahkan menghapusnya dalam kondisi tertentu seperti promo atau nasabah prioritas.
Fleksibilitas inilah yang membuat peminjam bisa sedikit lebih leluasa dalam menekan beban biaya, meskipun tetap harus jeli membaca syarat dan ketentuan.
Baca Juga: Kesejahteraan Keluarga Lebih Terjamin dengan Delapan Prinsip Keuangan 2025, Simak
Memahami perbedaan biaya provisi dan administrasi saat ajukan kredit sangat penting agar Moms bisa merencanakan keuangan lebih bijak.
Dengan tahu bedanya, peminjam tidak hanya fokus pada bunga pinjaman, tetapi juga memperhitungkan potongan lain yang memengaruhi jumlah dana bersih yang diterima.
Pada akhirnya, keputusan untuk mengajukan kredit harus disertai perhitungan matang agar tidak menimbulkan masalah finansial di kemudian hari.
Selanjutnya: Badan Usaha Patuh, Pekerja Terlindungi JKN
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News