M O M S M O N E Y I D
AturUang

Pekerjaan Sampingan Liburan yang Terlihat Asyik tapi Malah Bikin Kapok, Tertarik?

Pekerjaan Sampingan Liburan yang Terlihat Asyik tapi Malah Bikin Kapok, Tertarik?
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Berikut adalah realita pekerjaan sampingan saat liburan yang sering disesali karena capek, stres, dan hasilnya tidak sebanding.

Bagi banyak orang, liburan sering dianggap waktu yang pas untuk cari uang tambahan. Pekerjaan sampingan musiman terlihat praktis karena sifatnya sementara dan tidak terikat lama. 

Namun kenyataannya, tidak semua pekerjaan liburan memberi pengalaman menyenangkan. Ada yang justru pulang dengan badan pegal, pikiran lelah, dan rasa menyesal. 

Melansir dari Go Banking Rates, ada beberapa jenis pekerjaan sampingan liburan yang ternyata lebih banyak mudaratnya.

“Sering kali orang hanya melihat hasil uangnya, tapi lupa menghitung energi dan waktu yang terkuras,” ujar Chris Lin.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Finansial yang Tanpa Disadari Menghambat Kemapanan Hidup

Alasan pekerjaan sampingan liburan sering terlihat lebih indah dari kenyataan

Pekerjaan liburan kerap dipromosikan sebagai kerja ringan dengan bayaran cepat. Padahal saat musim liburan, justru ritme kerja sedang padat padatnya. 

Jumlah pelanggan meningkat, jam kerja memanjang, dan tekanan emosional ikut naik. Tanpa persiapan mental dan fisik, pekerjaan sampingan bisa berubah jadi sumber stres baru yang merusak suasana liburan.

Moderasi iklan online yang diam diam menghabiskan waktu

Pekerjaan digital seperti moderasi iklan online sering dianggap fleksibel karena bisa dikerjakan dari rumah. Namun dalam praktiknya, pekerjaan ini menuntut kesiapsiagaan hampir sepanjang hari. 

Chris Lin harus memantau konten tanpa henti, terutama menjelang hari besar. Waktu istirahat jadi tidak jelas, dan fokus mental terus terkuras. Dari luar terlihat santai, tapi kenyataannya cukup menguras energi.

Jaga kios mal yang bikin badan cepat tumbang

Kerja di kios musiman mal sering dianggap mudah karena hanya melayani pembeli. Nyatanya, berdiri berjam jam di tengah keramaian bukan hal sepele. 

Gwenda Harmon merasakan sendiri bagaimana tubuhnya mulai sakit setelah beberapa minggu bekerja. Suasana bising, tekanan pembeli yang terburu buru, serta minimnya fasilitas membuat pekerjaan ini terasa berat. Penghasilan yang didapat pun tidak sebanding dengan kelelahan fisik.

Main musik di toko yang malah bikin stres

Bagi musisi, tampil saat musim liburan terdengar seperti kesempatan emas. Tapi pengalaman Cliff Beach justru sebaliknya. Ia merasa tidak punya ruang untuk berekspresi karena terus diawasi dan diarahkan secara berlebihan. 

Lagu harus diulang, tempo diminta diubah, bahkan hal teknis kecil ikut dikritik. Alih alih menikmati pertunjukan, pekerjaan ini terasa penuh tekanan.

Bungkus kado yang penuh tuntutan emosi

Membungkus kado sering dianggap pekerjaan ringan dan menyenangkan. Faktanya, banyak pelanggan sangat detail dan perfeksionis. Vincent Carrié harus menghadapi pembeli yang mudah emosi hanya karena posisi pita atau lipatan kertas. 

Tip yang minim membuat pekerjaan ini terasa tidak sepadan dengan energi dan kesabaran yang dikeluarkan.

Baca Juga: 5 Strategi Elegan Menagih Utang yang Lama Tak Dibayar tanpa Bikin Masalah Baru

Instruktur ski yang jarang menikmati salju

Menjadi instruktur ski identik dengan liburan di pegunungan bersalju. Namun kenyataan yang dialami Brian Raffio jauh berbeda. 

Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengajar pemula dengan jadwal padat dari pagi hingga malam. Kesempatan menikmati lintasan ski justru sangat terbatas. Meski bayarannya cukup, kepuasan pribadi yang diharapkan tidak tercapai.

Pelajaran penting sebelum ambil kerja sampingan liburan

Pengalaman para pekerja ini bisa jadi pengingat penting. Pekerjaan sampingan liburan tidak selalu seindah iklannya. Sebelum menerima tawaran, penting untuk memahami jam kerja, tekanan fisik, beban mental, dan hasil yang akan didapat. 

Dengan pertimbangan matang, pekerjaan sampingan bisa tetap jadi solusi keuangan tanpa mengorbankan kesehatan dan kebahagiaan saat liburan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Segera Singkirkan! Ini 4 Benda Pembawa Sial di Tahun 2026 Menurut Feng Shui

Ada 4 benda pembawa sial di tahun 2026 menurut Feng Shui. Sebaiknya disingkirkan, berikut daftarnya.

Frugal Chic: Gaya Stylish Tanpa Menguras Kantong, Ini Tips dari Mia McGrath

Apakah Anda salah satu pengguna TikTok yang kerap melihat konten tentang frugal chic? Apa sebenarnya frugal chic itu? Ini jawabannya.

5 Efek Negatif Makanan Tinggi Gula untuk Kulit, Bikin Cepat Tua dan Jerawatan!

Suka makanan manis? Awas, ini 5 efek negatif makanan tinggi gula untuk kulit yang perlu Anda ketahui sekarang juga.

Perempuan Produktif Berisiko Terkena Autoimun, Benarkah?

Deteksi gejala dan mengatasi penyakit autoimun pada perempuan yang produktif. Berikut lengkapnya    

Cara Orangtua Menghadapi Anak Terluka Tanpa Harus ada Drama

Cara baru bagi orangtua menghadapi anak yang terluka tanpa merasa perih dan tanpa drama yang panjang

Wisatawan Mancanegara yang Gunakan Layanan KA Jarak Jauh Sepanjang 2025 Naik 3,7%

KAI mencatat terdapat 694.123 wisatawan mancanegara tercatat bepergian menggunakan kereta api KAI sepanjang 2025.

5 Ciri-Ciri Akun Instagram Diblokir Seseorang, Ini Cara Mudah Mengetahuinya

Merasa akun seseorang hilang tiba-tiba? 5 ciri ini membuktikan Anda diblokir, bukan dinonaktifkan.  

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (13/1), Hujan Sangat Deras di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Selasa 13 Januari 2026 dan Rabu 14 Januari 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat.

Hujan Lebat di Daerah Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (13/1) Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Selasa (13/1) dan Rabu (13/1) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat.

Harga Emas Hari Ini Rekor All Time High, Nyaris Mencapai US$ 4.600 per troi ons

Harga emas hari ini di pasar global melonjak 1,9% ke level tertinggi sepanjang masa.