M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Pasar Saham Membaik, tapi Belum Saatnya Bertindak Agresif

Pasar Saham Membaik, tapi Belum Saatnya Bertindak Agresif
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID -  Pasar saham Indonesia mulai menunjukkan perbaikan seiring fundamental ekonomi dan kinerja emiten yang lebih baik dari perkiraan. Namun, pemulihan belum sepenuhnya kuat karena kepercayaan investor masih menjadi pekerjaan rumah.

Chief Investment Officer Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia Samuel Kesuma, mengatakan, ekonomi tetap tumbuh, inflasi terkendali, rupiah mulai stabil, dan mayoritas laporan laba emiten sesuai atau melampaui ekspektasi.

“Dalam satu kalimat singkat, sudah ada perbaikan namun belum semua masalah terselesaikan,” kata Samuel dalam Seeking Alpha edisi September 2026 yang dirilis Rabu (9/9).

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi fondasi yang lebih kokoh bagi pasar saham dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Namun, pasar masih menghadapi volatilitas harga energi, sinyal hawkish The Fed, potensi dollar AS tetap kuat, serta risiko El Niño.

Baca Juga: Rupiah Stabil, Prospek Pasar Obligasi Indonesia Kembali Menarik

Investor juga masih menunggu konsistensi kebijakan, kualitas tata kelola, kepastian regulasi, dan perkembangan peninjauan oleh penyedia indeks global MSCI.

Inflasi dan rupiah jadi perhatian

Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 naik menjadi 3,19% secara tahunan. Samuel menilai angka tersebut masih berada dalam koridor target Bank Indonesia dan jauh lebih terkendali dibandingkan periode tekanan energi pada 2022.

Kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi serta produksi pangan yang relatif terjaga membantu membatasi dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi domestik. Namun, El Niño menjadi risiko baru karena dapat menekan produksi, meningkatkan biaya pengolahan, dan mendorong kenaikan harga pangan.

“Kami akan sangat mencermati kemampuan dan fleksibilitas perusahaan melakukan penyesuaian harga, efisiensi biaya, serta menjaga volume penjualan,” ujar Samuel.

Stabilitas rupiah juga penting karena dapat menurunkan persepsi risiko dan meningkatkan kepercayaan investor asing. Rupiah yang lebih stabil sekaligus membantu meredam biaya impor dan beban utang valuta asing perusahaan.

Samuel merespons baik arah kebijakan BI yang mulai mengurangi ketergantungan pada imbal hasil SRBI yang tinggi dan beralih ke bauran kebijakan lebih seimbang, termasuk melalui insentif swap lindung nilai. Jika kebijakan ini mampu menjaga stabilitas rupiah dan daya tarik aset domestik serta mengurangi tekanan suku bunga, dampaknya akan positif bagi valuasi saham.

Namun, pasar tetap mencermati efektivitas dan konsistensi implementasinya serta arah kebijakan The Fed.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Rebound, tapi Turun Hampir 2% Sepekan

Perbaikan juga terlihat dari kinerja perusahaan. Pada kuartal kedua 2026, sekitar 78% emiten membukukan laba sesuai atau melampaui ekspektasi, komposisi terbaik dalam dua tahun terakhir.

Kejutan positif pada pendapatan semakin meluas ke sektor consumer staples, ritel, telekomunikasi, digital, otomotif, dan semen, didukung harga jual dan volume yang lebih baik.

Meski demikian, perbaikan fundamental belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi pasar. Arus dana asing masih tersendat dan investor global masih berhati-hati terhadap risiko kebijakan serta menunggu peninjauan MSCI pada November.

“Artinya, pertumbuhan laba telah memperkuat downside protection, tetapi re-rating yang lebih berkelanjutan masih memerlukan pemulihan kepercayaan dan dukungan likuiditas yang lebih luas,” ungkap Samuel.

Menanti sinyal untuk lebih agresif

Itu sebabnya, dalam menyeleksi saham, Manulife tetap menggunakan pendekatan bottom-up, yakni memilih perusahaan yang memiliki pertumbuhan laba nyata, neraca sehat, arus kas baik, dan valuasi yang memberikan margin of safety.

Sektor konsumsi masih mencatat kinerja operasional dan pendapatan yang baik, tetapi menghadapi risiko kenaikan inflasi pada semester kedua. Sektor terkait komoditas juga cukup menarik seiring harga komoditas yang kuat dan persepsi risiko regulasi yang cenderung berkurang.

Samuel melihat gejolak harga minyak, The Fed yang kembali hawkish, dan dollar AS yang tetap kuat sebagai risiko eksternal utama. Kombinasi tersebut dapat memengaruhi rupiah, suku bunga, biaya modal, dan minat investor terhadap pasar negara berkembang.

Baca Juga: Update Harga Buyback Emas Hari Ini, Antam Masih Tertinggi Rp 2,45 Juta

Dari sisi domestik, fokusnya adalah pemulihan kepercayaan. Penurunan angka credit default swap (CDS) Indonesia menunjukkan kekhawatiran jangka pendek mulai mereda. Tetapi, pasar masih menunggu bukti konsistensi kebijakan, disiplin fiskal, tata kelola, kepastian regulasi, perkembangan sovereign rating, dan peninjauan oleh MSCI.

“Risiko terbesarnya bukan hanya arah suatu kebijakan, tetapi kejutan dan ketidakpastian dalam implementasinya,” tukas Samuel.

Manulife baru akan lebih agresif menambah risiko apabila perbaikan fundamental mulai diikuti pemulihan kepercayaan pasar. Indikatornya antara lain rupiah yang lebih stabil, tekanan suku bunga mereda, arus dana asing lebih berkelanjutan, dan kebijakan yang semakin dapat diprediksi.

Sebelum kondisi tersebut terkonfirmasi, portofolio tetap dikelola selektif dengan menyeimbangkan saham defensif dan saham yang dapat menangkap pemulihan ekonomi. Fokusnya pada emiten dengan arus kas sehat, neraca kuat, bargaining power terhadap biaya, dan visibilitas laba yang baik.

Bagi investor, Samuel menyarankan investasi bertahap dan terdiversifikasi dengan menjadikan potensi fundamental dan horizon investasi sebagai pedoman. Menurutnya, meski pasar jangka pendek dipengaruhi geopolitik dan arah kebijakan, dalam jangka panjang nilai emiten tetap ditentukan kemampuan menghasilkan laba, menjaga arus kas berkelanjutan dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Hypermart Daily Fresh 11-17 September 2026, Cake-Frozen Food Beli 1 Gratis 1

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Daily Fresh periode 11-17 September 2026 untuk belanja aneka frozen food.

Promo Alfamart Serba Gratis Weekend 11-13 September 2026, Oronamin C Beli 2 Gratis 1

Manfaatkan Promo Alfamart Serba Gratis Weekend Periode 11-13 September 2026 untuk belanja produk favorit lebih hemat.

Promo Indomaret Weekend Treats 11-13 September 2026, Belfoods Safari Beli 1 Gratis 1

Promo Indomaret Weekend Treats Periode 11-13 September 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat di akhir pekan.

Butter Baby Hadirkan Menu Spesial Bertema Dangdut dan Dessert Run 6K

Dari panggung dangdut hingga rute lari pagi, Butter Baby mengajak Jakarta merayakan dessert culture dengan cara yang lebih ekspresif.

Tekanan Global Masih Bayangi Pasar, Investor Disarankan Tetap Selektif

Investor dinilai perlu tetap selektif dengan mencermati fundamental dan perkembangan likuiditas domestik. 

Katalog Promo JSM Alfamidi Periode 11-13 September 2026, Cheetos Beli 2 Gratis 1

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 11-13 September 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.

Pasar Saham Membaik, tapi Belum Saatnya Bertindak Agresif

Pasar saham Indonesia mulai menunjukkan perbaikan. Namun, Manulife Aset Manajemen Indonesia ungkap sinyal yang ditunggu sebelum bersikap agresif.

Beberapa Langkah Supaya Koperasi Bisa Naik Kelas

Salah satu langkah agar koperasi bisa go internasional adalah dengan mengikuti pameran internasional untuk membuka akses pasar.

Akhir Pekan di Yogyakarta? Intip Prakiraan Cuaca Besok (12/9) dan Lusa

Seluruh wilayah DIY diprediksi berawan pada Sabtu. Kondisi lebih cerah pada Minggu, simak rincian cuacanya.

Pendaftaran MAF Impact Leaders Program Cohort IV Diperpanjang hingga 18 September

Mahasiswa muda masih bisa mendapatkan kesempatan beasiswa dari MAF hingga 18 September 2026.