MOMSMONEY.ID - Simak panduan renovasi rumah ini agar Anda bisa hemat biaya, kurangi limbah, dan tingkatkan nilai properti secara berkelanjutan.
Renovasi rumah sering dianggap sebagai solusi cepat untuk mempercantik hunian, padahal tanpa strategi yang matang justru bisa membuat pengeluaran membengkak.
Banyak pemilik rumah di Indonesia baru menyadari besarnya biaya tambahan setelah proses bongkar dimulai. Data yang dikutip dari Real Simple menyebutkan, sekitar 35% limbah konstruksi berasal dari kesalahan dalam tahap perencanaan.
Artinya, keputusan sebelum pembongkaran sangat menentukan efisiensi anggaran dan dampak lingkungan.
“Anda hanya perlu membuat rencana sebelum palu godam dikeluarkan,” ujar desainer Jessica Helgerson.
Hasil ini terlihat bahwa renovasi yang dirancang dengan pendekatan berkelanjutan cenderung menghasilkan rumah yang lebih tahan lama dan bernilai jual lebih tinggi.
Berikut akan membantu Anda menentukan mana yang sebaiknya disimpan, diperbaiki, dijual, atau diganti.
Baca Juga: 5 Kesalahan Menata Lorong Rumah yang Sering Diabaikan, Padahal Penting
Rencanakan sebelum membongkar
Kesalahan paling umum saat renovasi adalah terburu buru membongkar tanpa evaluasi menyeluruh. Setiap meter persegi renovasi berpotensi menghasilkan limbah konstruksi dalam jumlah besar.
Jika sejak awal Anda sudah memetakan material mana yang masih layak pakai, biaya sewa kontainer sampah dan pembelian material baru bisa ditekan.
Perencanaan yang matang juga membantu Anda menentukan prioritas, apakah fokus pada estetika, efisiensi energi, atau peningkatan nilai jual kembali.
Lemari dapur tidak selalu harus diganti
Lemari dapur sering menjadi korban pertama saat renovasi. Padahal, jika struktur utamanya masih kuat, Anda cukup mengganti pintu, laci, atau perangkat kerasnya. Mengecat ulang dengan warna baru juga bisa memberi tampilan segar tanpa biaya besar.
Sebagian besar lemari modern terbuat dari kayu olahan yang sulit didaur ulang karena mengandung bahan kimia tambahan.
Karena itu, mempertahankan lemari lama yang masih layak pakai adalah pilihan lebih ramah lingkungan. Jika tidak terpakai, pertimbangkan menjual atau mendonasikannya agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
Meja dapur bisa diperbarui tanpa beli baru
Banyak orang mengganti meja dapur hanya karena tren berubah. Padahal meja granit atau marmer dapat dipoles ulang agar tampil lebih modern. Meja kayu juga bisa diamplas dan dilapisi ulang sehingga kembali terlihat baru.
Alternatif lain adalah menyesuaikan warna kabinet agar selaras dengan meja lama sehingga desain terlihat lebih menyatu. Jika tetap ingin mengganti, Anda bisa mencari potongan sisa material batu dari pabrik pengolahan dengan harga lebih terjangkau.
Peralatan rumah tangga perbaiki sebelum mengganti
Peralatan seperti kulkas, oven, dan mesin cuci memiliki masa pakai rata rata sekitar 10 tahun. Jika usia peralatan Anda masih di bawah lima tahun dan hanya bermasalah ringan, memperbaiki biasanya lebih hemat dibanding membeli baru.
Aturan praktisnya, jika biaya perbaikan melebihi 50% harga unit baru, barulah pertimbangkan penggantian. Model terbaru memang lebih hemat energi, namun mengganti terlalu cepat juga meningkatkan limbah elektronik.
Jika ingin membuang, cari layanan daur ulang resmi agar tidak mencemari lingkungan.
Baca Juga: Dapur Kecil Makin Luas: 6 Trik Desain 2026 yang Wajib Dicoba
Lantai kayu lebih tahan lama
Karpet dan vinil yang sudah rusak sulit dimanfaatkan kembali. Namun lantai kayu solid dapat diamplas dan dipoles ulang beberapa kali sepanjang masa pakainya. Bahkan mengecat ulang lantai kayu bisa menjadi solusi kreatif untuk menyegarkan tampilan interior.
Untuk penggantian, pilih material yang tahan lama agar tidak perlu renovasi ulang dalam waktu dekat. Semakin panjang usia pakai material, semakin kecil biaya jangka panjang yang harus Anda keluarkan.
Pintu dan jendela fokus pada efisiensi energi
Tidak semua jendela lama perlu diganti. Menambahkan pelapis tahan cuaca atau memperbaiki celah udara sering kali sudah cukup meningkatkan efisiensi energi.
Namun jika masih menggunakan kaca tunggal, mengganti ke kaca ganda dapat membantu menekan tagihan listrik dalam jangka panjang.
Di iklim tropis seperti Indonesia, peningkatan efisiensi energi sangat berdampak pada penggunaan pendingin ruangan dan biaya listrik bulanan.
Cat dan ubin pilih yang ramah lingkungan
Ubin lama umumnya sulit dilepas tanpa rusak. Namun sisa ubin baru yang tidak terpakai bisa dijual atau disimpan untuk perbaikan di masa depan. Untuk cat, pilih formula rendah VOC atau nol VOC agar kualitas udara dalam ruangan tetap sehat.
Hindari membuang sisa cat sembarangan karena dapat mencemari air tanah. Banyak pemerintah daerah menyediakan fasilitas pengelolaan limbah bahan berbahaya.
Jual atau donasi sesuaikan kebutuhan
Jika ingin proses cepat, donasi adalah pilihan praktis sekaligus membantu orang lain. Namun jika memiliki perlengkapan bernilai tinggi, menjualnya bisa menambah anggaran renovasi.
Apa pun pilihannya, penggunaan kembali material akan membantu mengurangi limbah konstruksi yang terus meningkat setiap tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News