M O M S M O N E Y I D
Bugar

Pahami 3 Bahaya Skincare Palsu untuk Kulit, Jangan Keliru!

Pahami 3 Bahaya Skincare Palsu untuk Kulit, Jangan Keliru!
Reporter: Rizka Noveliana  |  Editor: Rizka Noveliana


MOMSMONEY.ID - Anda harus memahami bahaya skincare palsu untuk kulit. Ada banyak produk skincare yang terjual di pasaran bisa Anda gunakan.

Produk skincare tersebut berlomba-lomba memberikan manfaat dan solusi terbaik untuk kebutuhan kulit Anda. Namun, jangan terlena dengan klaim produk skincare yang diberikan.

Anda perlu cerdas saat memilih produk agar tidak mendapatkan produk skincare palsu. Skincare palsu tentunya memberikan efek buruk terhadap kulit Anda.

Untuk lebih jelasnya, berikut tiga bahaya skincare palsu untuk kulit dikutip dari cnfstore.com, yaitu: 

1. Alergi dan Iritasi

Bahaya skincare palsu pertama adalah alergi dan iritasi. Perhatikan betul produk skincare yang Anda gunakan, jangan tergoda dengan harga murah dan klaim manfaat produk. Pilihlah produk skincare yang sudah terdaftar di BPOM.

Produk skincare palsu bisa mengandung bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya untuk kulit. Hal ini bisa mengakibatkan alergi dan iritasi pada kulit, hingga terjadi infeksi pada area mata. 

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Perawatan Keratin Rambut di Rumah, Tidak Sulit

2. Jerawat

Bahaya skincare palsu selanjutnya adalah jerawat. Jerawat bisa dikatakan efek ringan dari pemakaian skincare palsu. Dikutip dari American Dermatology of Association, jerawat bisa muncul di bagian wajah mana saja, yang pada intinya masalah kulit ini disebabkan oleh penyumbatan pori-pori di kulit.

Jika setelah mencoba produk skincare baru, lalu muncul jerawat, maka Anda harus waspada karena bisa jadi produk tersebut tidak cocok dengan kulit Anda.

3. Risiko Mengalami Kanker Kulit

Terakhir, bahaya skincare palsu untuk kulit yaitu risiko kanker kulit. Dampak ini paling bahaya dari penggunaan produk skincare palsu dalam jangka waktu yang lama.

Kulit bisa menyerap kandungan berbahaya yang ada dalam produk skincare. Kemudian, bahan kimia berbahaya tersebut akan menumpuk pada jaringan kulit yang memicu kanker kulit. 

Jadi, itulah beberapa bahaya skincare palsu untuk kulit yang harus Anda tahu. Jangan sampai salah pilih!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Nikmati Healing, Datang ke Recital hingga Festival Musik Cari di Tiket.com

Tiket.com menyediakan ekosistem terintegrasi pilih berbagai acara musik hingga pameran dalam satu aplikasi.

Climate Impact Innovations Challenge Kembali Hadir Berhadiah Total Rp 15 miliar

CIIC memiliki tujuan mengatasi tantangan ekologis yang mendesak dan membantu mengurangi dampak buruk dari perubahan iklim.

Dua Bank Swasta Cum Date Dividen Besok, 9 April 2026, Cek Rinciannya!

Bagi para pemburu dividen tunai, jangan lewatkan tanggal cum date dividen dua bank swasta berikut ini!

Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (9/4)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 8 April 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (9/4) di Jabodetabek, Hujan Sangat Lebat di Mana?

Peringatan dini BMKG cuaca besok Kamis (9/4) di Jabodetabek dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di wilayah berikut ini.

Promo Alfamidi Cooking Fair 1-15 April 2026, Beras Porang-Saus Tiram Harga Spesial

Manfaatkan promo Alfamidi Cooking Fair periode 1-15 April 2026 untuk belanja kebutuhan dapur lebih hemat.

7 Cara Minum Kopi Paling Sehat agar Manfaatnya Maksimal

Inilah beberapa cara minum kopi paling sehat agar manfaatnya maksimal. Coba terapkan, yuk!             

10 Makanan dan Minuman yang Bisa Merusak Enamel Gigi

Tahukah bahwa ada beberapa makanan dan minuman yang bisa merusak enamel gigi, lho. Apa sajakah itu?   

Riset Bisa Dapat Pendanaan, Ini Arah yang Dicari Industri

​Hingga 2025, BPDP telah mendanai sekitar 400 riset kelapa sawit dari hulu hingga hilir, namun implementasinya di industri masih perlu didorong  

Kredivo: Usia 30+ dan Laki-Laki Lebih Aktif Pakai PayLater Selama Ramadan

Dari data Kredivo, terlihat kalau penggunaan PayLater selama Ramadan cukup merata antara laki-laki dan perempuan, 53% berbanding 47%.