MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global mengukir rekor tertinggi di atas US$ 5.500 per troi ons. Emas memperpanjang reli sembilan hari, yang dipicu pelemahan dollar dan pelarian investor dari obligasi pemerintah dan mata uang.
Mengutip Bloomberg, Kamis (29/1), harga emas spot melonjak 3,3% mencapai US$ 5.537,10 per troi ons pada pukul 15.15 WIB. Harga emas hari ini lanjut naik tajam, setelah naik 4,6% pada sesi sebelumnya, kenaikan satu hari terbesar sejak puncak pandemi Maret 2020.
Harga emas naik dramatis tahun ini karena meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserves, yang mendukung terjadinya debasement trade atawa perdagangan penurunan nilai mata uang.
Baca Juga: Pecah Rekor Baru, Harga Emas Hari Ini Tembus ke atas US$ 5.200
Menurut Christopher Hamilton, Kepala Solusi Klien untuk Asia Pasifik di Invesco Ltd., lonjakan harga emas baru-baru ini mencerminkan keselarasan kekuatan yang langka, bukan hanya satu katalis. "Kecepatan emas dalam menembus tonggak sejarah menggarisbawahi betapa cepatnya kepercayaan terhadap instrumen kebijakan tradisional terkikis," ujarnya, mengutip Bloomberg, hari ini.
Kenaikan harga emas terbaru terjadi karena para pedagang melihat melampaui keputusan The Fed . Meningkatnya taruhan pergeseran kebijakan suku bunga yang lebih lunak akan menguntungkan logam mulia, yang tidak menghasilkan imbal hasil. Kepala Investasi BlackRock Inc. Rick Rieder, pendukung pemangkasan suku bunga yang lebih agresif, muncul sebagai kandidat utama menggantikan Jerome Powell sebagai ketua Fed akhir tahun ini.
Debasement trade juga mendorong harga emas. Dengan kejadian minggu lalu, aksi jual besar-besaran di pasar obligasi Jepang, contoh terbaru kekhawatiran terhadap pengeluaran fiskal yang besar. Spekulasi AS mungkin akan intervensi untuk mendukung yen, menekan dollar AS, sehingga emas menjadi lebih murah bagi sebagain besar pembeli.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kamis 29 Januari 2026 Naik
Tindakan Gedung Putih, ancaman untk mencaplok Greenland dan intervensi militer di Venezuela, telah mengguncang pasar dalam beberapa pekan terakhir. Di tambah lagi, Korea Utara kini mendesak Korea Selatan untuk mecapai kesepakatan nuklir, atau menghadapi serangan militer.
"Emas dan perak adalah aset tempat berlindung yang paling aman terhadap risiko ekstrem seiring berlanjutnya gejolak geopolitik. Emas adalah jangkar dari semua valuasi, selama harga emas naik, logam mulia lainnya juga akan melonjak," kata Hao Hong, Kepala investasi di Lotus Asset Management, melansir Bloomberg, Kamis.
Selanjutnya: DBS Indonesia Naikkan Pendanaan Channeling ke Kredivo Jadi Rp 3 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News