MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global pecah rekor baru, tembus ke atas US$ 5.200 per troi ons. Emas memperpanjang reli tajam yang dipicu pelemahan dollar AS dan aksi jual aset mata uang dan obligasi pemerintah.
Mengutip Bloomberg, Rabu (28/1), harga emas spot naik 1,7% mencapai rekor tertinggi US$ 5.268,58 per troi ons pukul 14.08 WIB.
Harga emas hari ini lanjut reli, setelah kemarin melonjak 3,4%, kenaikan satu hari yang terbesar sejak April. Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak khawatir tentang penurunan nilai dollar AS, yang telah menyeret mata uang cadangan utama dunia itu ke level terlemah dalam hampir empat tahun.
Penurunan nilai dollar, dikombinasikan dengan meningkatnya risiko geopolitik dan pelarian investor dari mata uang dan obligasi pemerintah, telah memicu gelombang permintaan terhadap emas. Aset safe haven ini telah naik lebih dari 20% sejak awal tahun, menembus level US$ 5.000 per troi ons untuk pertama kalinya pada Senin.
Baca Juga: Lanjut Reli, Sudah Dua Hari Harga Emas Bertahan di atas US$ 5.000
Aksi jual besar-besaran di pasar obligasi Jepang contoh terbaru dari kekhawatiran atas pengeluaran fiskal yang besar. Sementara spekulasi bahwa AS mungkin akan campur tangan mendukung yen, telah menekan dollar AS, yang membuat emas menjadi lebih murah bagi sebagian besar pembeli. Indeks yang mengukur kekuatan mata uang AS turun 1,1% pada Selasa, penurunan satu hari terbesar sejak April.
Dalam beberapa minggu terakhir, tindakan pemerintahan Trump, ancaman mencaplok Greenland dan serangan terhadap independensi Fedeal Reserves, telah mengguncang pasar.
Para trader juga meningkatkan taruhan pada pergeseran kebijakan yang lebih lunak di The Fed, dengan harapan bahwa Kepala Investasi BlackRock Inc. Rick Rieder akan menggantikan Jerome Powell sebagai ketua.
Baca Juga: Rekor Baru, Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 28 Januari 2026 Melonjak Jadi Segini
Menurut Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global di Standard Chartered, ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih lunak dan kurang independen, serta risiko geopolitik, kemungkinan mendorong alokasi yang lebih cepat ke emas, yang dipimpin oleh investor ritel. "Kecuali terjadi koreksi jangka pendek, kami terus melihat potensi kenaikan lebih lanjut," kata Cooper, mengutip Bloomberg hari ini.
Selanjutnya: Tetap Tenang, Begini Tips Investor Menyikapi Momentum Pasar yang Fluktuatif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News