M O M S M O N E Y I D
Bugar

Musim Pancaroba, Kenali Penyakit Musiman dan Cara Mencegahnya

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID - Pergantian musim, baik dari kemarau ke musim hujan atau sebaliknya, sering kali mempengaruhi kesehatan banyak orang. Kondisi cuaca yang berubah-ubah, suhu yang tidak stabil, dan kelembapan yang meningkat dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari flu hingga demam berdarah.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyakit yang sering muncul di musim pancaroba dan langkah pencegahannya. Apa saja penyakit yang sering menyerang saat pergantian musim? Tim Lifepal telah mengemasnya di bawah ini, simak ya moms :

1. Influenza

Menurut studi dalam jurnal Viruses (2016), risiko infeksi virus, termasuk influenza, meningkat di cuaca yang lebih dingin dan kering. Virus influenza menyebar cepat dan dapat menginfeksi melalui selaput lendir di hidung dan tenggorokan. Selama musim pancaroba, sistem kekebalan tubuh cenderung melemah, meningkatkan risiko tertular flu, apalagi ketika aktivitas lebih banyak dilakukan di dalam ruangan, yang memperbesar peluang penularan virus melalui udara.

Flu memang penyakit yang tidak begitu parah, namun cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mencegah flu, konsumsilah makanan bergizi, cukup istirahat, minum air putih, tambahkan asupan vitamin untuk kekebalan tubuh, dan pertimbangkan untuk mengambil vaksin flu.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Penyakit ISPA menyerang saluran pernapasan akibat infeksi virus atau bakteri. Penyakit ini bisa menular melalui udara atau dari benda yang terkontaminasi. Gejalanya meliputi batuk, demam, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan, sesak napas, dan terkadang sinusitis (pilek, demam, nyeri wajah). Beberapa penyakit yang masuk dalam kategori ISPA yaitu sinusitis, batuk pilek, pneumonia, radang tenggorokan akut (faringitis), COVID 19, dan laringitis akut.
Musim pancaroba memperburuk risiko ISPA akibat perubahan cuaca yang ekstrem. Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara teratur, menghindari merokok, membatasi kontak tangan dengan wajah, terutama area hidung dan mulut, mengonsumsi makanan kaya serat, mengonsumsi vitamin, serta rutin berolahraga. Jika gejala memburuk, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan lebih lanjut.

3. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau dikenal dengan demam berdarah atau dengue,  adalah penyakit musiman yang rentan terjadi saat musim hujan mulai datang, di mana telur nyamuk Aedes aegypti menetas lebih banyak. Virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk yang sebelumnya menggigit penderita terinfeksi, dan virus ini berkembang dalam tubuh nyamuk selama 8-12 hari sebelum bisa menular ke manusia.

Gejala awal pada fase pertama meliputi demam tinggi yang mendadak, nyeri di belakang mata, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, dan terkadang ruam merah. Pada fase kritis, biasanya pada hari ketiga hingga hari ketujuh, suhu tubuh menurun, tetapi risiko pendarahan meningkat. Dalam kasus parah, pasien bisa mengalami pendarahan internal, penurunan tekanan darah, dan kelelahan ekstrem.

Pencegahan penyebaran DBD dapat dilakukan dengan langkah 3M Plus: Menguras tempat penampungan air, Menutup wadah penyimpanan air, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Pertimbangkan juga vaksinasi dengue dan segera ke fasilitas kesehatan jika gejala muncul. Pada daerah yang sudah ditemukan kasus DBD, biasanya pemerintah setempat melakukan fogging memutus rantai penularan penyakit DBD.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Jus untuk Diet Cepat Kurus yang Paling Efektif dan Mudah Dibuat

4. Chikungunya

Chikungunya disebabkan oleh virus CHIKV yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Serupa dengan DBD, penyakit ini menyebar saat nyamuk menggigit orang yang terinfeksi. Gejalanya meliputi demam mendadak, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, mata merah, mual, muntah, dan ruam makulopapular (ditandai dengan area merah pada kulit yang ditutupi dengan tonjolan tinggi).

Sama seperti upaya pencegahan DBD, mencegah penularan Chikungunya yaitu dengan 3M Plus, Menguras tempat penampungan air, Menutup wadah penyimpanan air, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan lotion anti-nyamuk, mengenakan pakaian panjang, dan menghindari bepergian ke daerah yang tengah mengalami wabah chikungunya.

5. Diare

Gejala diare ditandai dengan frekuensi Buang Air Besar yang meningkat disertai dengan konsistensi tinja yang encer, yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Di musim pancaroba, penyakit diare lebih sering terjadi karena infeksi virus seperti rotavirus. Hal ini dikarenakan sanitasi yang kurang higienies, dimana air yang dikonsumsi terinfeksi virus.

Cara mencegah terjadinya diare, adalah dengan memastikan air yang dikonsumsi benar-benar matang. Pastikan air minum telah dimasak sampai matang, termasuk hindari konsumsi sayuran dan buah mentah, kecuali yang bisa dikupas. Selain itu, sering-sering lah cuci tangan dengan bersih, untuk menghindari penyebaran virus dan bakteri melalui tangan.

6. Leptospirosis

Nama penyakit ini mungkin terdengar kurang familiar. Namun, faktanya kasus leptospirosis banyak ditemukan di negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, karena iklim panas dan lembap yang mendukung bakteri Leptospira bertahan hidup lebih lama.

Beberapa hewan yang dapat menularkan bakteri ini meliputi anjing, babi, kuda, sapi, dan tikus. Penularan ke manusia bisa terjadi melalui kontak langsung dengan urine hewan pembawa bakteri, atau melalui air, tanah, makanan, atau minuman yang terkontaminasi.

Gejala leptospirosis meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare, mata merah, nyeri otot, terutama pada betis dan punggung bawah, sakit perut, dan munculnya bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang saat ditekan.

Karena gejala-gejalanya mirip dengan penyakit lain, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Baca Juga: Mengenal Ayurveda, Pengobatan Tradisional Asal India yang Mendunia

Lindungi diri Anda dan keluarga dengan asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan memiliki peran penting dalam melindungi diri dan keluarga Anda dari beban biaya medis yang seringkali tak terduga. Dengan adanya asuransi kesehatan, kita dapat merasa lebih tenang karena mengetahui bahwa risiko finansial akibat penyakit atau kecelakaan yang memerlukan perawatan medis dapat ditangani tanpa mengganggu kondisi keuangan secara signifikan.

Selain itu, asuransi kesehatan membantu memastikan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, memungkinkan kita untuk fokus pada pemulihan dan kesehatan tanpa harus terlalu khawatir tentang biaya yang besar. Memiliki asuransi kesehatan menjadi salah satu langkah bijak untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa depan, karena kesehatan adalah aset berharga yang harus dijaga.

Ada banyak pilihan asuransi kesehatan terbaik di Indonesia yang dapat Anda pertimbangkan, namun menganalisis satu per satu asuransi kesehatan, akan cukup merepotkan. Anda bisa membandingkan asuransi kesehatan yang bagus dan murah, mulai dari cakupan manfaatnya, harga premi asuransi hingga kredibilitas perusahaan asuransi tersebut di marketplace asuransi Lifepal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.  

Ramalan Cuaca Sumatera Barat Besok (3/10) Didominasi Hujan Ringan, Cek Rincian Lusa

BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah Sumatera Barat diguyur hujan ringan besok. Cek rincian cuacanya.