MOMSMONEY.ID - Mulai 1 Februari 2026, Citilink akan mengoperasikan rute Jakarta–Tanjung Pinang (PP) sebanyak 7 (tujuh) kali dalam seminggu. Frekuensi penerbangan ini meningkat dari sebelumnya yang sebanyak 4 (empat) kali per minggu.
Peningkatan frekuensi ini dilakukan untuk menghadirkan konektivitas udara yang semakin andal dan responsif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya bagi wilayah Tanjung Pinang dan sekitarnya.
Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro mengatakan, penambahan frekuensi penerbangan ini sejalan dengan langkah penguatan jaringan Garuda Indonesia Group, yang didukung oleh bertambahnya jumlah armada Citilink yang kembali beroperasi melalui program reaktivasi armada.
“Penambahan frekuensi ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak alternatif perjalanan bagi masyarakat Tanjung Pinang dan sekitarnya, sekaligus memperluas akses konektivitas ke berbagai kota lainnya melalui Jakarta sebagai hub utama penerbangan nasional,” ujar Darsito dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1).
Baca Juga: Tren Warna Biru 2026 dari Dulux, Ini Manfaatnya untuk Hunian
Adapun, pada rute Jakarta–Tanjung Pinang (PP), Citilink akan mengoperasikan armada Airbus A320 dengan kapasitas kursi sebanyak 180 penumpang.
Penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dijadwalkan berangkat pukul 13.25 WIB dan tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah pukul 15.00 WIB dengan nomor penerbangan QG 974.
Sementara, penerbangan sebaliknya dari Tanjung Pinang dijadwalkan berangkat pukul 15.30 WIB dan tiba di Jakarta pukul 17.10 WIB dengan nomor penerbangan QG 975.
Darsito pun memastikan, pihaknya akan terus mengevaluasi seluruh jaringan dan frekuensi penerbangan secara berkala. Ini untuk memastikan keselarasan antara ketersediaan armada dan dinamika permintaan pasar.
"Harapan kami, Citilink sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group dapat terus menghadirkan pilihan konektivitas udara yang optimal bagi masyarakat,” kata Darsito.
Hingga kini Citilink telah melayani lebih dari 80 rute ke lebih dari 50 destinasi di Indonesia maupun internasional.
Selanjutnya: BCA Bidik Kredit Tumbuh di Kisaran 8%–10% di Tahun 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News