MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun, namun menuju kenaikan bulanan yang pertama sejak Februari. Harga emas tertopang keputusan Federal Reserve untuk menjaga suku bunga tetap stabil demi mengendalikan inflasi akibat efek perang di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Jumat (31/7), harga emas spot diperdagangkan turun 0,78% menjadi US$ 4.071,19 per troi ons pada pukul 14.52 WIB. Meski hari ini turun, emas berada pada jalur untuk kenaikan hampir 2% pada Juli ini.
Penguatan terjadi seiring dengan melemahnya dollar AS selama jam perdagangan semalam. Indeks dollar AS turun 0,9% pada Kamis, menjadikan emas yang dihargai dalam mata uang AS lebih murah bagi sebagian besar pembeli, meski kemudian dollar naik lagi 0,3% pada sesi perdagangan hari ini.
Harga emas telah turun lebih dari seperlima sejak perang AS-Iran pecah lima bulan lalu, yang menyebabkan harga energi naik dan memicu tekanan inflasi. Kondisi itu meningkatkan kemungkinan bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama, sehingga menjadi hambatan bagi logam mulia, yang tidak memberikan bunga.
Namun, gelombang pembelian saat harga turun membantu menjaga harga emas di atas level kunci US$ 4.000 per troi ons dalam beberapa minggu terakhir.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (31/7) Naik Lagi, Buyback Melonjak Rp 17.000
Ke depan, para pedagang emas terus mencari petunjuk mengenai langkah kebijakan The Fed selanjutnya. Keputusan terpecah minggu ini, sembilan berbanding tiga, yang mendukung mempertahankan suku bunga saat ini. Namun, ini mengungkapkan keyakinan di antara beberapa pembuat kebijakan bahwa suku bunga yang lebih tinggi pada akhirnya akan dibutuhkan untuk memenuhi target inflasi bank sentral sebesar 2%.
Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan terbaru ini bukan tanda kelambatan di bank sentral AS. "Jika inflasi terus tinggi selama periode perkiraan, suku bunga mungkin menjadi bagian dari solusi tersebut, tetapi saya tidak akan mengatakan itu berdiri sendiri," katanya.
Pesan dari Warsh adalah inflasi tidak mengkhawatirkan, di luar pengaruh harga energi. Menurut Helen Amos, analis di BMO Capital Markets Ltd., penilaian pasar terhadap inflasi mungkin telah melewati puncaknya. "Simposium Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole pada akhri Agustus, di mana Ketua Fed sering menyampaikan pidato kebijakan utama, mungkin menjadi katalis besar berikutnya untuk emas," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Di Timur Tengah, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan pekan ini. Washington menyerang puluhan target di Iran pada Rabu, sebagai respons atas serangan terhadap pangkalan militer AS di wilayah tersebut. Sementara, Arab Saudi telah membahas pembentukan sebuah aliansi multinasional untuk melindungi pelayaran di sekitar Laut Merah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News