MOMSMONEY.ID - Investor kini tidak hanya melihat potensi keuntungan sebelum menanamkan modal.
Aspek lingkungan dan sosial juga semakin menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi melalui konsep sustainable finance atau keuangan berkelanjutan.
Tren ini mendorong perusahaan untuk lebih transparan dalam mengukur dampak bisnisnya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Salah satu metode yang banyak digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA), yakni kajian berbasis sains untuk mengukur dampak lingkungan di seluruh rantai produksi.
Director and Chief Financial Officer Japfa Ltd Kevin Monteiro mengatakan, kredibilitas perusahaan di mata investor harus dibangun dengan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis.
Baca Juga: Ini Strategi Yang Bisa Dilakukan Investor Reksadana Saham Saat Pasar Saham Volatile
"Membangun kredibilitas di mata investor ESG harus dimulai dengan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian inti dari bisnis, bukan sekadar inisiatif terpisah," ujarnya dalam keterangan resmi Kamis (18/6).
Menurut Kevin, pendekatan berbasis sains membantu perusahaan mengidentifikasi area yang paling berdampak sehingga target keberlanjutan dapat ditetapkan secara lebih terukur.
"Salah satu cara paling kredibel untuk melakukannya adalah melalui pendekatan LCA berbasis sains," katanya.
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menyebut hasil kajian tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan target keberlanjutan yang terintegrasi dalam instrumen pembiayaan berkelanjutan.
Perusahaan ini juga telah memperoleh pendanaan melalui Sustainability-Linked Bond dan Sustainability-Linked Loan yang memuat target lingkungan maupun sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News