M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Mengenal Silent Epidemic Kesehatan Intim yang Masih Dianggap Tabu di Indonesia

Mengenal Silent Epidemic Kesehatan Intim yang Masih Dianggap Tabu di Indonesia
Reporter: Valencia Novanca  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Yuk, mengenal silent epidemic kesehatan intim yang masih dianggap tabu di Indonesia.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, membicarakan kesehatan intim menjadi hal yang tidak lumrah atau tabu.

Banyak orang merasa tidak nyaman membicarakannya, mulai dari mengucapkannya dengan istilah lain sampai munculnya stigma-stigma negatif.

Akibatnya, isu kesehatan intim dan seksual yang menimbulkan stigma dan dianggap tabu menjadi silent epidemic. Banyak terjadi di masyarakat, tetapi diabaikan dan dianggap tidak ada.

“Kesehatan intim adalah bagian penting dari kualitas hidup dan kesejahteraan manusia,” ungkap dr. Dimas Tri Prasetyo, SpU, MRes, Dokter Spesialis Bedah Urologi dan Praktisi Kesehatan Seksual dan Pendiri Elysium Clinic, Selasa (10/12).

Kondisi pada masalah kesehatan intim yang sering dijumpai adalah disfungsi ereksi (DE), ejakulasi dini, penurunan libido, keluhan berkemih , dan gangguan kesuburan.

Namun, sebagian besar kasus tersebut tidak pernah diperiksakan ke tenaga medis yang kompeten. 

Baca Juga: Resmi Dibuka, Elysium Clinic Tawarkan Layanan Kesehatan Intim Terintegrasi Pertama

Berdasarkan data dari survei tahun 2019, pada pria Indonesia berusia 20-80 tahun yang hasilnya dipublikasikan di jurnal internasional menemukan prevalensi DE di Indonesia sebesar 35,6%.

Di sisi lain, angka penderita disfungsi seksual pada perempuan mencapai 40-45%.

Selain itu, berbagai penelitian menemukan, 25%-45% perempuan mengalami keluhan inkontinensia urine atau hilangnya kontrol untuk menahan buang air kecil yang mengakibatkan mengompol.

Jika dialami dalam kesehariannya, gejala-gejala tersebut akan sangat mengganggu.

Secara keseluruhan, masalah kesehatan intim dan seksual tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menyebabkan dampak negatif terhadap kualitas hidup.

Studi internasional WHO menyebutkan, kesehatan seksual sebagai pilar penting kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan sosial. 

Penelitian di Asia Tenggara menunjukkan, pria dengan DE memiliki risiko 2–3 kali lebih tinggi untuk mengalami kecemasan, rasa rendah diri, serta konflik dalam hubungan.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Jika Ingin Jadi Good Kisser, Bikin Ciuman Semakin Terasa Intim

Pada perempuan, inkontinensia urine dan gangguan fungsi intim terbukti menurunkan kualitas hidup, kepercayaan diri, serta keharmonisan rumah tangga.

Di masa sekarang ini, penyakit seperti DE mulai bergeser dari generasi yang tua ke generasi yang lebih muda.

Tapi, secara umum, ada tiga penyebab terjadinya disfungsi ereksi, yakni masalah pembuluh darah, sakit gula atau diabetes, dan hipertensi.

“Kondisi medis yang dialami pasien kami menunjukkan besarnya ancaman gangguan kesehatan intim di masyarakat, mulai dari kelompok usia dewasa muda hingga lansia,” katanya dr. Dimas.

“Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah banyak pasien belum mengetahui bahwa kondisi tersebut bisa ditangani dan baru datang setelah mencoba berbagai metode pengobatan alternatif atau terapi yang tidak teruji secara medis,” ujarnya.

Hal ini disebabkan dari lingkungan sosial, seperti ada pasien yang mengunjungi urologi, tetapi malah dibicarakan oleh pasien lainnya dan dianggap “tidak kuat”. Belum lagi pemikiran-pemikiran yang masih lebih percaya pada suplemen herbal.

Biasanya, suplemen herbal bisa berbentuk permen, madu, kopi, dan coklat. Jika setelah mengonsumsinya langsung terasa hasilnya secara instan maka 99% mengandung kandungan generik sildenafil.

Jadi, tidak sepenuhnya herbal seperti yang diklaim produknya.

Baca Juga: Pasutri Wajib Tahu, Ini 6 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Berhubungan Intim

Semakin berjalannya umur, tentu fungsi ereksi akan terus mengalami penurunan

Lalu pada perempuan, khususnya untuk usia 50 tahun ke atas, kebanyakan mengalami overactive bladder dan inkontinensia urine.

Mudahnya, overactive bladder adalah sering buang air kecil dan inkontinensia urine adalah kesulitan mengontrol buang air kecil yang berakibat mengompol.

Dr. Dimas bercerita, jika dia memiliki pasien berusia 50 tahun yang suka terbangun saat tidur dan harus ke toilet 4 kali dalam semalam.

Akhirnya ketakutan ini berlanjut saat ingin berpergian jauh. Hal ini akan menyebabkan penurunan kualitas tidur dan mengganggu kegiatan sehari-hari.

Perempuan juga kerap mengalami dyspareunia atau nyeri saat berhubungan intim, lalu vaginal laxity atau otot vagina longgar, sampai sulit mencapai orgasme. 

Menurut dr. Dimas. “Infeksi saluran kemih (ISK), 50%-nya mengalami ini. Setelah melahirkan, 40%-nya mengalami keluhan otot vaginanya berkurang, lubrikasi berkurang, sulit orgasme. Setelah menopause, kekeringan di area vagina atau mengompol”.

Baca Juga: Merawat Kesehatan Intim, Bagian Penting dari Gaya Hidup Sehat

Permasalahan tersebut tidak bisa dianggap enteng, apalagi jika sudah mengganggu kehidupan pribadinya. Aspek seperti kepercayaan diri dan keharmonisan keluarga juga terpengaruh dari kesehatan intim dan seksual.

Tapi, pembicaraan ini serta permasalahannya tidak bisa dianggap terbuka oleh banyak orang.

Jika diabaikan, gejala-gejala yang sudah ada akan menjadi semakin buruk seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman bahwa permasalahan intim bukanlah hal yang memalukan.

Solusi terbaik untuk mencegah banyaknya masalah kesehatan intim adalah dengan mengunjungi dokter spesialis urologi yang ada.

Tenaga medis yang kompeten, ditambah dengan pengobatan yang jelas melalui prosedur berbasis teknologi medis akan memberikan penanganan yang tepat dan nyaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.