MOMSMONEY.ID - Platform layanan pendanaan berbasis teknologi, Cicil, menghadirkan layanan pinjaman yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan pendanaan produktif, khususnya bagi pelaku usaha di sektor riil.
Melalui skema pendanaan yang difokuskan pada pembiayaan rantai pasok dan ekosistem bisnis, Cicil menjadi alternatif akses modal di luar perbankan konvensional.
Pinjaman yang disalurkan Cicil dimanfaatkan oleh penerima dana untuk kebutuhan usaha, mulai dari pengadaan barang, kelancaran arus kas, hingga mendukung aktivitas bisnis dalam ekosistem tertentu.
Hingga Januari 2026, Cicil telah menjangkau lebih dari 62.000 penerima dana, dengan fokus pada pembiayaan yang bersifat produktif.
Direktur Cicil, Oki Surya, menyampaikan bahwa layanan pendanaan Cicil dirancang agar tetap aman dan terkelola dengan baik.
“Kami memastikan setiap pertumbuhan tetap dibarengi dengan manajemen risiko yang disiplin serta pemantauan portofolio yang ketat,” ujar Oki dalam keterangan resmi Selasa (10/2).
Baca Juga: CICIL Buka Akses Pendanaan UMKM, Begini Proses Pengajuannya
Dari sisi pengguna, Cicil juga menekankan prinsip transparansi dan perlindungan pengguna dalam penyaluran pinjaman.
Perusahaan menyebut pengelolaan risiko dilakukan secara prudent, yang tercermin dari tingkat keberhasilan pengembalian (TKB90) yang konsisten terjaga di atas 95%.
Cicil menyampaikan komitmennya untuk terus menjadi penghubung antara kebutuhan pendanaan bisnis dan pemberi dana.
“Cicil berkomitmen untuk terus menjadi penghubung antara kebutuhan pendanaan bisnis dan peluang pertumbuhan bagi para pemberi dana,” kata Oki.
Sedikit informasi, Cicil merupakan perusahaan P2P lending yang berdiri sejak 2016 dan kini berfokus pada pendanaan produktif seperti supply chain financing dan ecosystem financing, dengan total akumulasi penyaluran dana lebih dari Rp 3 triliun.
Selanjutnya: 18 Cara Efektif untuk Kecilkan Perut Buncit, Mau Coba?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News