MOMSMONEY.ID - Ingin sehat? Pahami hal yang bikin gula darah tinggi. Lonjakan gula darah terjadi ketika ada peningkatan gula secara cepat dalam darah.
Sandra Zhang, dokter ahli gizi dari Everydayhealth.com memaparkan bahwa lonjakan gula darah biasanya terjadi setelah makan. Saat makan, tubuh mulai mencerna makanan untuk digunakan sebagai energi. Karbohidrat dari makanan dicerna paling cepat dan dipecah menjadi glukosa yang merupakan salah satu bahan bakar utama tubuh untuk energi.
Glukosa beredar melalui aliran darah sampai hormon insulin membantu memindahkannya ke dalam sel, di mana glukosa dapat digunakan sebagai bahan bakar atau disimpan sebagai sel lemak untuk digunakan nanti. Namun, jika glukosa menumpuk di aliran darah maka akan menyebabkan lonjakan gula darah yang kemudian diikuti oleh penurunan gula darah secara drastis.
Baca Juga: Kadar HbA1C Normal, Tapi Gula Darah Puasa Tinggi? Ini Penyebab Medisnya!
Fluktuasi yang terjadi terlalu sering buruk bagi kesehatan jangka panjang karena meningkatkan risiko resistensi insulin, penyakit kardiovaskular, dan hiperglikemia.
Penyebab lonjakan gula darah yang harus diwaspadai!
Berikut beberapa penyebab lonjakan gula darah yang harus diwaspadai:
1. Pola makan
Tidak masalah mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah sedang. Namun, makanan dan minuman yang mengandung terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak.
Batasi konsumsi minuman manis, nasi putih, pasta, makanan olahan atau gorengan. Sebaliknya, pilihlah karbohidrat yang baik seperti:
- Roti dan sereal gandum utuh
- Biji-bijian yang belum diolah seperti quinoa
- Kacang-kacangan dan polong-polongan
- Pasta gandum utuh
- Beras merah
- Sayuran
Makanan yang kaya serat juga baik karena membantu mengontrol kadar gula darah dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Makanan ini juga sangat baik untuk kesehatan jantung, kenyang lebih lama, dan baik untuk sistem pencernaan.
Gula darah biasanya paling sulit dikendalikan di sore hari, pilih makan malam atau camilan setelah makan malam yang rendah karbohidrat, terutama karbohidrat olahan. Lemak dan protein tidak menyebabkan gula darah naik seperti halnya karbohidrat.
2. Rencanakan waktu makan
Jika Anda menderita gula darah tinggi, makan dan camilan terlalu berdekatan dapat menyebabkan kadar gula darah tidak memiliki cukup waktu untuk turun secara alami setelah makan. Pastikan jarak antar waktu makan sekitar empat hingga lima jam.
Jika Anda membutuhkan camilan, konsumsilah dua hingga tiga jam setelah makan terakhir untuk mencegah lonjakan gula darah.
3. Melewatkan sarapan
Jika melewatkan makan pertama, kadar gula darah kemungkinan akan melonjak tinggi setelah makan siang dan makan malam. Orang yang mengonsumsi sarapan 500 kalori dengan setidaknya 35% protein memiliki kadar gula darah setelah makan yang lebih rendah.
Protein membantu memperlambat pencernaan yang membuat kadar gula darah naik lebih lambat setelah makan. Mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat membuat tubuh Anda memproduksi lebih sedikit gula darah.
4. Olahraga berlebihan atau kurang olahraga
Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau melakukan pekerjaan rumah tangga dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin. Berjalan selama 15 menit setelah makan malam dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Ketika Anda kurang bergerak, kadar glukosa bisa meningkat. Olahraga berlebihan juga dapat memberikan efek yang sama. Aktivitas berat seperti angkat beban, atau aktivitas kompetitif seperti lari maraton dapat meningkatkan kadar gula darah.
5. Efek samping dari beberapa obat
Obat seperti kortikosteroid dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak. Berikut beberapa obat lain yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah:
- Diuretik
- Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati depresi
- Obat tekanan darah
6. Siklus menstruasi
Siklus menstruasi setiap orang berbeda. Tetapi saat mengalami menstruasi, tubuh dapat mengalami kadar glukosa darah tinggi dan rendah karena bereaksi berbeda terhadap insulin.
Baca Juga: Kenapa Gula Darah Tiba-Tiba Tinggi? Ini 5 Alasan Tersembunyi di Baliknya
Siklus menstruasi Anda terjadi dalam beberapa fase, termasuk:
- Fase menstruasi
- Fase folikular
- Ovulasi
- Fase luteal
Hormon akan berfluktuasi selama fase-fase tersebut untuk membantu mempersiapkan tubuh untuk kehamilan, termasuk fase luteal, ketika progesteron meningkat dan estrogen menurun. Bagi sebagian orang, kadar progesteron yang lebih tinggi ini dapat menyebabkan resistensi insulin dan keinginan mengonsumsi makanan manis. Sekian hal yang bikin gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News