M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Kulit Kering vs Kulit Dehidrasi, Ini 5 Perbedaannya yang Wajib Anda Tahu

Kulit Kering vs Kulit Dehidrasi, Ini 5 Perbedaannya yang Wajib Anda Tahu
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Sering kali kita merasa kulit wajah tampak kusam, kasar, atau terasa kencang setelah mencuci muka, lalu segera menyimpulkan bahwa kita memiliki jenis kulit kering. Padahal, bisa jadi kulit sedang mengalami dehidrasi.

Faktanya, dalam dunia dermatologi, ada perbedaan besar antara kulit yang memang kekurangan minyak alami dengan kulit yang sedang kehilangan kadar air.

Kulit kering adalah klasifikasi jenis kulit secara genetika, sedangkan kulit dehidrasi adalah kondisi kulit sementara yang bisa menimpa siapa saja termasuk pemilik kulit berminyak.

Baca Juga: Tak Cuma Trendi, Intip 6 Keuntungan Rutin Hiking untuk Kesehatan Tubuh di Sini

Memahami perbedaan ini sangat krusial karena penggunaan produk yang salah justru dapat memperburuk masalah wajah Anda.

Melansir Healthline dan Medical News Today, ada 4 perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi yang wajib Anda tahu. Inilah penjelasannya.

1. Penyebab Utama

Kulit kering (dry skin) diklasifikasikan sebagai jenis kulit yang kekurangan produksi sebum atau minyak alami. Hal ini biasanya bersifat genetik dan berkaitan dengan kelenjar minyak yang kurang aktif.

Sebaliknya, kulit dehidrasi (dehydrated skin) adalah kondisi kulit yang kekurangan kandungan air di dalam lapisan epidermis. Dehidrasi bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti cuaca ekstrem, kurang minum air, polusi, hingga penggunaan produk perawatan yang terlalu keras.

Jadi, kulit kering adalah masalah tekstur dan minyak, sementara kulit dehidrasi adalah masalah kadar air dan kelembaban internal.

2. Gejala

Kulit kering biasanya ditandai dengan tampilan yang kasar, bersisik, hingga mengelupas atau pecah-pecah di area tertentu. Pemilik kulit kering jarang memiliki masalah jerawat namun sering merasa kulitnya tidak elastis.

Di sisi lain, kulit dehidrasi sering kali terlihat kusam, muncul garis-garis halus yang tampak jelas saat wajah berekspresi, dan terkadang terasa gatal atau sangat sensitif.

Uniknya, kulit dehidrasi bisa terlihat berminyak di permukaan tetapi terasa sangat kencang dan haus di bagian dalamnya.

Baca Juga: Daftar HP Samsung, Xiaomi, Vivo hingga Redmi yang Kebagian Android 17 di 2026

3. Reaksi Kulit Terhadap Produk Skincare

Cara kulit bereaksi terhadap produk juga bisa menjadi pembeda yang nyata. Pemilik kulit kering biasanya akan merasa sangat nyaman dan membaik setelah menggunakan produk berbahan dasar minyak (oil-based) yang bersifat oklusif dan berat. Ini karena minyak tersebut mampu menggantikan sebum yang hilang.

Namun, apabila pemilik kulit dehidrasi hanya diberikan minyak tanpa tambahan hidrasi, wajah mereka akan tetap terasa kencang dan bahkan bisa memicu munculnya komedo.

Kulit dehidrasi justru merespons lebih baik terhadap produk yang mengandung humektan seperti hyaluronic acid atau glycerin. Bahan-bahan ini bekerja dengan menarik molekul air ke dalam sel kulit untuk mengembalikan kekenyalan wajah.

4. Sifat Kondisi

Perbedaan terakhir terletak pada durasi dan konsistensi kondisi. Karena kulit kering adalah bawaan lahir atau jenis kulit asli, maka kondisi ini cenderung permanen dan konsisten sepanjang waktu. Oleh karena itu, Anda memerlukan rutinitas perawatan jangka panjang untuk menjaga pelindung kulit agar tetap sehat.

Sementara itu, kulit dehidrasi bersifat fluktuatif atau sementara. Kondisi ini bisa datang dan pergi tergantung pada gaya hidup, pola makan, atau perubahan musim.

Kulit dehidrasi dapat segera teratasi dengan memperbaiki hidrasi tubuh, menggunakan pelembab yang tepat, serta menghindari faktor pemicu iritasi yang menarik air keluar dari lapisan kulit.

Demikian 4 perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi. Untuk mengetesnya secara sederhana, cobalah cubit sedikit area pipi Anda.

Jika kulit tidak segera kembali ke posisi semula atau muncul kerutan halus saat dicubit, kemungkinan besar kulit Anda sedang mengalami dehidrasi. Jika kulit terasa kasar namun tetap kenyal saat ditekan, maka kemungkinan besar Anda memiliki jenis kulit kering.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inilah Salah Satu Langkah Sektor Jasa Bisa Tembus Pasar Global

Peluang merambah pasar global di ragam bidang jasa, mulai dari jasa fasilitas manajemen hingga jasa digital terbuka via TEI.

4 Penyebab Otot Tidak Berkembang Meski Rajin Olahraga, Salah Satunya Kurang Tidur

Kali ini MomsMoney akan membagikan informasi tentang 4 penyebab otot tidak berkembang meski rajin olahraga. Simak, ya.  

BMKG Beri Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, Daerah Ini Masuk Kategori Awas

Kali ini, wilayah yang masuk dalam kategori awas cukup mendominasi. Jumlahnya cukup besar dibandingan kategori siaga dan waspada.

4 Buku Financial Freedom Terbaik yang Wajib Anda Baca

Bagi Anda yang ingin mulai melangkah menuju kemandirian finansial, berikut adalah 4 buku financial freedom terbaik yang wajib Anda baca.

Upaya Mengembangkan Koperasi Bukan Sekadar Simpan Pinjam Semata

Kementerian Koperasi mendorong koperasi untuk mulai berani merambah sektor-sektor strategis seperti produksi, distribusi hingga keuangan.

Tetap Bugar di Tengah Kesibukan! Ini 7 Pola Makan Hidup Sehat untuk Pekerja Kantoran

Penerapan pola makan hidup sehat sangat penting untuk menjaga kebugaran pekerja kantoran jangka panjang. Ketahui tips lengkapnya di sini.

Bitcoin Rebound, Inflasi AS jadi Penentu Peluang Menguji US$ 87.000

Data inflasi AS yang dirilis Rabu (14/10) akan menjadi katalis penting bagi pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Moms, Ini 6 Sinyal Bahaya yang Menunjukkan Kesehatan Mental Anak sedang Terganggu

Anak tidak selalu bisa mengungkapkan perasaan lewat kata-kata. Ini 6 tanda masalah kesehatan mental anak agar Moms bisa memberikan solusi tepat.

Bukannya Segar, Ini 6 Akibat Tidur Terlalu Lama untuk Tubuh Termasuk Penyakit Jantung

Memiliki durasi tidur melebihi 9 jam bisa memicu gangguan metabolisme dan nyeri fisik. Ketahui akibat tidur terlalu lama untuk kesehatan di sini.

Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok (13/10) dan Lusa, Suhu Tertinggi Capai 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah 13-14 Oktober didominasi berawan, dengan suhu tertinggi mencapai 37°C di Klaten.