MOMSMONEY.ID - Memiliki kulit yang kering namun berminyak di saat bersamaan sering kali membuat banyak orang merasa bingung dalam memilih produk perawatan.
Kondisi ini secara dermatologis dikenal sebagai kulit dehidrasi yang berminyak, di mana lapisan pelindung kulit atau skin barrier mengalami kerusakan sehingga tidak mampu mengunci kelembaban.
Kulit yang berminyak di permukaan namun kering di dalam adalah tanda bahwa kulit sedang berekompensasi secara berlebihan untuk melindungi dirinya.
Baca Juga: 4 Gejala PCOS yang Jarang Disadari Wanita, Cek Sekarang!
Ketika kulit kehilangan air, maka kelenjar sebasea akan memproduksi lebih banyak minyak untuk mencegah penguapan lebih lanjut. Memahami akar masalah ini sangat penting agar Anda tidak terjebak dalam siklus perawatan yang salah.
Melansir Healthline dan Medical News Today, berikut adalah 4 penyebab kulit kering tapi berminyak yang wajib Anda tahu.
1. Kerusakan skin barrier akibat penggunaan sabun wajah yang keras
Penyebab paling sering dari kulit kering tapi berminyak adalah penggunaan pembersih wajah yang terlalu kuat atau mengandung bahan deterjen yang tinggi.
Banyak orang dengan kulit berminyak cenderung memilih sabun yang memberikan sensasi kesat setelah mencuci muka. Namun, tindakan ini justru bisa mengikis lemak dan pelembab alami yang berfungsi menjaga keutuhan skin barrier.
Saat lapisan pelindung ini rusak, air di dalam sel kulit akan menguap dengan cepat dan menyebabkan bagian dalam kulit terasa kering sekaligus kencang.
Sebagai respons darurat, kulit pun akan memompa minyak dalam jumlah besar ke permukaan untuk menutupi retakan pada lapisan pelindung tersebut. Akibatnya, wajah terlihat sangat berminyak meskipun jenis kulit Anda kering.
2. Eksfoliasi berlebihan
Eksfoliasi memang penting untuk mengangkat sel kulit mati, namun melakukannya terlalu sering dapat menjadi bumerang.
Penggunaan chemical exfoliator (seperti AHA dan BHA) atau scrub fisik yang terlalu kasar setiap hari akan menghilangkan lapisan pelindung teratas kulit secara paksa.
Hal ini tidak hanya membuat kulit menjadi sangat sensitif dan kering secara internal, tetapi juga memicu kelenjar minyak untuk bekerja lebih aktif sebagai mekanisme pertahanan diri.
Kulit yang mengalami over-exfoliation biasanya akan terlihat sangat mengkilap namun terasa perih, merah, dan ketarik. Ini menandakan bahwa kulit telah kehilangan kemampuan alaminya untuk menahan kadar air.
Baca Juga: 13 Makanan yang Mengandung Kalsium Lebih Banyak dari Segelas Susu
3. Kurang hidrasi dan penggunaan pelembab yang tidak tepat
Banyak pemilik kulit berminyak sering kali menghindari penggunaan pelembab karena takut wajah akan semakin mengkilap. Padahal, kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi berupa air, bukan minyak tambahan.
Ketika Anda melewatkan pelembab, kulit akan mengalami dehidrasi kronis. Dehidrasi adalah kondisi kekurangan air, sedangkan berminyak berkaitan dengan produksi lemak.
Tanpa asupan air yang cukup dari produk skincare yang tepat (seperti hyaluronic acid atau glycerin), kulit akan meminta bantuan dengan cara memproduksi lebih banyak sebum.
Inilah yang menyebabkan kulit tampak berminyak secara visual, namun secara struktural sangat kekurangan cairan alias kekeringan.
4. Faktor lingkungan yang ekstrem dan paparan udara kering
Lingkungan tempat Anda beraktivitas memegang peranan besar dalam menentukan kondisi kulit Anda lho, Moms.
Paparan pendingin ruangan (AC) yang terus-menerus atau cuaca yang sangat panas dapat menyerap kelembaban alami dari permukaan kulit secara perlahan.
Udara yang kering akan menarik air keluar dari epidermis, sehingga membuat lapisan kulit bagian dalam menjadi layu dan kering.
Untuk melindungi diri dari ancaman kekeringan akibat faktor eksternal ini, kulit akan memproduksi lapisan minyak tebal sebagai perisai pelindung. Akibatnya, Anda mungkin merasa wajah sangat berminyak di sore hari, padahal di pagi hari kulit terasa kaku dan pecah-pecah karena dehidrasi akibat lingkungan yang tidak bersahabat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News