MOMSMONEY.ID - Canva memperkenalkan AI Canva 2.0. Fitur ini meluncur setelah melalui riset mendalam. Alhasil, proses desain di Canva bisa berjalan lebih cepat.
Berdasarkan keterangan tertulis Canva, Jumat (17/4), di inti Canva AI 2.0 terdapat laboratorium Frontier AI Lab Canva yang berkembang pesat. Lebih dari 100 peneliti dalam Canva Original Research and Exploration (CORE) mengembangkan generasi baru model fondasi multimodal yang dirancang khusus untuk kebutuhan desain.
Investasi ini mendorong percepatan signifikan dalam riset Canva. Generasi pertama model Canva membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk dikembangkan.
Kini, model baru dapat dilatih, dievaluasi, dan diimplementasikan hanya dalam waktu sekitar satu bulan, berkat kemajuan dalam infrastruktur pelatihan, arsitektur model, serta sistem closed-loop reinforcement learning.
Saat ini, upaya riset Canva mencakup seluruh spektrum visual AI – mulai dari gambar, video, dan style transfer, hingga pembuatan dan evaluasi desain terstruktur.
Model proprietary Canva dioptimalkan tidak hanya untuk kualitas hasil, tetapi juga untuk kecepatan, kemudahan penyuntingan, serta relevansi dengan alur kerja di dunia nyata.
Baca Juga: Terungkap, Cara Canva Magic Layers Ubah Gambar Jadi Desain Dinamis
Model-model Canva kini hingga 7x lebih cepat dan 30x lebih hemat biaya dibandingkan alternatif frontier serupa:
- Canva Proteus, yang mendukung Style Transfer, 2x lebih cepat dan 23x lebih hemat biaya.
- Canva Lucid Origin, yang mendukung pembuatan gambar, 5x lebih cepat dan 30x lebih hemat biaya.
- Canva I2V, yang mendukung transformasi gambar menjadi video, 7x lebih cepat dan 17x lebih hemat biaya.
Untuk mendukung skala inovasi ini, Canva membangun AI stack yang terintegrasi secara vertikal, termasuk pelatihan mandiri (self-hosted training), pipeline reinforcement learning berskala besar, serta infrastruktur inferensi yang dioptimalkan, guna menghadirkan teknologi ini kepada lebih dari seperempat miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.
Ekspansi di seluruh ekosistem AI
Sebagai bagian dari peluncuran hari ini, Canva juga mengumumkan pendalaman kolaborasinya dengan Anthropic, dengan menghadirkan kekuatan Design Engine dan Visual Suite Canva langsung ke dalam Claude.
Hal ini menandai babak baru dalam kemitraan jangka panjang antara kedua perusahaan, sekaligus mempercepat strategi Canva untuk menghadirkan platformnya di setiap titik di mana ide-ide diciptakan.
Baca Juga: AI Canva 2.0: Kini Otomatiskan Riset, Desain, Hingga Penjadwalan
Para pengguna kini dapat membawa berbagai artefak dari platform AI terkemuka, termasuk Claude dan ChatGPT, langsung ke Canva.
Dari sana, konten tersebut dapat langsung diedit dan dikolaborasikan menggunakan editor drag-and-drop khas Canva, serta dipublikasikan sebagai situs web yang berfungsi penuh hanya dalam beberapa klik.
Selain Canva AI 2.0, Canva juga menghadirkan Canva Offline, salah satu fitur yang paling banyak diminta, yang memberi kebebasan untuk tetap berkarya tanpa bergantung pada koneksi internet. Canva Offline memungkinkan Anda terus berkreasi tanpa internet.
Tersedia gratis untuk semua pengguna, fitur ini memungkinkan Anda menyimpan desain untuk digunakan secara offline dan akan menyinkronkan pembaruan secara otomatis saat Anda kembali terhubung
Fitur ini bekerja di berbagai format dan perangkat, tanpa aplikasi tambahan atau biaya; cukup pilih “Make available offline,” dan Anda siap melanjutkan.
Baik saat bepergian maupun berada di area dengan koneksi terbatas, Canva memastikan Anda tetap dapat berkarya tanpa hambatan.
Fitur ini dirancang untuk menghilangkan batasan ketergantungan pada koneksi internet, sebuah terobosan yang relevan bagi pelaku UMKM, kreator, pelajar, dan profesional di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News