MOMSMONEY.ID - Asam urat dan sakit ginjal adalah kondisi kesehatan yang saling berkaitan erat. Keduanya dapat memengaruhi satu sama lain dan meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut.
Anna Gaddy, dokter nefrologi dari Mykidneydiseaseteam.com memaparkan bahwa asam urat adalah salah satu jenis radang sendi kronis. Kondisi ini muncul ketika terjadi penumpukan asam urat yang berlebihan di dalam darah dan menyebabkan terbentuknya kristal urat tajam di sendi-sendi. Tanpa pengobatan, asam urat akut dapat memburuk dan berkembang menjadi asam urat kronis.
Seiring berjalannya waktu, lebih banyak sendi yang bisa terdampak dan kerusakan sendi permanen dapat terjadi. Asam urat juga meningkatkan risiko komplikasi seperti batu ginjal, penyakit ginjal, bahkan gagal ginjal.
Baca Juga: Sendi-Sendi Lansia Rentan Rusak Akibat Penumpukan Kristal Asam Urat
Apakah asam urat & sakit ginjal saling berkaitan?
Kedua kondisi ini sangat berkaitan erat karena ginjal berfungsi menyaring asam urat dari darah. Keduanya dapat menjadi penyebab atau faktor risiko bagi satu sama lain.
Faktanya, sekitar 1 dari setiap 10 orang yang didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis juga mengidap penyakit asam urat. Bahkan, lebih banyak lagi penderita penyakit asam urat yang mengalami gangguan fungsi ginjal pada tingkat tertentu.
Penyakit asam urat berhubungan dengan beberapa jenis penyakit ginjal karena kristal urat berpotensi merusak jaringan ginjal. Jenis penyakit ginjal langka yang disebut complement C3 glomerulopathy (C3G) dapat menyebabkan penyakit asam urat.
Kondisi ini terjadi ketika ginjal tidak mampu membuang asam urat dalam jumlah yang cukup, sehingga kristal menumpuk di sendi-sendi seperti pada ibu jari kaki. Kristal asam urat yang sama menyebabkan nyeri sendi dan memicu terbentuknya batu ginjal.
Batu-batu ini dapat menyebabkan infeksi, jaringan parut, dan kerusakan ginjal jika tidak ditangani.
Cara menangani asam urat & penyakit ginjal
Menangani asam urat dan penyakit ginjal bisa menjadi hal yang rumit. Kedua kondisi ini memiliki faktor risiko yang sama, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan batu ginjal yang dapat membuat pengobatan menjadi lebih kompleks.
Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat membantu mengatasi dua kondisi ini:
1. Diskusikan semua obat dengan dokter
Beberapa obat untuk asam urat dan penyakit ginjal dapat berinteraksi dengan cara yang memengaruhi fungsi ginjal atau memperparah serangan asam urat. Contohnya kolkisin, obat asam urat ini perlu disesuaikan dosisnya bagi penderita penyakit ginjal guna mencegah efek samping seperti kelemahan otot.
Obat alopurinol merupakan terapi penurun kadar asam urat yang dimulai dengan dosis rendah dan ditingkatkan secara bertahap. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) sering kali dihindari karena dapat membahayakan ginjal.
2. Jaga kesehatan
Jika menderita penyakit ginjal sekaligus asam urat, penting untuk menjaga kadar gula darah dan tekanan darah dalam kisaran yang sehat. Hal ini bisa menjadi tantangan karena beberapa obat tekanan darah yang umum digunakan seperti diuretik dan penghambat beta kurang ideal bagi penderita asam urat.
Dokter perlu mencari alternatif lain untuk mengelola kesehatan tanpa memperburuk penyakit ginjal atau asam urat.
3. Ubah pola makan
Purin adalah zat alami yang terdapat di dalam tubuh dan makanan tertentu. Saat tubuh mengurainya, zat ini berubah menjadi asam urat yang biasanya dikeluarkan melalui urin.
Mengonsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, kerang-kerangan, dan jenis ikan tertentu dapat meningkatkan kadar asam urat. Fokuslah mengonsumsi biji-bijian utuh, buah dan sayuran segar.
Selain menjalani diet khusus ginjal, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana personal guna mencegah penumpukan asam urat sekaligus menjaga asupan nutrisi yang baik.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Masih Boleh Makan Udang, Ini Batas Amannya!
4. Berolahraga secara teratur
Idealnya, lakukan olahraga lima hari dalam seminggu dengan durasi minimal 30 menit setiap sesinya. Jika kondisi fisik belum memungkinkan untuk berolahraga, diskusikan dengan tim medis mengenai aktivitas yang sesuai dengan kondisi Anda.
Dokter juga bisa merujuk Anda ke fisioterapis atau ahli lain yang dapat membantu menentukan jenis olahraga yang tepat bagi Anda. Inilah informasi mengenai cara menangani asam urat dan penyakit ginjal yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News