MOMSMONEY.ID - Kolesterol tinggi dan kenaikan berat badan seringkali dikaitkan. Kolesterol adalah zat lemak yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil untuk membangun sel dan memproduksi hormon.
Deebanshu Gupta, dokter kardiologi dari Onlymyhealth.com, menyebutkan, memiliki tubuh kurus bukan berarti seseorang lebih sehat dibandingkan individu yang mengalami obesitas. Setiap individu dengan tipe tubuh apa pun bisa mengalami kolesterol tinggi.
Terlebih, bila Anda menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu yang bertubuh kurus atau memiliki berat badan normal mengalami kolesterol tinggi:
Baca Juga: Minum Air Apa yang Bisa Turunkan Kolesterol ya? Pilihan Berikut Bisa Jadi Obat Alami
1. Genetika
Salah satu penyebab seseorang mengalami kolesterol tinggi adalah faktor genetik. Familial hypercholesterolemia merupakan kelainan genetik yang diwariskan dari orang tua atau kerabat yang menyebabkan penderitanya memiliki kadar LDL atau kolesterol jahat yang tinggi.
Kondisi ini biasanya muncul sejak lahir atau pada usia dini. Jika tidak didiagnosis dan ditangani, Familial hypercholesterolemia dapat menyebabkan serangan jantung dini serta berbagai penyakit kardiovaskular.
2. Pola makan tidak sehat
Orang yang bertubuh kurus bisa menjaga kesehatan dengan memilih makanan yang bergizi. Meski demikian, pilihan makanan yang dianggap sehat pun terkadang dapat memengaruhi kadar kolesterol jika tidak dikonsumsi dengan bijak.
Banyak produk di pasaran yang memberikan klaim rendah kolesterol. Namun, beberapa produk tersebut tetap mengandung lemak jenuh dan lemak trans dalam jumlah tinggi.
Kandungan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah.
3. Kurangnya aktivitas fisik
Gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan kurang bergerak dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Maka dari itu, penting untuk melakukan olahraga setidaknya 5 kali dalam seminggu selama 30 menit.
4. Merokok
Banyak penyakit dipicu oleh kebiasaan merokok, salah satunya adalah kolesterol tinggi. Merokok meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida yang kemudian menyebabkan penumpukan di dalam pembuluh darah arteri.
Selain itu, merokok juga menurunkan kadar kolesterol baik. Fungsi utama HDL adalah menyerap kolesterol dan membawanya kembali ke hati, sehingga mencegah LDL menyumbat pembuluh darah arteri.
Kebiasaan merokok berat tidak hanya meningkatkan risiko seseorang terkena kolesterol tinggi.
Baca Juga: Kolesterol Jahat Naik? Kenali Makanan Berikut, Bantu Cegah Risiko Penyakit Jantung
5. Usia mengubah kadar kolesterol
Kadar kolesterol cenderung berubah seiring bertambahnya usia. Cara tubuh memproses kolesterol juga dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon.
Bagi perempuan, kadar kolesterol dapat mengalami perubahan di sekitar masa menopause maupun setelahnya yang menyebabkan kolesterol tinggi.
6. Kondisi medis tertentu
Kondisi medis tertentu dapat memengaruhi metabolisme kolesterol. Sebagai contoh, kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dapat menyebabkan peningkatan kolesterol.
Diabetes, penyakit ginjal, dan beberapa gangguan hati dapat memengaruhi kadar lipid dalam darah.Jika kadar kolesterol tiba-tiba meningkat tanpa adanya perubahan gaya hidup yang jelas, dokter akan mencari penyebab medis yang mendasarinya.
7. Obat-obatan memengaruhi kolesterol
Beberapa jenis obat dapat mengubah kadar kolesterol atau trigliserida. Dampaknya bergantung pada jenis obat yang dikonsumsi dan kondisi masing-masing individu.
Jika kadar kolesterol berubah setelah mulai mengonsumsi obat baru, jangan menghentikan pengobatan atas inisiatif sendiri. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik. Sekian alasan orang kurus mengalami penyakit kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News