M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kolesterol Tinggi Karena Apa? Ternyata Ini Beberapa Penyebabnya

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Kolesterol yang tinggi dapat memicu penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk waspada dan menjaga kadar kolesterol tetap di batas normal. Namun, kolesterol tinggi karena apa sebenarnya?

Pada kesempatan kali ini, MomsMoney akan membahas beberapa penyebab kolesterol tinggi. Simak di bawah ini, ya.

1. Pola makan

Pola makan yang tinggi lemak dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Mengurangi konsumsi lemak dalam makanan dapat membantu mengelola kadar kolesterol. Penting untuk membatasi makanan yang mengandung:

  • Kolesterol: Terdapat dalam makanan hewani, daging, dan keju.
  • Lemak Jenuh: Ditemukan pada beberapa jenis daging, produk susu, cokelat, serta makanan yang dipanggang dan digoreng.
  • Lemak Trans: Biasanya ada pada beberapa makanan yang digoreng dan diproses.

Baca Juga: 10 Pilihan Buah yang Bagus untuk Kolesterol, Bantu Turunkan LDL

2. Kurang aktif gerak

Gaya hidup yang tidak aktif dapat berkontribusi pada kolesterol tinggi. Studi tahun 2015 menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak duduk memiliki kadar LDL dan kolesterol total yang lebih tinggi.

Sebaliknya, mereka yang aktif secara fisik cenderung memiliki kadar kolesterol HDL (baik) yang lebih tinggi.

3. Konsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa obat bisa menyebabkan kadar kolesterol meningkat, seperti:

  • Obat antihipertensi
  • Beta-blocker
  • Danazol
  • Retinoid
  • Antipsikotik
  • Antikonvulsan
  • Imunosupresan
  • Obat antivirus
  • Interferon

Obat-obatan ini dapat mempengaruhi kadar kolesterol dengan mengubah cara tubuh mengolah lemak. Antipsikotik juga bisa menyebabkan peningkatan kolesterol karena meningkatkan berat badan. Untuk menghindari peningkatan kolesterol akibat obat, konsultasikan dengan dokter Anda.

Baca Juga: Catat, ya! Inilah Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan

4. Kehamilan

Selama kehamilan, peningkatan kadar kolesterol sebesar 30% hingga 40% adalah hal yang biasa. Ini karena kolesterol penting untuk perkembangan janin. Kadar kolesterol tinggi selama kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen dan progesteron, laktogen plasenta, serta resistensi insulin.

Namun, kadang-kadang kolesterol bisa meningkat terlalu tinggi selama kehamilan, kondisi ini dikenal sebagai hiperkolesterolemia gestasional.

5. Penurunan berat badan yang cepat

Dikutip dari Healthline, penurunan berat badan yang cepat juga dapat menyebabkan lonjakan kolesterol.

Studi tahun 2019 menunjukkan bahwa pada beberapa orang yang mengalami penurunan berat badan drastis dengan diet rendah kalori, kadar kolesterol LDL meningkat sementara sebelum kembali normal. Perubahan metabolisme selama penurunan berat badan mungkin menjadi penyebabnya.

Baca Juga: Daftar Snack Sehat untuk Diet yang Layak Dicoba, Ada 17 Pilihan lo

6. Konsumsi kopi berlebihan

Kopi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol. Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa minum sekitar empat espresso per hari dapat meningkatkan kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat).

Dua senyawa dalam kopi yang disebut kafestol dan kahweol dapat mempengaruhi kadar kolesterol. Espresso mengandung lebih banyak senyawa tersebut dibandingkan kopi saring. Jadi, membatasi konsumsi espresso bisa membantu mengurangi risiko kolesterol tinggi.

7. Stres psikologis

Studi tahun 2017 menunjukkan bahwa stres psikologis dapat meningkatkan kadar LDL dan kolesterol total, kemungkinan karena hormon kortisol yang meningkat saat stres.

Kortisol tinggi dapat meningkatkan kolesterol dalam tubuh. Untuk mengurangi dampak stres pada kolesterol, coba teknik manajemen stres seperti olahraga, meditasi, atau latihan pernapasan.

Baca Juga: Perhatikan! Ini 5 Gejala Asam Urat pada Kaki yang Penting untuk Dikenali

8. Merokok

Merokok juga bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Nikotin dalam rokok meningkatkan produksi kolesterol LDL dengan merangsang pelepasan neurotransmitter bernama katekolamin, yang mempercepat pemecahan lipid dan produksi kolesterol.

Sebuah artikel tahun 2021 menjelaskan bahwa nikotin memasuki darah melalui paru-paru dan meningkatkan kadar katekolamin, yang pada gilirannya meningkatkan kolesterol LDL.

9. Faktor genetik

Melansir dari Medical News Today, beberapa orang mengalami kolesterol tinggi karena faktor genetik. Kondisi yang disebut hiperkolesterolemia familial adalah penyakit bawaan yang menyebabkan kadar kolesterol LDL dalam darah meningkat.

Baca Juga: Apakah Kopi Menyebabkan Kolesterol dalam Tubuh? Yuk, Cek Faktanya di Sini

Itulah jawaban dari pertanyaan, kolesterol tinggi karena apa? Penyebab kolesterol tinggi beragam. Ada yang disebabkan oleh pola makan hingga faktor genetik. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hiplay Playground Bawa Si Juki hingga Bona & Friends Lebih Dekat ke Keluarga

​Hiplay Playground menjadi salah satu wadah yang mempertemukan IP lokal dengan masyarakat, brand dan pelaku industri kreatif.

Penasaran Kondisi Gigi Lebih Detail? Klinik Ini Punya Teknologi 3D

​Memasuki usia ke-13, OMDC Group mengembangkan layanan pemeriksaan gigi dengan menggunakan teknologi 3D CBCT.

Bakal Cerah dan Berawan, Begini Prakiraan Cuaca Banten di Akhir Pekan

​BMKG memperkirakan cuaca besok di seluruh wilayah Banten akan cerah, sementara lusa akan cerah dan berawan.

Mau Perut Rata & Tubuh Langsing? Coba 5 Ramuan Alami untuk Menurunkan Berat Badan Ini

Ingin hempas lemak perut secara aman? Temukan pilihan ramuan alami untuk menurunkan berat badan yang mudah dibuat di rumah.

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta di Akhir Pekan, Cerah hingga Berawan

​BMKG memperkirakan cuaca besok di seluruh wilayah DKI Jakarta akan cerah, sementara lusa akan didominasi cuaca berawan.

Tak Cuma jadi Pendamping Mi, Coba 5 Cara Menikmati Kimchi yang Unik dan Lezat

Ubah kimchi jadi hidangan istimewa lewat 5 pilihan cara menikmati kimchi yang mudah dibuat sendiri di rumah.  

YUPI Bagi Dividen Interim, Segini Potensi Yield Dividen

YUPI akan membagikan dividen interim Rp 17,01 per saham. Potensi yield sekitar 1,28% berdasarkan harga saham 21 Agustus 2026.

Alfamidi Gandeng UMKM hingga Pekerja Disabilitas

Alfamidi juga menggandeng lebih dari 1.000 UMKM untuk memperluas akses produk lokal ke gerai ritel modern. 

Katalog Promo JSM Alfamidi 21-23 Agustus 2026, Produk Home Care Diskon hingga 40%

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 21-23 Agustus 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.

Perbandingan Spread Harga Jual-Buyback Emas Hari Ini, Galeri 24 Menipis

Spread emas pada 21 Agustus 2026 sebagian besar menyempit. Galeri 24 mencatat penyusutan terbesar,  Pegadaian dan HRTA spread paling kecil.