MOMSMONEY.ID - Benarkah makan kol goreng bikin kolesterol tinggi? Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Food Chemistry menguji kol, kentang, tomat dan terong yang direbus dalam air, digoreng dengan teknik deep- rying, atau ditumis menggunakan EVOO.
Penelitian tersebut menemukan bahwa kandungan lemak dalam sayuran meningkat setelah digoreng atau ditumis. Kadar fenol antioksidan di dalamnya juga lebih tinggi.
Hal ini terjadi karena selama proses memasak, sayuran menyerap sebagian antioksidan yang terkandung dalam minyak bersamaan dengan sebagian lemaknya.
Libby Mills, dokter ahli gizi dari Bswhealth.com, menjelaskan, bahan pangan yang direbus memiliki kadar fenol yang hampir sama dengan saat masih mentah.
Namun, dengan kandungan lemak yang jauh lebih rendah dibandingkan metode yang menggunakan minyak.
Baca Juga: Kadar Kolesterol Turun Saat Makan Sehari Sekali, Cek Kebenarannya di Sini!
Mengapa kol goreng bisa meningkatkan kolesterol tinggi?
Jenis sayuran yang sering digoreng meliputi kol, brokoli, jamur, dan bayam. Menumis sayuran dapat meningkatkan konsentrasi lutein dan beta-karoten pada beberapa jenis sayuran.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa konsumsi kol goreng perlu dibatasi:
1. Meningkatkan asupan lemak dan kalori
Kol goreng yang dimasak dengan banyak minyak,akan menyerap minyak dalam jumlah besar. Sehingga, meningkatkan asupan kalori dan lemak.
Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kolesterol tinggi, obesitas, hipertensi, dan kanker.
2. Mengurangi nilai gizi
Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K akan rusak selama proses penggorengan. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penurunan fungsi penglihatan, gangguan kulit, dan masalah kesuburan.
3. Terbentuknya zat berbahaya
Minyak yang dipanaskan secara berlebihan dapat menghasilkan senyawa berbahaya, seperti akrilamida. Senyawa ini bersifat karsinogenik dan dapat meningkatkan risiko kanker.
4. Mengandung kolesterol dan lemak trans
Menggoreng kol menggunakan minyak yang telah dipakai berulang kali dapat menyebabkan sayuran tersebut mengandung kolesterol dan lemak trans. Keduanya dapat memicu kadar kolesterol tinggi, hipertensi, dan stroke.
Mengapa menggoreng kol dengan teknik deep frying tidak aman?
Teknik deep frying melibatkan perendaman makanan ke dalam minyak yang dipanaskan hingga suhu 170-190°C. Pada suhu setinggi itu, kadar air dalam makanan akan menguap dengan cepat, menciptakan lapisan luar yang renyah.
Namun di balik tekstur yang renyah, kandungan nutrisinya justru rusak. Vitamin C dan vitamin B kompleks bersifat sensitif terhadap panas, sehingga akan hancur saat terpapar minyak panas.
Masalah lainnya adalah penyerapan minyak. Banyak jenis sayuran yang menyerap lemak dalam jumlah besar, sehingga membuat asupan kalori melonjak.
Jika dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang, kol goreng dapat memicu kenaikan berat badan, kadar kolesterol tinggi, serta berbagai masalah kardiovaskular. Selain itu, saat sayuran yang mengandung pati digoreng dapat terbentuk akrilamida yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.
Baca Juga: Kolesterol Jahat Anjlok Hanya dengan Memilih Makanan Bernutrisi & Kaya Serat
Sayuran yang sebaiknya tidak digoreng dengan teknik deep frying
Sayuran yang sebaiknya tidak digoreng dengan teknik deep frying yakni:
1. Kentang
Kentang adalah sayuran yang paling sering digoreng, namun sekaligus yang paling berisiko. Kandungan pati yang tinggi membuat kentang rentan menghasilkan akrilamida saat dimasak dengan suhu tinggi.
Kentang goreng maupun keripik kentang secara khusus mengandung kadar senyawa ini yang cukup tinggi. Memanggang kentang di oven atau menggunakan air fryer merupakan alternatif yang lebih aman.
Anda tetap mendapatkan tekstur renyah tanpa tambahan minyak berlebih maupun risiko kesehatan.
2. Kol dan terong
Saat digoreng, kol dan terong akan menyerap minyak dalam jumlah besar layaknya spons. Hasilnya, hidangan tersebut menjadi sarat akan lemak dan kalori yang tidak diperlukan oleh tubuh.
Selain itu, proses menggoreng juga menghilangkan sebagian besar antioksidan yang terkandung dalam terong dan kol.
3. Okra
Okra secara alami mengandung serat larut dan lendir yang keduanya sangat baik untuk pencernaan serta pengendalian gula darah. Sayangnya, menggoreng dengan minyak banyak akan merusak senyawa tersebut dan mengurangi nilai gizi.
Sebagai gantinya, mengukus atau memanggang okra di wajan dapat mempertahankan manfaat kesehatannya sekaligus menjaga cita rasanya tetap lezat.
Baca Juga: Penurunan Berat Badan 5% Bikin Kolesterol Jahat Anjlok Drastis
4. Tomat
Tomat kaya akan vitamin C dan likopen, yaitu antioksidan yang kuat. Jika digoreng dengan minyak banyak, tomat akan kehilangan sebagian besar vitamin C dan menyerap banyak minyak.
Pilihan yang lebih baik adalah mengonsumsi tomat mentah dalam salad, menumisnya sebentar untuk saus, atau memanggangnya secara perlahan guna mengeluarkan rasa manis alaminya tanpa kehilangan nutrisi.
5. Sayuran hijau (bayam dan kale)
Sayuran hijau tidak cocok diolah dengan cara digoreng menggunakan banyak minyak. Sayuran ini akan cepat menyusut, kehilangan vitamin dan menyerap lemak dalam jumlah yang tidak sehat.
Merebus sebentar, mengukus, atau menumis sayuran hijau jauh lebih efektif untuk menjaga kandungan nutrisinya. Sehingga, Anda tetap memperoleh manfaat dari serat, zat besi, dan antioksidan yang terkandung di dalamnya.
Menggoreng dengan banyak minyak mungkin dapat meningkatkan cita rasa, tetapi akan mengorbankan nilai gizinya. Itulah berbagai jenis sayuran yang sebaiknya tidak digoreng karena menyebabkan kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News