MOMSMONEY.ID - Apakah berat badan berlebih sudah pasti kolesterol tinggi? Berat badan berlebih atau obesitas meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Baran Erdik, dokter penyakit dalam dari Everywell.com, mengungkapkan, kondisi kolesterol tinggi terjadi ketika darah mengandung kadar kolesterol yang berlebihan. Hiperlipidemia dan dislipidemia adalah istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan kolesterol tinggi dan kadar lipid yang tidak normal.
Kolesterol terdapat dalam membran sel dan sangat penting agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Hati akan memproduksi seluruh kolesterol yang dibutuhkan tubuh.
Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit Kolesterol: Tes Darah Sederhana Cegah Serangan Jantung
Pola makan tinggi kolesterol juga dapat menyebabkan obesitas. Obesitas dan kolesterol tinggi sama-sama dikaitkan dengan konsumsi kolesterol yang berlebihan. Kolesterol tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis, yaitu kondisi ketika pembuluh darah arteri mengeras dan menebal.
Aterosklerosis meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.
Apa pengaruh kolesterol tinggi terhadap berat badan?
Bukan kolesterol yang memicu kenaikan berat badan. Melainkan, kecenderungan makanan tinggi kolesterol juga tinggi kalori dan lemak jenuh. Beberapa makanan tinggi kolesterol seperti telur, belum tentu buruk bagi kesehatan.
Makanan tersebut justru bisa membantu menurunkan berat badan jika dikombinasikan dengan diet defisit kalori. Lipoprotein densitas rendah atau kolesterol LDL bertugas mengangkut kolesterol ke seluruh tubuh dan menjadi penyebab plak vaskular.
Lipoprotein densitas tinggi atau kolesterol HDL bertugas mengumpulkan kolesterol dalam aliran darah dan mengembalikannya ke hati. Individy dengan kadar kolesterol LDL yang tinggi lebih cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) dan rasio berat badan terhadap tinggi badan (WHtR) yang tinggi.
Semua hubungan ini menunjukkan bahwa berat badan yang sehat berhubungan dengan kadar kolesterol yang sehat.
Baca Juga: Bahaya Anxiety Kronis Bikin Kolesterol Jahat Melonjak dan Memicu Stroke
Bagaimana obesitas meningkatkan risiko kolesterol tinggi?
Obesitas merupakan faktor risiko kolesterol tinggi. Beberapa makanan yang dikonsumsi seperti makanan cepat saji biasanya tinggi lemak jenuh. Makanan-makanan ini dapat meningkatkan kolesterol LDL dan menyebabkan kenaikan berat badan.
Selain itu, banyak faktor yang menyebabkan obesitas juga menyebabkan kolesterol tinggi, seperti:
- Diabetes Melitus
- Hipotiroidisme
- Konsumsi alkohol yang tinggi
- Merokok
Obesitas juga dapat meningkatkan risiko dislipidemia karena produksi VLDL yang berlebihan di hati, penurunan lipolisis trigliserida yang beredar, dan pembentukan LDL padat.
Apakah penurunan berat badan dapat menurunkan kolesterol?
Penurunan berat badan bantu mengurangi kolesterol. Menurunkan berat badan 5-10% saja dapat memperbaiki kadar kolesterol LDL. Namun, jika Anda sangat kelebihan berat badan atau obesitas, mungkin akan lebih bermanfaat untuk berupaya menurunkan berat badan lebih banyak lagi.
Penurunan berat badan yang lebih besar dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL yang lebih signifikan. Sesi olahraga berlangsung cukup lama dan intens bantu meningkatkan pembakaran kalori selama beberapa jam setelah sesi olahraga berakhir.
Rutinitas olahraga aerobik jangka panjang seperti berjalan kaki, berlari, lompat tali, dan latihan lain yang memacu jantung dapat meningkatkan tingkat metabolisme basal seseorang.
Orang dewasa yang sehat sebaiknya menargetkan 150 menit latihan aerobik intensitas sedang per minggu dan dua sesi latihan penguatan otot per minggu.
Baca Juga: Mungkinkah Telur Puyuh Bisa Menyebabkan Kolesterol Tinggi? Ketahui Faktanya, yuk
Konsumsi lebih banyak buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian
Penting untuk mengganti asam lemak jenuh seperti yang ditemukan dalam makanan cepat saji dengan asam lemak tak jenuh yang ditemukan dalam buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan. Makanan tersebut bisa mengatasi masalah berat badan berlebih dan obesitas.
Selain itu, mengganti minuman ringan dengan air putih dikaitkan dengan penurunan berat badan, ukuran pinggang, dan persentase lemak tubuh. Salah satu penyebab umum kenaikan berat badan adalah minuman manis.
Konsumsi minuman ringan menjadi sumber utama kalori tambahan dan gula olahan yang berkontribusi pada kenaikan berat badan. Individu yang mencoba menurunkan berat badan sebaiknya memilih air putih daripada minuman manis.
Secara umum, pria sebaiknya mengonsumsi 3,7 liter air putih per hari dan wanita menargetkan 2,7 liter. Sekitar 80% dari jumlah tersebut harus berasal dari minuman dan 20% dari makanan. Sekian kaitan berat badan berlebih dengan kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News