MOMSMONEY.ID - Musim kemarau mulai meluas di wilayah Indonesia. BMKG mencatat, per 13 April 2026, 7,8% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, bertambah dibanding awal April yang baru 7%.
BMKG memperkirakan, musim kemarau tahun ini lebih kering dan berdurasi lebih panjang dibandingkan dengan kondisi normal.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, dengan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) sekitar +0,28.
Namun demikian, pada semester kedua 2026, BMKG memproyeksikan, kondisi tersebut berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50%–80%.
“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering,” katanya dalam siaran pers, Selasa (14/4).
Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau saat ini, mengutip akun Instagram BMKG, Selasa (14/4):
- Sebagian kecil Aceh
- Sebagian kecil Sumatra Utara
- Sebagian kecil Riau
- Sebagian Kepulauan Riau
- Sebagian kecil Banten
- Sebagian kecil Jawa Barat
- Sebagian kecil Bali
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur
- Sebagian Gorontalo
- Sebagian Sulawesi Tengah
- Sebagian Sulawesi Selatan
- Sebagian Sulawesi Tenggara
- Sebagian Maluku
- Sebagian Papua Barat Daya
Wilayah yang akan memasuki musim kemarau di bulan ini akan bertambah. BMKG mencatat, sebanyak 114 zona musim (ZOM) atau 16,3% wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News