MOMSMONEY.ID - Pengajuan kartu kredit Moms sering ditolak? Cek penyebab paling umum dan solusi logis agar peluang disetujui bank makin besar, yuk.
Pengajuan kartu kredit yang berujung penolakan masih menjadi pengalaman umum bagi banyak masyarakat Indonesia usia produktif.
Di tengah gaya hidup digital dan kebutuhan transaksi non-tunai, kartu kredit kerap dianggap solusi praktis untuk mengatur keuangan.
Namun, bank tidak hanya menilai dari penghasilan, melainkan juga kebiasaan finansial, stabilitas kerja, hingga akurasi data pribadi.
Melansir dari OCBC, proses persetujuan kartu kredit saat ini semakin selektif karena bank harus memastikan calon nasabah mampu mengelola kewajibannya secara bertanggung jawab. Inilah alasan mengapa memahami penyebab penolakan menjadi langkah awal yang penting sebelum mengajukan kembali.
“Penilaian kartu kredit dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan profil risiko dan kelengkapan informasi pemohon,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Denda 3% Menanti! Waspada Risiko Fatal Lewat Batas Bayar Tagihan
Mengapa pengajuan kartu kredit bisa ditolak bank?
Setiap bank memiliki sistem penilaian risiko yang ketat. Penolakan bukan keputusan acak, melainkan hasil analisis dari berbagai aspek keuangan dan non-keuangan pemohon.
Riwayat kredit yang kurang sehat
Catatan kredit menjadi cerminan kebiasaan finansial seseorang. Jika sebelumnya sering terlambat membayar cicilan atau pernah menunggak dalam waktu lama, bank akan menilai risiko gagal bayar cukup tinggi.
Meski kondisi keuangan saat ini sudah membaik, jejak masa lalu tetap menjadi pertimbangan utama.
Skor kredit belum meyakinkan
Skor kredit membantu bank memprediksi kemungkinan pemohon membayar tagihan tepat waktu. Skor yang rendah atau belum terbentuk membuat bank kesulitan membaca pola perilaku keuangan, sehingga pengajuan kartu kredit berpotensi ditolak.
Penghasilan belum sesuai kriteria
Setiap jenis kartu kredit memiliki batas minimum penghasilan. Tujuannya untuk memastikan kemampuan bayar tetap aman dalam jangka panjang. Jika pendapatan belum memenuhi standar, bank akan menilai risiko penggunaan kartu terlalu tinggi.
Dokumen pengajuan tidak lengkap atau tidak sesuai
Kesalahan administratif sering kali menjadi penyebab yang tidak disadari. Data yang tidak sinkron antara formulir dan dokumen pendukung, dokumen buram, atau slip gaji lama bisa langsung menggugurkan pengajuan.
Terlalu sering mengajukan kredit dalam waktu dekat
Bank memantau frekuensi pengajuan kredit. Jika dalam waktu singkat seseorang mengajukan beberapa produk keuangan, hal ini bisa dianggap sebagai sinyal kebutuhan dana mendesak yang berisiko.
Baca Juga: Gaji Belum Naik? Ini 5 Strategi Jitu Agar Permintaan Disetujui Atasan
Pekerjaan belum stabil
Stabilitas pekerjaan mencerminkan kestabilan penghasilan. Status kontrak jangka pendek atau sering berpindah kerja membuat bank lebih berhati-hati karena arus pendapatan dinilai belum konsisten.
Rasio utang sudah terlalu besar
Bank menghitung seberapa besar penghasilan yang sudah digunakan untuk membayar cicilan lain. Jika rasio utang mendekati atau melewati batas aman, bank akan menilai ruang finansial pemohon sudah terbatas.
Tidak memiliki riwayat kredit sama sekali
Banyak orang mengira tidak pernah berutang adalah nilai plus. Kenyataannya, tanpa riwayat kredit, bank tidak memiliki data untuk menilai kedisiplinan pembayaran. Ketidakpastian ini sering berujung penolakan.
Alamat dan kontak sulit diverifikasi
Validitas alamat dan nomor kontak penting untuk keamanan serta administrasi. Data yang tidak dapat diverifikasi membuat bank ragu melanjutkan proses persetujuan.
Data pengajuan tidak akurat
Perbedaan kecil seperti jumlah gaji yang tidak sesuai slip atau nama perusahaan yang berbeda bisa dianggap sebagai ketidaksesuaian informasi. Hal ini langsung menurunkan tingkat kepercayaan bank.
Solusi agar pengajuan kartu kredit lebih mudah disetujui
Penolakan bukan akhir dari segalanya. Ada beberapa langkah realistis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang persetujuan di pengajuan berikutnya.
Baca Juga: Keuntungan Tersembunyi NFC Payment yang Bikin Pengeluaran Terkontrol Rapi
Bangun kembali reputasi kredit secara bertahap
Mulailah dengan disiplin membayar semua cicilan tepat waktu. Konsistensi ini perlahan akan memperbaiki skor kredit dan citra finansial di mata bank.
Jaga rasio utang tetap sehat
Sebelum mengajukan kartu kredit baru, kurangi beban cicilan agar kondisi keuangan terlihat lebih longgar dan seimbang.
Pastikan seluruh data dan dokumen akurat
Gunakan dokumen terbaru dan pastikan semua informasi konsisten. Langkah sederhana ini sering kali menentukan lolos atau tidaknya pengajuan.
Ajukan kredit dengan strategi yang tepat
Hindari mengajukan banyak produk kredit sekaligus. Beri jeda waktu agar profil keuangan terlihat lebih stabil dan tidak terburu-buru.
Pengajuan kartu kredit yang ditolak sejatinya menjadi pengingat untuk mengevaluasi kondisi finansial secara menyeluruh.
Setelah memahami cara bank menilai risiko dan memperbaiki aspek yang masih lemah, peluang persetujuan akan terbuka lebih lebar.
Selanjutnya: IHSG Berpeluang Terkoreksi Terbatas pada Senin (19/1), Simak Proyeksi sahamnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News