MOMSMONEY.ID - Apa itu jatuh tempo dan dampaknya bagi keuangan pribadi? Simak penjelasan lengkap, contoh nyata, risiko, dan tips aman mengelolanya.
Banyak orang merasa penghasilannya selalu kurang, padahal gaji rutin masuk setiap bulan. Masalahnya sering kali bukan pada jumlah uang, melainkan cara mengatur waktu pembayaran kewajiban keuangan.
Salah satu konsep penting yang kerap diabaikan adalah jatuh tempo, padahal satu tanggal yang terlewat bisa berdampak panjang.
Melansir dari Sahabat Pegadaian, jatuh tempo menjadi penentu apakah kondisi keuangan tetap sehat atau justru menimbulkan beban baru.
Ketika seseorang paham dan disiplin terhadap jatuh tempo, risiko denda, stres, dan kredit bermasalah bisa ditekan sejak awal.
“Jatuh tempo bukan sekadar tanggal di kalender, tetapi penanda disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan,” mengutip dari laman Sahabat Pegadaian.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Menuju Finansial yang Lebih Sehat di 2026, Evaluasi Sebelum Membeli
Apa itu jatuh tempo dan kenapa penting?
Jatuh tempo adalah batas waktu terakhir yang ditetapkan untuk menyelesaikan kewajiban keuangan. Kewajiban ini bisa berupa pembayaran tagihan, cicilan pinjaman, pajak, hingga masa berakhirnya investasi.
Jika pembayaran dilakukan sebelum atau tepat di tanggal tersebut, tidak ada konsekuensi tambahan yang harus ditanggung.
Dalam praktik sehari hari, jatuh tempo membantu seseorang mengetahui kapan harus menyiapkan dana. Tanpa pemahaman ini, arus kas menjadi tidak terkontrol dan berpotensi menimbulkan masalah berulang setiap bulan.
Contoh jatuh tempo dalam kehidupan sehari hari
Contoh paling umum adalah pembayaran kartu kredit. Biasanya, jatuh tempo ditetapkan sekitar 15 hari setelah tanggal cetak tagihan.
Jika tagihan dicetak pada tanggal 10, maka batas pembayarannya berada di tanggal 25 bulan yang sama.
Contoh lain bisa ditemukan pada cicilan kendaraan, pembayaran listrik dan internet, hingga jatuh tempo deposito atau obligasi yang menandai waktu pengembalian dana pokok kepada pemiliknya.
Jenis jatuh tempo berdasarkan durasi
Jatuh tempo dapat dibedakan dari lamanya waktu kewajiban tersebut harus diselesaikan.
1. Jatuh tempo jangka pendek
Umumnya berlaku hingga 3 tahun. Contohnya tagihan kartu kredit, pinjaman pribadi, dan surat berharga jangka pendek.
2. Jatuh tempo jangka menengah
Berlaku antara 3 hingga 10 tahun, seperti kredit kendaraan dan pinjaman usaha menengah.
Baca Juga: Kesalahan Finansial Ini Bikin Tabungan Rp50 Juta Anda Mustahil Tercapai
3. Jatuh tempo jangka panjang
Biasanya lebih dari 10 tahun, bahkan bisa mencapai 30 tahun. Contohnya kredit pemilikan rumah dan obligasi pemerintah.
Jenis jatuh tempo berdasarkan objek pembayaran
Selain durasi, jatuh tempo juga dibedakan berdasarkan jenis kewajiban yang dibayarkan.
1. Jatuh tempo pembayaran rutin
Meliputi listrik, air, internet, sewa, dan kartu kredit.
2. Jatuh tempo pinjaman
Batas waktu pembayaran cicilan utang pribadi, kendaraan, maupun pinjaman bisnis.
3. Jatuh tempo pajak
Tanggal terakhir pelaporan dan pembayaran pajak sesuai aturan yang berlaku.
4. Jatuh tempo investasi
Waktu berakhirnya masa investasi ketika dana pokok dikembalikan kepada investor.
Fungsi jatuh tempo bagi kesehatan keuangan
Jatuh tempo memiliki peran besar dalam menjaga kestabilan finansial.
1. Mengatur arus kas lebih rapi
Dengan mengetahui jadwal pembayaran, pengeluaran bisa disesuaikan dengan waktu penerimaan gaji atau pendapatan.
2. Memberi kepastian dalam perencanaan investasi
Investor dapat menyusun strategi keuangan sesuai waktu pencairan dana dari deposito atau obligasi.
3. Menghindari denda dan biaya tambahan
Keterlambatan pembayaran sering disertai denda atau bunga. Pada beberapa produk, denda keterlambatan bisa mencapai 2 hingga 3% dari total tagihan.
4. Menjaga skor kredit tetap aman
Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat bahwa salah satu penyebab utama kredit bermasalah adalah keterlambatan pembayaran, dengan rasio mencapai 2,44%. Disiplin terhadap jatuh tempo membantu menjaga reputasi finansial jangka panjang.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Finansial yang Bisa Menghambat Kelas Menengah Naik Level
Risiko jika melewati jatuh tempo
Melewati jatuh tempo bukan hanya soal membayar lebih mahal. Dampaknya bisa berupa penurunan skor kredit, penumpukan tagihan, hingga terganggunya arus kas bulanan. Dalam kondisi tertentu, layanan penting seperti listrik dan internet juga berisiko dihentikan.
Jika dibiarkan berulang, masalah ini dapat memicu tekanan psikologis seperti cemas dan stres akibat beban keuangan yang terus menumpuk.
Tips sederhana agar tidak telat bayar
Agar terhindar dari risiko jatuh tempo, ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan. Catat semua tanggal jatuh tempo di kalender atau ponsel. Aktifkan pengingat beberapa hari sebelum tanggal pembayaran.
Rutin cek email dan notifikasi tagihan. Jika memungkinkan, gunakan sistem autodebet agar pembayaran berjalan otomatis. Terakhir, sisihkan dana khusus tagihan sejak awal bulan agar tidak tercampur dengan kebutuhan lain.
Jatuh tempo bukan musuh, melainkan alat bantu untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Dengan memahami arti, jenis, fungsi, dan risikonya, setiap orang bisa lebih bijak dalam mengatur uang dan waktu.
Disiplin terhadap jatuh tempo adalah langkah sederhana namun berdampak besar untuk menjaga kestabilan finansial dan ketenangan hidup jangka panjang.
Selanjutnya: Gaji Belum Naik? Ini 5 Strategi Jitu Agar Permintaan Disetujui Atasan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News