M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kanker Paru di Usia Produktif Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci

Kanker Paru di Usia Produktif Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci
Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - Kanker paru tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut atau perokok berat. Saat ini, kanker semakin banyak menyerang populasi usia produktif Indonesia.

Pasalnya, banyak dokter yang mendiagnosis penyakit tersebut pada individu berusia 30-40 tahun, termasuk mereka yang bukan perokok dan merasa dirinya sehat serta aktif.

Bahkan, lewat studi selama 18 tahun yang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar (2002–2019) menunjukkan, hampir 63% kasus kanker terjadi pada individu berusia 30–59 tahun.

Dr. Tanujaa Rajasekaran, Senior Consultant Medical Oncologist dari Parkway Cancer Centre (PCC), menyoroti profil pasien kanker paru yang terus berubah. Dia pun mengingatkan kebutuhan deteksi dini yang mendesak.

"Meskipun merokok masih menjadi faktor risiko utama, kami semakin sering menemukan pasien berusia lebih muda dan pasien yang tidak memiliki riwayat merokok. Faktor risiko seperti perokok pasif, polusi udara, paparan di tempat kerja, serta faktor genetika adalah kontributor penting yang tidak boleh diabaikan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2).

Baca Juga: 8 Rekomendasi Minuman yang Bisa Bikin Risiko Kanker Menurun

Tanujaa menyebutkan, deteksi dini kanker dapat meningkatkan hasil pengobatan secara signifikan. Apalagi, tantangan utama dalam penanganan kanker paru-paru adalah keterlambatan diagnosis.

Gejala awal seperti batuk berkepanjangan, kelelahan, nyeri dada, atau sesak napas sering kali dianggap sebagai penyakit pernapasan biasa. Akibatnya, banyak pasien baru terdiagnosis pada stadium III atau IV, ketika pengobatan menjadi jauh lebih kompleks.

"Ketika gejala berlangsung lebih dari beberapa minggu, hal tersebut tidak boleh  diabaikan. Evaluasi tepat waktu dan skrining yang sesuai dapat memberikan perbedaan yang bermakna terhadap tingkat kelangsungan hidup dan kualitas hidup pasien," katanya.

Selama dua dekade terakhir, pengobatan kanker paru telah bergeser dari pendekatan yang didominasi oleh kemoterapi menuju perawatan yang sangat terpersonalisasi.

Saat ini, keputusan pengobatan didasarkan pada jenis, stadium, dan profil genetik kanker sehingga dokter dapat menyesuaikan terapi sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Baca Juga: Ancam Kesehatan, Cek Daftar Makanan Sehari-hari Pemicu Kanker Ini

Kemajuan seperti imunoterapi dan terapi radiasi proton telah meningkatkan hasil pengobatan secara signifikan. Imunoterapi memungkinkan sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel kanker, sementara terapi proton memberikan radiasi yang sangat  presisi ke lokasi tumor sehingga meminimalkan  kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.

Inovasi-inovasi ini tidak hanya meningkatkan kelangsungan hidup, tetapi juga mengurangi efek samping, sehingga banyak pasien, terutama mereka yang berada di usia produktif, dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari selama masa pengobatan.

Tanujaa menambahkan, pengobatan yang terpersonalisasi memungkinkan mereka memilih terapi yang lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi.

"Khususnya bagi pasien di usia produktif yang harus menyeimbangkan pengobatan dengan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kanker Paru di Usia Produktif Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci

Banyak dokter yang mendiagnosis penyakit kanker paru pada individu berusia 30-40 tahun, termasuk mereka yang bukan perokok.

Jadwal Pemesanan Penukaran Uang Bali Periode 2 Cuma Hari Ini, Cek Lokasi & Syaratnya

Persiapkan THR Lebaran 2026 Anda! Jadwal penukaran uang baru di Bali tersedia di berbagai lokasi. Simak daftar bank dan alamat lengkapnya di sini.

IHSG Masih Bisa Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Jumat (27/2)

IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (27/2/2026).​ Berikut daftar rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas hari ini.

Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Jumat (27/2)

IHSG ditutup menurun pada perdagangan kemarin. Begini proyeksi dan rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk perdagangan hari ini.

Standar Kulit Cerah Kini Bergeser, Ini Tips Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Glowing

​Di tengah paparan Matahari dan polusi, SAÉ Clinique menekankan pentingnya strategi perawatan menyeluruh. Berikut tips menjaga kulit tetap sehat.

Rambut Mudah Kering Saat Puasa, Ini Tips Perawatan dari Ellips

Di tengah mobilitas saat puasa, Ellips menilai produk multifungsi membantu menjaga rambut tetap segar. Simak tips perawatan rambut berikut ini.

Cek Perbedaan Itel City 200 dan A200+: Kamera Ganda hingga Bodi Tipis Menggoda

Itel City 200, A200+, dan A200 hadir dengan fitur menarik. Temukan model mana yang paling sesuai kebutuhan Anda sebelum membeli.

Bikin Ketagihan! Resep Risol Matcha Lumer yang Viral, Takjil Unik Penggugah Selera

Resep risol matcha kekinian viral di medsos! Cocok jadi ide takjil unik saat Ramadhan. Dapatkan langkah mudah membuatnya di sini.

Lanjut Naik, Simak Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 27 Februari

Harga emas Antam hari ini ukuran 1 gram dibanderol Rp 3.045.000, Jumat (27/2/2026), naik Rp 6.000 dibanding harga Kamis (26/2/2026).

Biaya Kesehatan dan Klaim Melonjak, Saatnya Perkuat Proteksi

Pembayaran klaim Rp 1,07 triliun oleh MSIG Life sepanjang 2025 menjadi pengingat pentingnya kesiapan berasuransi di tengah lonjakan biaya.