M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Jenis dan Gejala Gangguan Kesehatan Mental yang Mungkin Terjadi pada Anak

Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Gangguan kesehatan mental atau mental illness tidak hanya bisa menghantui orang dewasa. Tak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini bisa menyerang anak-anak kapan saja.

Dibandingkan orang dewasa, mengidentifikasi gangguan kesehatan mental pada anak-anak mungkin terasa lebih rumit. Pasalnya, anak masih dalam proses belajar serta kemampuannya tidak sama dengan orang dewasa dalam hal mengatasi masalah, beradaptasi, serta berkomunikasi dengan orang lain di sekitar mereka.

Sebagai pengetahuan, sangat dianjurkan bagi para orang tua untuk mencari informasi seputar gangguan kesehatan mental pada anak-anak.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu! Ini 5 Cara Ampuh Mengatasi Batuk pada Anak Secara Alami

Melansir WebMD, inilah jenis, gejala, serta penyebab gangguan kesehatan mental yang sangat mungkin terjadi pada anak-anak yang harus Moms ketahui.

Jenis gangguan mental yang dapat menyerang anak

1. Anxiety Disorder

Anak dengan anxiety disorder atau gangguan kecemasan akan merespons berbagai hal atau situasi tertentu dengan penuh ketakutan yang disertai tanda-tanda fisik seperti detak jantung yang cepat dan berkeringat.

2. Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Anak dengan ADHD umumnya memiliki masalah dalam hal memerhatikan atau berkonsentrasi. Anak yang mengidap gangguan ADHD akan tampak tidak dapat mengikuti petunjuk serta mudah mengalami bosan dan frustasi terhadap tugas. Mereka juga cenderung bergerak terus-menerus dan impulsif atau tidak berpikir sebelum bertindak.

3. Disruptive Behavior Disorder

Anak dengan gangguan ini cenderung menentang aturan dan sering bersikap mengganggu di lingkungan yang terstruktur, misalnya sekolah.

4. Pervasive Developmental Disorder

Anak yang mengidap Pervasive Developmental Disorder rentan merasa bingung dalam berpikir. Umumnya, mereka memiliki masalah dalam memahami dunia di sekitar mereka.

5. Eating Disorder

Eating Disorder melibatkan emosi dan sikap yang intens. Gangguan ini menunjukkan perilaku yang tidak biasa terkait dengan berat badan dan/atau makanan.

6. Elimination Disorder

Elimination Disorder adalah gangguan yang memengaruhi perilaku berkaitan dengan penggunaan kamar mandi. Enuresis atau mengompol menjadi suatu hal yang paling umum terjadi akibat gangguan ini.

7. Learning and Communication Disorder

Anak dengan Learning and Communication Disorder memiliki masalah dalam menyimpan dan memproses informasi. Mereka juga akan sulit untuk menghubungkan pikiran dan ide yang mereka miliki.

8. Affective Disorder

Affective Disorder melibatkan perasaan sedih secara terus-menerus dan/atau suasana hati yang dapat berubah dengan cepat, termasuk depresi dan gangguan bipolar.

9. Schizophrenia

Gangguan ini melibatkan persepsi dan pikiran yang menyimpang dari seharusnya. Schizophrenia dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik.

10. Tic Disorder

Tic Disorder dapat menyebabkan seseorang melakukan gerakan dan suara yang berulang, tiba-tiba, tidak disengaja, dan sering kali tidak berarti. Anak dengan gangguan ini akan mengalami kesulitan untuk mengontrol gerakan dan suara tersebut.

Gejala umum gangguan kesehatan mental pada anak

  • Melakukan penyalahgunaan obat-obatan dan/atau alkohol
  • Ketidakmampuan untuk mengatasi masalah dan aktivitas sehari-hari
  • Perubahan pola tidur dan/atau makan
  • Adanya keluhan penyakit fisik yang berlebihan
  • Menentang otoritas, bolos sekolah, mencuri, atau merusak properti
  • Ketakutan yang intens untuk menambah berat badan
  • Suasana hati negatif yang bertahan lama disertai dengan nafsu makan yang buruk serta pikiran tentang kematian
  • Ledakan kemarahan yang sering terjadi
  • Perubahan kinerja sekolah, misalnya mendapatkan nilai yang buruk meski sudah belajar dengan baik
  • Kehilangan minat terhadap teman dan aktivitas yang biasanya disukai
  • Peningkatan yang signifikan dalam menyendiri
  • Kekhawatiran atau kecemasan yang berlebihan
  • Hiperaktif
  • Sering mimpi buruk
  • Ketidaktaatan yang berlangsung terus-menerus atau melakukan perilaku agresif
  • Mendengar suara-suara atau melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada (halusinasi)

Penyebab gangguan kesehatan mental pada anak

1. Keturunan atau genetik

Gangguan kesehatan mental pada anak tidak jarang disebabkan oleh generasi terdahulunya. Hal ini menunjukkan bahwa kerentanan terhadap gangguan kesehatan mental dapat diturunkan dari orang tua ke anak melalui gen.

2. Biologi

Sama halnya dengan orang dewasa, banyak gangguan kesehatan mental pada anak yang dikaitkan dengan fungsi abnormal dari daerah otak tertentu yang mengontrol emosi, pemikiran, persepsi, dan perilaku. Trauma kepala terkadang juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan kepribadian.

3. Trauma psikologis

Beberapa gangguan kesehatan mental mungkin dipicu oleh trauma psikologis seperti kekerasan emosional, fisik, atau seksual yang parah. Kehilangan orang-orang tersayang seperti orang tua juga dapat menyebabkan psikologis anak terguncang.

4. Stres akibat lingkungan

Lingkungan yang kacau atau tidak sehat bisa menimbulkan stres dan trauma. Ketika peristiwa stres dan traumatis melanda, anak pun akan mengalami kerentanan terhadap gangguan kesehatan mental.

Nah, Moms, apabila menjumpai beberapa gejala yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera membawa anak ke tenaga profesional. Hal ini dilakukan supaya kondisi anak dapat terdiagnosis secara akurat untuk kemudian diberikan perawatan yang tepat sesuai dengan apa yang mereka alami.

Adapun beberapa perawatan yang biasanya diberikan kepada anak dengan gangguan kesehatan mental antara lain pemberian obat-obatan, psikoterapi, dan terapi kreatif. Apabila anak dengan gangguan kesehatan mental tidak mendapatkan perawatan khusus, kemungkinan besar gangguan kesehatan mental yang mereka alami akan berlanjut hingga dewasa.

Selain itu, risiko perilaku bermasalah, penyalahgunaan alkohol atau narkoba, kekerasan, serta bunuh diri pada anak akan meningkat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rukita Beri Promo Bagi Calon Mahasiswa, Bisa Dapat Gratis Sewa Kost 1 Bulan

Calon mahasiswa bisa dapat promo dari Rukita berupa gratis satu bulan sewa jika booking langsung untuk dua semester.  

9 Makanan untuk Dikonsumsi di Usia 60 Tahun ke Atas agar Panjang Umur

Ada beberapa rekomendasi makanan untuk dikonsumsi di usia 60 tahun ke atas agar panjang umur, lho. Apa saja?  

4 Cara Konsumsi Bayam Paling Sehat supaya Nutrisinya Tidak Hilang

Yuk, intip beberapa cara konsumsi bayam paling sehat supaya nutrisinya tidak hilang berikut ini!            

5 Cara Konsumsi Yogurt yang Paling Sehat untuk Tubuh

Ternyata ini, lho, cara konsumsi yogurt yang paling sehat untuk tubuh! Mau coba terapkan?                 

10 Manfaat Kesehatan Konsumsi Ubi Jalar yang Jarang Diketahui

Tahukah bahwa ada beberapa manfaat kesehatan konsumsi ubi jalar yang jarang diketahui, lho. Cari tahu di sini, yuk!

5 Sayuran untuk Membuat Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Diet!

Sedang diet? Ada 5 sayuran untuk membuat kenyang lebih lama yang patut Anda konsumsi. Cari tahu di sini.

4 Tanda Wajah Tidak Butuh Serum, Kapan Harus Berhenti?

Ada 4 tanda wajah tidak butuh serum. Harus tahu, berikut informasi selengkapnya yang wajib Anda tahu.

Pantau Prakiraan Cuaca Besok (7/4) di Jawa Barat, Didominasi Hujan Ringan

​BMKG memperkirakan cuaca besok Selasa (7/4) dan lusa (8/4) di Jawa Barat akan didominasi hujan ringan.

Hujan Lebat di Wilayah Ini, Simak Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (7/4) Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Selasa (7/4) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di daerah berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (7/4), Hujan Sangat Lebat Turun di Provinsi Ini

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 7 April 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.