M O M S M O N E Y I D
Santai

Jangan Asal Buang Baju Bekas, Ini 4 Cara Mengelolanya agar Tak Jadi Sampah

Jangan Asal Buang Baju Bekas, Ini 4 Cara Mengelolanya agar Tak Jadi Sampah
Reporter: Alya Fathinah  |  Editor: Alya Fathinah


MOMSMONEY.ID - Moms, sadar enggak, sih, kalau pakaian yang sudah tidak terpakai sering kali berakhir menumpuk di lemari? Atau justru lebih sering dibuang bersama sampah rumah tangga? 

Padahal, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk memperpanjang masa pakai pakaian sekaligus mengurangi limbah tekstil, lo, Moms.

Meizy Paricara, pendiri fasilitas pengelolaan limbah tekstil di Sukabumi bernama Daur Kain, menilai, langkah paling mendasar untuk mengurangi sampah tekstil adalah membatasi pembelian pakaian yang tidak diperlukan.

"Yang paling utama adalah mengurangi pembelian, mengurangi penggunaan, terus digunakan sampai masa pakaian akhir," ujarnya kepada Momsmoney, Rabu (21/10).

Baca Juga: Pakai Tumbler hingga Pilah Sampah, Ini Langkah Kecil Menuju Hidup Berkelanjutan

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah pakaian dari rumah?

1. Gunakan pakaian selama mungkin

Sebelum membeli pakaian baru, Meizy memberikan tips agar periksa kembali koleksi yang sudah dimiliki. Pakaian yang masih nyaman dan layak digunakan tidak harus segera diganti hanya karena tren berubah.

Menggunakan pakaian selama mungkin juga membantu mengurangi kebutuhan membeli barang baru. Dengan begitu, jumlah pakaian yang berpotensi menjadi sampah bisa ditekan sejak awal.

2. Perbaiki pakaian yang rusak

Selanjutnya, pakaian dengan kerusakan ringan masih bisa diperbaiki. Kancing yang lepas, jahitan terbuka atau bagian yang robek kecil tidak selalu menjadi alasan untuk membuangnya.

Bagi Meizy, selama kerusakan masih bisa ditangani dan pakaian tetap nyaman digunakan, memperbaikinya bisa menjadi pilihan agar masa pakainya lebih panjang.

Baca Juga: Mengenal Spogomi Jepang, Konsep yang Gabungkan Olahraga dan Aktivitas Memungut Sampah

3. Pastikan pakaian layak sebelum didonasikan

Menyumbangkan pakaian bisa menjadi pilihan ketika pakaian masih bagus, bersih, dan layak digunakan orang lain. Namun, tidak semua pakaian bekas cocok untuk didonasikan.

Meizy bercerita, pihaknya pernah menerima limbah tekstil dari lembaga donasi yang kewalahan menangani pakaian tidak layak pakai dari para penyumbang.

Oleh karena itu, periksa kondisi pakaian sebelum memasukkannya ke dalam paket donasi. Pakaian yang rusak berat atau berjamur sebaiknya tidak didonasikan agar tidak menambah timbunan limbah tekstil. 

4. Cari fasilitas pengelolaan untuk pakaian yang sudah tidak layak

Nah, jika pakaian sudah tidak bisa digunakan kembali atau didonasikan, masyarakat dapat mencari fasilitas pengelolaan limbah tekstil yang menerima jenis material tersebut.

Pakaian dalam bekas, misalnya, memiliki keterbatasan untuk didonasikan dan membutuhkan penanganan tersendiri. Begitu pula pakaian dengan berbagai campuran bahan yang perlu dipilah sebelum diolah.

Meizy menjelaskan, proses pengelolaan tekstil tidak sesederhana mengubah semua pakaian menjadi keset. Dalam satu pakaian bisa terdapat kain, kancing, karet, benang, dan aksesori yang membutuhkan penanganan berbeda.

Maka dari itu, Daur Kain hadir untuk mengelola limbah tekstil dengan cara yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Pakaian Bekas Tak Selalu Jadi Limbah, Ini Cara Uniqlo Perpanjang Masa Pakainya

Daur Kain menerima berbagai jenis tekstil untuk dikelola melalui proses penyortiran dan pengolahan untuk dijadikan material baru yang memiliki nilai guna. Namun, perlu diingat bahwa keberadaan fasilitas daur ulang bukan berarti masyarakat bisa bebas limbah pakaian baru tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Sejak proses produksinya, pakaian sudah membutuhkan sumber daya yang sangat besar. Misalnya, produksi kapas membutuhkan banyak air, belum lagi penggunaan mesin industri di pabrik tekstil.

Kalau pakaian hanya digunakan sekali atau dua kali, lalu terus diganti dengan yang baru, sumber daya yang sudah digunakan untuk memproduksinya tentu menjadi sia-sia.

"Kalau kita tahu tekstil bisa didaur ulang menjadi material baru, bukan berarti kita jadi bebas menggunakan pakaian sesuka hati," kata Meizy.

Dengan memperpanjang masa pakai pakaian, memperbaiki kerusakan, serta memastikan pakaian yang didonasikan masih layak, Moms bisa mengambil langkah sederhana untuk mengurangi limbah tekstil dari rumah. 

Jadi, sudah siap menggunakan pakaian lebih bertanggung jawab?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Asal Buang Baju Bekas, Ini 4 Cara Mengelolanya agar Tak Jadi Sampah

Pakaian tidak terpakai belum tentu harus dibuang. Kenali cara memperpanjang masa pakai, memilah baju layak donasi, dan tips mengelola tekstil.

Masih Mau Minum Tiap Hari? Ini Sisi Gelap Teh Boba buat Tubuh, Ada Risiko Obesitas

Rasa manis dan kenyalnya teh boba memang menggiurkan, tapi kebiasaan meminumnya setiap hari bisa memicu obesitas hingga sembelit.

Stres dan Susah Tidur? Ini 4 Tanda Anda Butuh Suplemen Magnesium

Banyak orang tanpa sadar mengalami defisiensi magnesium. Sebagai panduan, berikut 4 tanda Anda butuh suplemen magnesium ya.

Kesetaraan Gender di Dunia Kerja Tidak Lagi Sebatas Persoalan Representasi Perempuan

Kesetaraan gender di dunia kerja tidak lagi sebatas persoalan representasi perempuan, tapi juga pengembangan SDM, inovasi, hingga saing bisnis.

Cegah Sebelum Telat! Ini 5 Cara Mencegah Pradiabetes Biar Enggak Jadi Diabetes

Ingin tahu cara mencegah pradiabetes agar tidak memburuk? Cukup kurangi gula tambahan, olahraga secara rutin, dan pantau kesehatan Anda.

Awas Usia Muda! Kanker Ovarium Disebabkan oleh 7 Hal Ini Termasuk Riwayat Menstruasi

Jangan abaikan kesehatan organ reproduksi Anda karena kanker ovarium bisa menyerang usia muda. Mulai dari riwayat keluarga hingga menstruasi.

4 Kesalahan Makeup Bold yang Bikin Wajah Terlihat Tua, Pemula Wajib Tahu

Makeup bold sering kali menjadi pilihan favorit. Ini 4 kesalahan makeup bold yang bikin wajah terlihat tua yang wajib Anda hindari.

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.