Bugar

Inilah Bahaya Duduk Terlalu Lama, Salah Satunya Bisa Picu Hipertensi

Inilah Bahaya Duduk Terlalu Lama, Salah Satunya Bisa Picu Hipertensi

MOMSMONEY.ID - Apa saja bahaya duduk terlalu lama? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Duduk terlalu lama telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor atau menghabiskan waktu lama di depan komputer.

Namun, kebiasaan ini tidak sehat dan bisa membawa dampak negatif yang serius terhadap kesehatan fisik dan mental. 

Bersumber dari Very Well Health, berikut MomsMoney uraikan beberapa bahaya duduk terlalu lama yang perlu Anda waspadai:

1. Kelemahan otot

Ketika Anda terlalu sering duduk, otot kaki Anda menjadi tidak aktif dan ini bisa mengakibatkan kelemahan otot. Hal ini memicu kelelahan cepat saat melakukan aktivitas fisik dan meningkatkan risiko sarcopenia, yaitu kehilangan massa otot.

Kurangnya kekuatan di kaki dan bokong dapat membuat aktivitas sehari-hari seperti berdiri, berjalan, atau naik turun tangga menjadi lebih sulit.

Baca Juga: Efek Negatif Terlalu Sering Main HP untuk Kesehatan, Bisa Sebabkan Ini

2. Pinggul kencang dan nyeri punggung

Sedikitnya gerakan menyebabkan otot menjadi kaku, terutama fleksor pinggul yang berada dalam posisi tertekuk saat duduk.

Pinggul yang kencang ini dapat membatasi mobilitas Anda dan menambah ketegangan pada punggung bawah, meningkatkan risiko cakram hernia dan masalah lain yang menyebabkan nyeri punggung serta komplikasi seperti sciatica.

3. Bahu dan leher yang kaku

Kekakuan di area leher dan bahu sering terjadi karena duduk lama dengan postur yang buruk. Hal ini menyebabkan ketegangan di bagian atas tubuh dan dapat meningkatkan risiko kondisi seperti saraf kejepit atau bursitis di bahu.

4. Mengganggu pernapasan

Duduk dengan postur tubuh yang buruk juga dapat membatasi gerakan diafragma Anda, sehingga membuat proses pernapasan menjadi lebih sulit. Ini berpotensi menyebabkan kondisi pernapasan restriktif seiring waktu.

Baca Juga: Khasiat Buah Lontar untuk Kesehatan Tubuh Anda, Cocok untuk Diet

5. Metabolisme yang melambat

Kurangnya gerakan saat duduk juga menyebabkan metabolisme melambat. Ini membuat tubuh kurang efisien dalam memecah makanan untuk energi dan cenderung menyimpan lebih banyak lemak. Kondisi ini adalah salah satu faktor risiko terbesar untuk obesitas.

6. Perubahan aliran darah

Aktivitas yang kurang saat duduk dapat mengurangi aliran darah ke kaki, mengganggu fungsi normal pembuluh darah dan sistem limfatik. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan kaki dan sirkulasi yang buruk.

7. Dampak mental

Kurangnya aktivitas fisik juga mempengaruhi fungsi kognitif, potensial mempengaruhi memori dan kejernihan berpikir, serta meningkatkan risiko depresi dan gangguan mood lainnya.

8. Gangguan muskuloskeletal

Duduk terlalu lama meningkatkan risiko berbagai gangguan muskuloskeletal. Sendi yang kaku dan otot yang lemah meningkatkan kemungkinan osteoartritis dan osteoporosis karena tulang menjadi lemah tanpa aktivitas fisik yang cukup.

Baca Juga: Manfaat Buah Plum untuk Diet Menurunkan Berat Badan, Ketahui Faktanya!

9. Trombosis vena dalam (DVT)

Duduk lama juga meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah di kaki, yang dikenal sebagai trombosis vena dalam, karena penurunan oksigenasi dan peredaran darah.

10. Penyakit jantung

Penurunan aliran darah jangka panjang juga dapat menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan arteri. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung karena pembatasan aliran darah ke jantung.

11. Hipertensi

Penurunan sirkulasi dan arteri yang kaku yang terjadi dengan duduk terlalu lama dapat menyebabkan hipertensi. Pembatasan aliran darah meningkatkan tekanan dalam arteri yang menyempit.

12. Risiko diabetes

Lamanya waktu duduk yang berlebihan dikaitkan dengan perubahan negatif dalam metabolisme, termasuk peningkatan gula darah.

Otot yang tidak aktif tidak mengangkut gula darah keluar dari darah untuk digunakan sebagai energi, sehingga meninggalkan kadar gula darah tinggi. Kondisi ini seiring waktu bisa menyebabkan diabetes.

Baca Juga: Sakit Kepala Karena Flu? Berikut 10 Cara Ampuh untuk Mengobatinya

13. Risiko kanker

Sedikitnya aktivitas fisik meningkatkan tingkat inflamasi di seluruh tubuh yang meningkatkan risiko kanker. Peningkatan gula darah juga mengubah kadar hormon seks yang dapat meningkatkan risiko kanker terkait hormon seperti kanker payudara dan endometrium.

Demikianlah ulasan lengkap terkait bahaya duduk terlalu lama yang penting untuk Anda ketahui. Jangan lupa menyisihkan waktu untuk bergerak agar terhindar dari risiko di atas, ya. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News