M O M S M O N E Y I D
Santai

Ini 5 Prediksi Tren Wallpaper 2026 dari Desainer Interior biar Rumah Tampil Kekinian

Ini 5 Prediksi Tren Wallpaper 2026 dari Desainer Interior biar Rumah Tampil Kekinian
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Mencari tahu tren wallpaper yang bikin rumah estetik? Cek prediksi desainer terkemuka agar hunianmu tampil segar 2026! Yuk simak selengkapnya.

Dalam dunia desain interior, wallpaper telah lama menjadi instrumen ampuh untuk menyuntikkan karakter dan keunikan pada sebuah ruangan. Seiring tren desain yang kini bergerak ke arah maksimalis, peran wallpaper diprediksi akan semakin vital. 

Namun, tidak semua motif cetak akan bertahan, bahkan beberapa gaya yang dulunya populer kini berisiko membuat rumah Anda terlihat kuno atau ketinggalan zaman. 

Melansir dari Apartment Therapy, ini pandangan dari lima desainer interior ternama mengenai gaya wallpaper yang sebaiknya dipertimbangkan ulang dan mana yang akan mendominasi. 

Berikut ini panduan eksklusif untuk membantu Anda membuat keputusan yang cerdas dan berinvestasi pada estetika hunian yang akan bertahan lama.

Baca Juga: Inspirasi Ruang Gaya Mode: Cara Kim Lewis Menyatukan Warna, Pola, dan Kenyamanan

3 Gaya wallpaper yang diprediksi mulai "keluar" dari tren 2026

Berdasarkan konsensus para ahli desain, terdapat tiga tren wallpaper yang dalam beberapa tahun terakhir sempat meroket, namun kini diprediksi akan meredup. 

Jika Anda berencana merombak interior, berikut adalah motif yang mungkin perlu Anda pertimbangkan untuk diganti atau dihindari.

1. Motif geometris berulang berukuran besar mulai memudar

Motif geometris yang berani memang sempat membangkitkan nuansa retro tahun 1970-an yang funky. Sayangnya, tren ini dinilai mendekati masa kedaluwarsa. 

Jade Joyner, pemilik Metal + Petal di Athens, Georgia, menjelaskan bahwa cetakan geometris besar kini mulai terasa kaku dan ketinggalan zaman, terutama jika diaplikasikan di ruangan berukuran kecil. 

Hal senada diungkapkan oleh Hill Rondero dari Ro House Studio, yang menyoroti risiko cetakan grafis ini untuk "dengan cepat membanjiri ruangan dan terasa terlalu trendy," sehingga cepat membosankan secara visual.

Daripada motif geometris yang terlalu mencolok, para desainer merekomendasikan motif klasik seperti garis-garis, kotak-kotak, flora, atau bahkan motif hewan yang lebih terkendali. 

Menurut Rondero, gaya-gaya ini "menghadirkan kedalaman dan kepribadian tanpa kelelahan visual, dan mereka menua dengan lebih anggun," kutip laman Apartment Therapy.

2. Cetakan bunga-bunga dengan skala besar dinilai terlalu ramai

Meski motif bunga tidak akan pernah hilang sepenuhnya dari dunia desain, cetakan bunga dengan skala yang besar dan pengulangan mencolok diprediksi akan merosot popularitasnya. 

Desainer New York, Lara Apelian, berpendapat bahwa bunga-bunga berukuran masif dapat memunculkan "nuansa loteng nenek" yang usang. 

Killy Scheer, desainer yang berbasis di Austin, menambahkan bahwa motif bunga besar ini berpotensi mendominasi ruangan dan menciptakan kesan kacau secara visual.

Scheer menyarankan beralih ke motif tumbuhan yang lebih "terkendali". Ini termasuk dedaunan bergaya atau bunga grafis berskala lebih kecil, yang "membuatnya lebih mudah untuk dilapisi dengan pola, tekstur, dan elemen lain."

Baca Juga: 7 Kesalahan Mengecat Rumah yang Menurunkan Nilai Ruangan, Kata Desainer Interior

3. Penggunaan wallpaper palsu rentan terlihat murahan

Tren menggunakan wallpaper yang meniru tekstur material asli seperti shiplap, bata ekspos, atau batu alam, sebaiknya dihindari. 

Para desainer sepakat bahwa mencoba memalsukan tekstur dengan kertas dinding bisa menjadi bumerang. Joyner memperingatkan bahwa pola-pola ini dapat "dengan cepat membuat ruangan tampak murahan." 

Scheer turut mencatat bahwa wallpaper peniru tekstur seringkali memiliki kualitas cetakan yang rendah, rentan mengalami pikselasi, atau "terlalu mengkilap" sehingga menghilangkan kesan autentik.

Solusinya, jika Anda ingin menambah kedalaman tekstural, pilihlah material bertekstur yang lebih lembut dan orisinal. 

Joyner merekomendasikan bahan alami seperti kain rumput (grasscloth), sutra, atau tenunan alami yang mampu "menambah kedalaman tanpa menarik perhatian."

2 Tren wallpaper yang diprediksi akan mendominasi di tahun 2026

Setelah mengetahui apa yang harus dihindari, fokuskan perhatian pada dua tren utama yang diprediksi akan merajai interior rumah modern di tahun 2026. 

Gaya-gaya ini menawarkan sentuhan personal yang mendalam dan pengalaman visual yang immersive.

1. Fokus pada seni dinding berskala besar

Lupakan dinding aksen! Tren ke depan adalah mengubah seluruh ruangan menjadi sebuah kanvas seni melalui penggunaan Mural Pemandangan. 

Tracy Morris, seorang desainer interior di McLean, Virginia, menuturkan bahwa "Mural pemandangan membiarkan dinding menceritakan sebuah kisah dengan citra yang mendalam dan berskala besar alih-alih bergantung pada dinding aksen."

Mengaplikasikan mural yang dinamis pada keempat dinding (bahkan hingga plafon) akan menciptakan pengalaman visual yang nyaman dan menyeluruh (fully immersive). 

Apelian menyarankan mural bertema lanskap atau tumbuhan yang lebih halus. Keunggulan mural adalah kemampuannya untuk "menyelimuti ruangan dan membawa Anda" ke dalam suasana yang diciptakan.

Baca Juga: 6 Tren Meja Dapur yang Mulai Ditinggalkan di 2026, Desainer Ungkap Alasannya

2. Melapis seluruh ruangan dengan wallpaper

Tren yang satu ini merupakan evolusi dari maksimalisme, di mana wallpaper tidak hanya terbatas pada satu bidang dinding.

Wallpaper-Drenching mengacu pada kecenderungan untuk menggunakan wallpaper yang mencakup seluruh ruangan secara holistik. 

Apelian mengatakan bahwa perpaduan warna dan pola dalam konsep ini sedang sangat diminati. Kunci utama dari wallpaper-drenching adalah memberikan perlakuan yang sama pada setiap permukaan. 

Morris menyoroti pentingnya "plafon berwallpaper" yang memperlakukan langit-langit sebagai 'dinding kelima'. Perlakuan ini menghadirkan kohesi dan elemen kejutan visual yang kuat, membuat ruang terasa utuh dan menyeluruh.

Memperbaharui tampilan rumah tidak harus berarti merombak total. Dengan memahami prediksi tren wallpaper 2026 dari para ahli desain, Anda memiliki bekal pengetahuan yang akurat untuk membuat keputusan yang tepat. 

Ingatlah bahwa desain terbaik adalah yang mencerminkan kepribadian Anda, namun memadukan elemen tren terkini dapat memastikan rumah Anda tetap terlihat segar dan modern. 

Baik dengan memilih mural pemandangan yang mendalam, mengadopsi teknik wallpaper-drenching yang menyeluruh, atau beralih ke motif klasik yang elegan, fokuslah pada kualitas dan keaslian material. 

Dengan demikian, investasi dekorasi Anda akan bertahan lebih lama dan menghindari kesan usang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Pengusaha Kecil pun Sudah Adaptasi dengan AI dalam Kegiatan Bisnis

Di Indonesia, pengusaha kecil dan menengah sudah adaptasi dengan artificial intelligence atau AI dalam kegiatan bisnisnya. 

Penggunaan Produk Herbal dalam Kebutuhan Tumbuh Kembang Anak juga Penting, lo

Buat para Moms, penggunaan produk herbal dalam kebutuhan tumbuh kembang anak juga sangatlah penting lo.

Ramalan Zodiak Besok Kamis 14 Mei 2026, Aries Panen Hasil hingga Pisces Emosional

Cek ramalan zodiak lengkap besok Kamis 14 Mei 2026, mulai Aries hingga Pisces soal cinta, karier, keuangan, dan kesehatan.​

Jaga Kualitas Udara Rumah, Ini Solusi Azko untuk Kesehatan Keluarga

Azko luncurkan Norium, air purifier unik dengan lampu LED dan fitur sterilizer. Teknologi ion plasma yang menjaga udara higienis.

Jangan Asal Praktis, Herbalife Ingatkan Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang

​Herbalife kembali mengingatkan pentingnya sarapan sehat sebagai langkah sederhana untuk menjaga energi dan produktivitas sehari-hari.

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai

Kenikmatan mie instan bisa berujung bahaya. Berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

Prakiraan Cuaca Besok (14/5) dan Lusa di DKI Jakarta, Hujan Turun di Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cerah, sedangkan lusa akan didominasi hujan ringan.

Musim Pancaroba Bikin Tubuh Rentan Sakit, Ini Tips Jaga Imun dari Dokter

Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.​ Simak tips menjaga imun dari dokter berikut ini!

Reli Pasar Terjegal, Ini Kripto yang Bertahan di 5 Kripto Top Gainers

Di pasar yang sedang terkoreksi, Injective (INJ) justru menanjak 21% dan menduduki puncak kripto top gainers 24 jam terakhir.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (14/5), Hampir Semua Kota Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok, Kamis (14/5), hampir merata berawan dan sebagian  udara kabur.