MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Hingga sekitar pukul 09.15 WIB, IHSG berada di level 5.810,83 atau turun 0,50% dibanding penutupan sebelumnya.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.860,67 sebelum berbalik melemah ke posisi terendah 5.795,63. Tekanan jual masih mendominasi pasar, tercermin dari jumlah saham yang turun mencapai 313 emiten, lebih banyak dibandingkan 232 saham yang menguat, sementara 163 saham bergerak stagnan.
Sentimen pasar juga masih dibayangi pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks. Berdasarkan data market cap, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,84%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 1,76%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 0,36%, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 0,50%.
Baca Juga: Emil Salim: Pembangunan Tak Boleh Melihat Alam Sebagai Obyek
Tekanan pada saham-saham big caps tersebut membuat ruang penguatan IHSG menjadi terbatas meskipun sejumlah saham lapis kedua dan ketiga mulai menunjukkan pergerakan positif. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih cenderung selektif sambil menunggu katalis baru yang dapat mendorong arah pasar.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound Teknikal, Berikut Rekomendasi Saham yang Bisa Dipantau (5/6)
Sejumlah saham yang menjadi top gainer pagi ini antara lain TPIA yang naik 17%, LAPD, CHEM, MUTU, dan MMIX.
Sedangkan saham yang paling turun antara lain WEHA, BEER, OMRE, dan RONY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News