MOMSMONEY.ID - Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan pasar saham domestik sepekan ini bergerak konsolidatif, setelah terkoreksi 1,37% pekan lalu.
Menurut Hari Rachmansyah, Equity Analyst IPOT, pekan ini, IHSG akan bergerak dalam range support 8.950 dan resistance 9.080.
Dari sisi global, kata Hari, Wall Street diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan konsolidasi, seiring dengan meningkatnya sikap kehati-hatian investor di tengah beragam sentimen global dan agenda pasar ke depan.
Pasar akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting di AS, seperti Non-Farm Payrolls (NFP), neraca perdagangan serta data klaim pengangguran. Indikator ekonomi tersebut berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar dan membentuk ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan moneter selanjutnya.
Dari sisi domestik makro, menurut Hari, pemerintah Indonesia diperkirakan akan semakin memfokuskan kebijakan pada upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya volatilitas pasar global. Langkah itu tercermin dari sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang berkelanjutan, mulai dari pengendalian defisit anggaran, optimalisasi penerimaan negara, hingga pengelolaan belanja yang lebih terarah.
Baca Juga: Pertama Kalinya, Harga Emas Hari Ini Tembus Level Psikologis US$ 5.000
Hari menambahkan, dari sisi moneter, Bank Indonesia cenderung mempertahankan suku bunga acuan sebagai upaya menjaga daya tarik aset domestik sekaligus mendukung stabilisasi pasar valas dan pengelolaan likuiditas.
"Kombinasi kebijakan ini diharapkan dapat menahan tekanan eksternal, menjaga kepercayaan investor, serta menopang stabilitas pasar keuangan domestik ke depan," imbuhnya.
Meski begitu, terkait kebijakan MSCI yang akan menerapkan formula perhitungan baru free float saham-saham Indonesia, pasar domestik disinyalir akan cenderung bergerak lebih dahulu dengan mengantisipasi skenario terburuk.
Pelaku pasar mulai melakukan penyesuaian posisi. Dampaknya, saham-saham yang sebelumnya diperdagangkan dengan valuasi premium berbasis narasi indeks mulai mengalami normalisasi harga seiring penyesuaian ekspektasi investor.
Dalam kondisi tersebut, Hari menyarankan investor dan trader dapat mencermati peluang pada saham-saham defensif maupun saham yang masih berada dalam tren naik (uptrend), khususnya yang didukung volume transaksi yang solid dan aliran dana asing. "Meski begitu, manajemen risiko tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan di tengah risiko volatilitas pasar," tutur Hari.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Rebound, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Senin (26/1)
Nah, untuk pekan ini, IPOT merekomendasikan strategi investasi pada saham-saham uptrend berikut ini:
1. Buy AADI ( Entry: Rp 8.450, Target harga: Rp 8.875, Stop loss: Rp 8.200).
Secara teknikal, AADI masih bergerak dalam uptrend dan didukung oleh aksi akumulasi asing yang konsisten.
Dalam sepekan terakhir, saham AADI tercatat dibukukan net buy asing sebesar Rp 145 miliar, sehingga potensi kelanjutan penguatan dinilai masih relatif kuat seiring terjaganya minat beli investor.
2. Buy PGAS (Entry: Rp 2.270, Target harga: Rp 2.680, Stop loss: Rp 2.150).
Secara teknikal, PGAS juga mencatat penguatan yang cukup solid dengan pergerakan uptrend yang didukung oleh peningkatan volume perdagangan.
Selain faktor teknikal, sentimen positif datang dari kenaikan harga gas alam di pasar global, yang turut memperkuat prospek kinerja emiten. Dengan kombinasi tersebut, PGAS dinilai masih memiliki potensi penguatan yang relatif besar untuk pergerakan pekan ini.
3. Buy EMAS (Entry: Rp 6.175, Target harga: Rp 6.800 dan Stop loss: Rp 6.050).
Saham EMAS yang berhasil menembus area all time high pada pekan lalu masih berpotensi melanjutkan penguatan. Prospek positif ini sejalan dengan kenaikan harga emas global yang masih berada dalam fase reli, sehingga sentimen terhadap saham berbasis emas tetap kuat.
Selanjutnya: Kabar Transfer MU: Bintang Muda Rennes Jadi Target di Akhir Januari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News