M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas Spot Belum Bisa Bangkit, Ini Penyebabnya

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Harga emas tertekan setelah rilis FOMC meeting minutes atau notula rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan The Fed. 

Di awal perdagangan Senin (21/8), berdasarkan riset Monex Investindo Futures hari ini, harga emas turun empat minggu beruntun setelah sepanjang pekan lalu anjok ke US$ 1.889 per ons troi. 

Dalam notula tersebut, mayoritas anggota The Fed masih melihat adanya risiko inflasi bisa kembali naik. Hal tersebut mengindikasikan perlunya kenaikan suku bunga. Imbal hasil obligasi AS pun naik tajam dan membuat harga emas tertekan. 

Obligasi AS dan emas sama-sama diangga aset safe haven. Bedanya, obligasi AS memberikan imbal hasil sementara emas tidak. Ketika imbal hasil obligasi AS tinggi, emas jadi kurang menarik. 

Baca Juga: Harga Emas Spot Turun Setelah Notula Rapat The Fed Keluar

Monex memproyeksikan, pada perdagangan hari ini, pengumuman kebijakan moneter bank sentral China, People's Bank of China (PBoC) bisa menjadi penggerak harga emas.

PBoC pekan lalu membuat kejutan dengan menurunkan suku bunga medium-term lending facility (MLF) tenor 1 tahun sebesar 15 basis poin menjadi 2,5%. Langkah tersebut merupakan pemangkasan kedua pada tahun ini, setelah sebelumnya dilakukan pada Juni. 

Pagi ini, PBoC diproyeksikan akan memangkas suku bunga loan prime rate (LPR) tenor 1 tahun dan 5 tahun masing-masing sebesar 15 basis poin menjadi 3,4% dan 4,05%.

Pemangkasan tersebut bisa menjadi sentimen positif ke pasar finansial dan membuat yield obligasi AS menurun, sehingga emas berpeluang naik. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini 21 Agustus, Cek Daftar Lengkapnya

Berikut referensi teknikal untuk mengambil posisi buy untuk produk emas:

  • Entry Price: 1.887,14 - 1.889,40
  • Level Support 1: 1.885,81
  • Level Support 2: 1.881,15
  • Level Resistance 1:  1.891,01
  • Level Resistance 2: 1.895,37

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Update Peringatan Dini BMKG Cuaca Hari (14/4) Jabodetabek Siaga Hujan Sangat Lebat

Update peringatan dini BMKG cuaca hari Selasa (14/4) di Jabodetabek dengan status Siaga hujan sangat lebat di daerah berikut ini.

Buruan Serbu! Promo Krispy Kreme Buy 1 Get 1 Dozen Donat Lebih Hemat Hanya 4 Hari

Donat gratis dari Krispy Kreme siap meramaikan harimu! Promo Buy 1 Get 1 ini berlaku 14-17 April 2026. Jangan sampai ketinggalan!

Apa Itu ADHD? Ketahui Ciri-cirinya pada Anak, Remaja, & Dewasa yang Harus Diwaspadai

Gejala ADHD tak sama di setiap fase hidup. Dari anak sulit fokus hingga dewasa bermasalah hubungan, kenali tandanya untuk dukungan terbaik.

Serum Anti Aging Ini Kunci Glowing Tanpa Kerutan: Kulit Awet Muda

Moms, masalah mata panda hingga jerawat bisa diatasi serum anti aging. Lihat daftar 5 serum anti aging yang transformatif untuk kulit sehatmu.

Film Animasi Garuda di Dadaku Tayang Juni 2026, Indofood Ikut Ambil Bagian

​PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk terlibat dalam kolaborasi film animasi Garuda di Dadaku yang menyasar penonton anak dan keluarga.

HP Vivo Y31d Pro: Tawarkan Kamera AI, Performa Ngebut & Baterai Monster

Membeli Vivo Y31d Pro pekan ini, Anda akan dapat baterai 7000mAh yang awet 6 tahun. Charger 90W siap mengisi daya super cepat. 

Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (14/4) Melonjak Rp 45.000, Cek Daftar Selengkapnya

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Selasa (14/4) melonjak Rp 45.000 dari perdagangan sebelumnya.

BMKG Peringatkan Kemarau Panjang, Masyarakat Diimbau Lakukan 4 Hal Ini

Puncak kemarau panjang El Nino diprediksi Agustus 2026. BMKG berikan strategi mitigasi yang harus Anda lakukan sekarang.

Menu Baru Pizza Hut: Sourdough Pizza Hadir dengan Topping Pilihan Terbaik

Pizza Hut berinovasi dengan Sourdough Pizza, tersedia dalam Authentic & Specialty Toppings. Temukan menu favorit Anda sekarang!

Kemarau Mulai Meluas, Ini Wilayah di Indonesia yang Sudah Alami Musim Kering

Musim kemarau mulai meluas di wilayah Indonesia. BMKG mencatat, per 13 April 2026, 7,8% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.