MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik karena para pedagang mempertimbangkan prospek kesepakatan untuk membuka kembai Selat Hormuz, sambil menunggu rilis data inflasi AS sebagai petunjuk arah suku bunga Federal Reserve.
Mengutip Bloomberg, Rabu (12/8), harga emas spot diperdagangkan naik 0,75% menjadi US$ 4.403 per troi ons pada pukul 15.48 WIB. Harga emas dunia kembali ke atas US$ 4.000, sehari setelah turun dari level tertinggi dua bulan.
Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan AS dan Iran hampir mencapai semacam kesepakatan untuk membuka kembali Hormuz, bahkan setelah kedua belah pihak tampak memperkeras pendirian mereka terkait jalur perairan yang sangat penting bagi energi global itu.
Kenaikan harga minyak seiring kebuntuan konflik di Timur Tengah telah mengaburkan prospek keinginan The Fed untuk menaikkan suku bunga. Dus, para pedagang menahan diri dari taruhan besar menjelang laporan data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu sore.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.400, Mampukah Bertahan?
Kontrak swap menunjukkan bahwa para pedagang melihat peluang kenaikan suku bunga seperempat poin pada bulan depan hampir seperti "melempar koin".
Menurut hasil median survei ekonom Bloomberg, indeks harga konsumen AS diperkirakan meningkat 0,1% pada Juli, setelah turun 0,4% pada bulan sebelumnya. Menyusul kinerja pasar tenaga kerja yang lemah, moderasi dalam pertumbuhan harga dapat membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi di The Fed.
Namun, momentum untuk kebijakan moneter yang lebih agresif akan meningkat jika harga energi yang lebih tinggi memberi tekanan lebih besar terhadap inflasi. Suku bunga yang tinggi biasanya negatif bagi emas karena tidak menghasilkan bunga.
Ole Hansen, Kepala strategi komoditas di Saxo Bank AS, mengatakan, kondisi makroekonomi telah berubah menjadi lebih mendukung, tetapi tetap rapuh.
Menurutnya, dollar yang lebih lemah dan berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan Fed lebih lanjut telah membantu logam mulia. "Tetapi tekanan inflasi yang kembali muncul, lonjakan harga minyak atau data AS yang lebih kuat, dapat dengan cepat menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga," ujar Hansen mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini (12/8) Naik, Galeri24 Tembus Rp 2.685.000 per Gram
Harga emas telah naik ke atas support US$ 4.000 dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan meningkatnya minat investor. Daya beli didukung oleh peningkatan pembelian oleh bank sentral, terutama dari China.
Hansen menilai, emas telah menahan penurunan, tetapi belum mengonfirmasi kenaikan pasar bullish yang baru. "Support di sekitar US$ 4.200 semakin penting, sementara ujian kenaikan utama sekali lagi berfokus pada rata-rata pergerakan 200 hari, yang saat ini berada tepat di bawah US$ 4.500 per troi ons," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News