MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar memantul naik ke atas US$ 4.900 per troi ons. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga setelah dua hari terpuruk, dengan pasar menantikan rilis risalah pertemuan Federal Reserves baru-baru ini.
Mengutip Bloomberg, Rabu (18/2) pukul 12.43 WIB, harga emas spot naik 1,2% menjadi US$ 4.936,98 per troi ons. Harga emas hari ini naik dalam perdagangan yang tipis, karena sebagian besar pasar wilayah Asia masih libur Tahun Baru Imlek.
Harga emas telah turun lebih dari 3% selama dua sesi sebelumnya, ketika dollar AS menguat. Indikator kinerja mata uang AS naik hingga 0,4% pada Selasa sebelum kemudian melandai.
Gelombang pembelian spekulatif mendorong reli harga emas ke titik kritis pada akhir Januari. Dari puncak di atas US$ 5.595, harga emas anjlok kembali ke dekat US$ 4.400 per troi ons dalam penurunan tajam selama dua hari di awal Februari. Meskipun sejak itu telah pulih sebagian dari penurunan, perdagangan tetap bergejolak.
Baca Juga: Pasar Asia Libur Imlek, Harga Emas Sempat Tumbang di bawah US$ 4.900
Banyak bank, termasuk BNP Paribas SA, Deustche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan bahwa harga akan kembali lanjut reli naik, dengan faktor-faktor pendukung kenaikan harga emas yang stabil diperkirakan akan terus berlanjut. Faktor tersebut meliputi meningkatnya ketegangan geopolitik, pertanyaan tentang independensi The Fed, dan pergeseran yang lebih luas dari mata uang dan obligasi pemerintah.
Dalam waktu dekat, investor akan memperhatikan komentar dari para pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk tentang kebijakan moneter AS, serta risalah rapat Januari yang dirilis pada Rabu. Keinginan untuk memangkas suku bunga akan menjadi pendorong bagi logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil. Data inflasi AS mendukung argumen untuk menurunkan suku bunga.
Gubernur Fed Michael Barr, seperti dikutip dari Bloomberg, mengatakan pada Selasa, bahwa suku bunga seharusnya tetap stabil untuk beberapa waktu sampai para pejabat melihat lebih banyak bukti bahwa inflasi menuju target 2% bank sentral.
Sedangkan, Presiden Fed Bank of Chichago Austan Goolsbee, mengatakan ada potensi untuk pemangkasan lebih lanjut tahun ini, jika inflasi terus berlanjut menuju target tersebut.
Selanjutnya: Menteri PU Sebut Dana Tanggap Darurat Rp 4,3 Triliun Belum Disetujui Bappenas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News