MOMSMONEY.ID - Harga emas di pasar global naik tiga hari berturut-turut. Harga emas hari ini menembus US$ 5.000 per troi ons, karena para pedagang mempertimbangkan meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Jumat (20/2), harga emas spot naik 0,78% menjadi US$ 5.035,78 per troi ons pada pukul 17.39 WIB. Harga emas naik lebih dari 2% selama dua sesi sebelumnya di tengah pasar Asia libur Tahun Baru Imlek.
Presiden AS Donald Trump mengatakan 10 hari-15 hari yang akan ia izinkan untuk pembicaraan tentang kesepakatan nuklir dengan Iran, sementara AS mengerahkan militer terbesarnya di kawasan itu sejak sebelum perang Irak pada 2003.
Serangan besar AS terhadap Iran, di mana para pemimpinnya cemas akan stabilitas rezim setelah kerusuhan yang meluas, berpotensi memicu permintaan aset aman (safe haven).
Baca Juga: Lanjut Melonjak, Simak Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 20 Februari
Pasar emas global mengalami gejolak luar biasa sejak penurunan tajam pada awal bulan ini, yang menyebabkan harga kembali turun dari puncak di atas US$ 5.595 hampir menjadi US$ 4.400 per troi ons hanya dalam dua hari. Gelombang pembelian speulatif yang meningkat pada Januari, membawa reli ke titik kritis, meskipun faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan sebelumnya sebagian besar tetap utuh, termasuk pergeseran dari obligasi pemerintah dan mata uang.
Banyak bank, termasuk BNP Paribas SA dan Golman Sachs Group Inc., mengatakan mereka memperkirakan harga akan kembali melanjutkan tren kenaikan.
Analis Goldman Sachs, Lina Thomas dan Daan Struyven, dilansir dari Bloomberg, mengatakan bank sentral yang merupakan pendorong utama reli harga emas tetap berupaya meningkatkan kepemilikan sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan keuangan. Itu terlepas dari volatilitas tinggi yang membebani pembelian pada Desember lalu.
Di sisi lain, arah suku bunga AS, yang saat ini masih belum pasti, juga akan menjadi pendorong utama bagi emas, yang biasanya diuntungkan dari suku bunga lebih rendah. Gubernur Federal Reserves Stephen Miran menilai ulang seberapa dalam pemangkasan seharusnya dilakukan, dengan data yang menunjukkan perekonomian lebih kuat dari perkiraan.
Selanjutnya: Provinsi Ini Dilanda Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News