MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik ke level psikologis US$ 4.000 per troi ons. Logam mulia menguat seiring penurunan dollar AS dan imbal hasil US Treasury, setelah hasil awal pemilihan paruh waktu Amerika Serikat menunjukkan keunggulan Partai Demokrat.
Mengutip Bloomberg, Rabu (4/11), harga emas spot diperdagangkan naik 2,43% menjadi US$ 4.025,36 per troi ons pada pukul 14.42 WIB.
Penghitungan suara awal di AS menunjukkan Demokrat memimpin persaingan untuk merebut kendali atas Senat dan DPR. Pasar menafsirkan tren tersebut sebagai indikasi berkurangnya kemungkinan agenda peningkatan defisit di bawah Presiden Donald Trump selama dua tahun ke depan.
Imbal hasil US Treasury turun di seluruh kurva, sementara indeks dollar melemah hingga 0,4%, penurunan terbesar dalam dua bulan. Imbal hasil yang lebih rendah menguntungkan emas karena tidak membayar bunga. Sementara pelemahan mata uang AS membuat emas lebih terjangkau bagi sebagian besar pembeli.
"Harga emas mulai meningkat karena pasar menilai apakah kemenangan Partai Demokrat yang kuat dapat membatasi agenda fiskal Trump dan meredam ekspektasi ekspansi fiskal lebih lanjut," kata Christopher Wong, ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp. mengutip Bloomberg, Rabu (4/11).
Baca Juga: Harga Emas Dunia Hari Ini Melorot 1%, Tertekan Kenaikan Harga Minyak
Logam mulia bergejolak minggu ini karena sinyal yang saling bertentangan mengenai kemajuan pembicaraan AS-Iran. Kedua negara dikabarkan sedang meninjau proposal baru dari mediator demi menyelesaikan perbedaan kedua negara dan mencegah kembali terjadinya perang berskala besar. Hal itu terjadi setelah serangan udara AS menghantam target di Pulau Qeshm milik Iran pada malam sebelumnya.
Harga minyak melonjak selama sebulan terakhir, karena memburuknya ketegangan. Namun, berbalik arah tajam minggu ini setelah ada sinyal bahwa Gedung Putih bersedia memberi lebih banyak waktu untuk penyelesaian diplomatik. Harga energi yang tinggi memicu ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, suatu hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pada Oktober, harga emas merosot hampir 7% ke bawah ambang batas US$ 4.000 per troi ons pada akhir bulan, ketika terjadi aksi jual di pasar saham AS. Sementara itu, sejak pecah perang AS-Iran pada akhir Februari, harga emas sudah turun 25%.
"Ada ruang untuk sedikit optimisme jika harga minyak, imbal hasil obligasi AS dan dollar AS terus melemah. Namun, kita tidak boleh terlalu mempercayai pemulihan awal ini, terutama karena hasil pemilihan masih belum pasti," imbuh Wong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News