MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun, menghapus sebagian kenaikan pada sesi sebelumnya. Logam mulia melemah di tengah kenaikan harga minyak, karena kekhawatiran bahwa AS dan Iran belum mendekati penyelesaian perang.
Mengutip Bloomberg, Selasa (3/11), harga emas spot diperdagangkan turun 1,05% menjadi US$ 3.904,67 per troi ons pada pukul 16.24 WIB.
Penurunan harga emas terjadi karena kekhawatiran tentang inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga kembali muncul. Pasalnya, harga minyak hari ini berbalik naik, setelah AS dan Iran dilaporkan masih jauh dari mencapai kesepakatan. Sementara serangan AS berskala kecil terhadap Teheran terus berlanjut.
Christopher Wong, ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., mengatakan, rasa lega itu ternyata hanya sementara karena penurunan harga minyak tidak berlanjut. "Kami tetap berhati-hati dalam jangka pendek dan tidak akan mengesampingkan kemungkinan konsolidasi lebih lanjut atau tekanan penurunan karena pasar mencari titik terendah," katanya mengutip Bloomberg, Selasa (3/11).
Baca Juga: Harga Buyback Emas Antam Naik Rp 25.000, Galeri24 Tetap Tertinggi
Perang di Timur Tengah yang kini memasuki bulan kesembilan, telah menyebabkan harga energi dan inflasi melonjak, menekan bank sentral untuk menaikkan suku bunga.
Emas ikut terpengaruh oleh penurunan harga saham-saham kecerdasan buatan (AI), memicu investor melikuidasi kepemilikan emas untuk menutupi kerugian pada aset saham. Logam mulia ini sudah anjlok 6,8% pada Oktober, menjebol level US$ 4.000 per troi ons.
Di sisi lain, pemilihan paruh waktu di negeri Uncle Sam digelar pada Selasa. Menurut perusahaan wealth management Noah Holdings Ltd., bagi emas, yang terpenting adalah bagaimana pemilihan ini membentuk narasi fiskal.
Harga emas sensitif terhadap intervensi Departemen Keuangan AS di pasar obligasi, ketergantungan pemerintah pada utang jangka pendek, dan kemampuan Federal Reserve menjaga suku bunga jangka pendek tetap terkendali. "Apakah hasil pemilihan memengaruhi skenario tersebut, dapat secara tak langsung berdampak pada harga emas batangan," kata Noah Holdings, mengutip Bloomberg, hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News