MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik kembali ke kisaran US$ 5.000 per troi ons. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga (bargain hunting) untuk kembali ke pasar, setelah pekan lalu yang sangat fluktuatif.
Mengutip Bloomberg, Senin (9/2), harga emas spot diperdagangkan naik 1,1% menjadi US$ 5.015,82 per troi ons pada pukul 12.14 WIB.
Harga emas hari ini naik di sekitar US$ 5.000, mencari titik terendah yang stabil setelah penurunan tajam pada akhir bulan lalu. Logam kuning telah pulih sekitar setengahnya dari penurunan yang tajam dari titik tertinggi sepanjang masa yang dicapai 29 Januari lalu.
"Kemampuan emas untuk stabil di atas ambang batas US$ 5.000 akan sangat menentukan apakah pasar dapat beralih dari pemantulan reaktif ke kenaikan yang lebih berkelanjutan," kata Ahmad Assiri, analis di Perpperstone Group Ltd, mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Naik Lagi! Cek Tabel Harga Emas Antam Hari Ini Senin 9 Februari 2026
Harga emas anjlok pada akhir Januari setelah reli yang memecahkan rekor, didorong oleh pembelian spekulatif, gejolak geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserves. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut pedagang China sebagai alsaan di balik fluktuasi liar harga emas pekan lalu.
Meskipun perdagangan bergejolak selama seminggu sejak penurunan tajam yang bersejarah, bank-bank termasuk Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc. mendukung pemulihan harga emas karena didorong permintaan jangka panjang. Data akhir pekan lalu menunjukkan bahwa bank sentral China konsisten menambah pembelian emas untuk bulan ke-15, faktor utama yang mendorong kenaikan harga beberapa tahun terakhir.
Ke depan, para pedagang akan mencermati data ekonomi AS untuk mendapatkan kejelasan mengenai arah kebijakan The Fed. Laporan pekerjaan bulan Januari yang akan dirilis pada Rabu, diperkirakan menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pasar tenaga kerja. Data inflasi dijadwalkan akan dirilis pada Jumat.
Calon yang donominasikan Presiden AS Donald Trump untuk menjadi ketua The Fed berikutnya, Kevin Warsh, telah menyatakan dukungan untuk kesepakatan baru antara bank sentral AS dan Departemen Keuangan, memperdalam kekhawatiran yang telah lama ada tentang independensi The Fed.
Selanjutnya: Fenomena Langit Pekan Ini: Hujan Meteor dan Fase Bulan Third Quarter
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News