MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global stabil di atas US$ 4.400 per troi ons, setelah naik lebih dari 2% pada Kamis. Logam mulia menguat setelah komentar seorang pejabat Federal Reserve tentang inflasi membantu menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Jumat (4/9), harga emas spot diperdagangkan naik tipis 0,32% menjadi US$ 4.487,20 per troi ons pada pukul 14.47 WIB.
Harga emas diperkirakan akan mengakhiri pekan yang bergejolak dengan kenaikan moderat. Logam kuning sempat anjlok pada Selasa, sebelum pulih kembali.
Pada Kamis, Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan ia bersedia untuk mendukung suku bunga tetap stabil, jika tekanan harga terus menunjukkan tanda-tanda mereda.
Menurut Weller, keputusannya akan sangat terpengaruh data inflasi Agustus yang akan dirilis pekan depan, dan dia cenderung mempertahankan suku bunga jika ada tanda-tanda kemajuan dalam inflasi. "Tetapi, jika inflasi meningkat tajam, saya akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga," katanya sebagaimana dilansir Bloomberg, hari ini.
Ia pun menambahkan bahwa data terbaru akhirnya menunjukkan beberapa tanda disinflasi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (4/9) Naik Lagi, Harga Jual dan Buyback Menguat Rp 31.000
Para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 15-16 September menjadi tetap stabil, dari probabilitas kenaikan sekitar 70% pada awal pekan. Suku bunga yang lebih rendah biasanya akan berdampak positif bagi emas karena tidak menghasilkan bunga.
Emas batangan juga mendapat dorongan dari menigkatnya ekspektasi intervensi yen, yang menambah tekanan pada dollar. Pada kamis, yen menguat hampir 2%, membalikkan penurunan bertahap selama sebulan, seiring meningkatnya kemungkinan Bank of Japan menaikkan suku bunga.
Dollar AS mencapai titik terendah sejak Mei, yang membuat pembelian emas menggunakan mata uang lain menjadi lebih menarik.
Para pedagang kini mencermati laporan penggajian pada Jumat dan data inflasi AS yang akan dirilis minggu depan untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News