MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bergerak naik, melanjutkan reli tiga minggu berturut-turut. Meningkatnya ketidakpastian atas kebijakan perdagangan AS mengganggu pasar, dan melemahkan dollar AS.
Mengutip Bloomberg, Senin (23/2), harga emas spot diperdagangkan naik 0,53% menjadi US$ 5.133,33 per troi ons pukul 15.50 WIB.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Sabtu, bahwa ia akan memberlakukan tarif global sebesar 15% untuk mempertahankan langkah-langkah tersebut, setelah Mahkamah Agung memutuskan menentang penggunaan kekuasaan daruratnya untuk menetapkan bea masuk. Melemahnya dollar AS membuat logam mulia lebih murah bagi banyak pembeli.
Putusan pengadilan tersebut menimbulkan keraguan atas kesepakatan yang telah dinegosiasikan AS dengan mitra dagang utamanya. Kepala Perdagangan Parlemen Eropa mengatakan dia akan mengusulkan penundaan ratifikasi perjanjian dengan Washington sampai ada kejelasan lebih lanjut.
Baca Juga: Geopolitik Iran Memanas, Harga Emas Memantul ke atas US$ 5.000
Kenaikan harga emas baru-baru ini telah membantu logam mulia ini pulih, setelah turun tajam pada awal bulan, yang telah menyeret harga turun dari rekor tertinggi. Kenaikan ini didukung oleh banyak faktor jangka panjang yang membantu emas, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik dan kehati-hatian investor terhadap obligasi dan mata uang, yang tetap utuh.
Menurut Vasu Menon, Ahli Strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., terdapat cukup banyak faktor struktural yang mendukung emas dalam jangka menengah.
"Namun, dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan akan berfluktuasi setelah kenaikan tajam dalam beberapa bulan terakhir, mengingat perkembangan kebijakan perdagangan AS yang masih berlangsung dan situasi di Iran," katanya, mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Naik! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Senin 23 Februari
Di Timur Tengah, para pedagang mengamati kebuntuan antara AS dan Iran, sementara kedua negara sedang bernegosiasi mengenai potensi kesepakatan terkait program nuklir Iran. AS telah mengerahkan kekuatan militer yang sangat besar di wilayah tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa mungkin akan terjadi konflik besar-besaran.
Selanjutnya: Rupiah Menguat di Awal Pekan, Sentimen Tarif Global Jadi Sorotan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News