M O M S M O N E Y I D
AturUang

Generasi Milenial Menunda Punya Anak? Ini Fakta Biaya dan Pilihannya di Tahun Depan

Generasi Milenial Menunda Punya Anak? Ini Fakta Biaya dan Pilihannya di Tahun Depan
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Simak alasan generasi milenial makin menunda punya anak dan bagaimana biaya hidup saat ini jadi faktor utama yang perlu diperhitungkan.

Banyak orang bertanya mengapa generasi milenial tampak semakin ragu untuk memiliki anak. Pilihannya bukan sekadar soal gaya hidup, tetapi berkaitan erat dengan kondisi finansial zaman sekarang yang terasa makin menekan. 

Di tengah data yang semakin terbuka mengenai pengeluaran keluarga modern, melansir dari Nerd Wallet, sebagian besar pasangan muda menyatakan bahwa membesarkan anak di masa kini membutuhkan persiapan ekstra besar. 

Inilah yang kemudian memengaruhi keputusan jangka panjang mereka terkait keluarga.

“Keputusan punya anak tidak sesederhana dulu karena beban biaya kini jauh lebih terasa dari berbagai sisi” kutip ekonom dari Nerd Wallet.

Berikut ini membahas secara mendalam alasan finansial di balik keputusan milenial, lengkap dengan data, opsi solusi, hingga wawasan yang bisa Anda catat.

Baca Juga: 10 Kebiasaan yang Bikin Rumah Anda Bau dan Ini Cara Mudah Mengatasinya

Mengapa banyak milenial ragu punya anak?

Survei menunjukkan tren menarik, hanya seperempat milenial yang belum memiliki anak menyatakan berencana memiliki anak di masa depan. 

Faktor utamanya adalah biaya hidup yang terus naik dan pengeluaran anak yang dianggap tidak lagi terjangkau oleh sebagian besar pasangan usia produktif.

Sebanyak 38% responden mengaku bahwa biaya membesarkan anak kini terlalu tinggi dibandingkan kemampuan finansial rata rata keluarga. 

Angka ini memperlihatkan bahwa kekhawatiran mereka bukan sekadar perasaan, tetapi berbasis realita ekonomi.

Biaya pengasuhan anak yang makin tinggi

Salah satu komponen biaya terbesar adalah pengasuhan anak. Data menunjukkan rata rata biaya pengasuhan penuh waktu berada pada kisaran sekitar sembilan juta rupiah per bulan per anak. 

Bahkan hampir seperempat orang tua membayar lebih dari sekitar lima belas juta rupiah per bulan.

Jika dihitung secara tahunan, pengeluaran ini dapat memakan lebih dari sepuluh persen pendapatan rumah tangga dengan penghasilan menengah. 

Itu pun baru satu anak dan hanya untuk kebutuhan pengasuhan, belum termasuk sekolah, kesehatan, makanan, dan kebutuhan harian lainnya.

Tidak heran jika 25% orang tua milenial menyebut biaya pengasuhan sebagai sumber stres finansial terbesar mereka.

Pilihan yang dilakukan orang tua untuk mengurangi biaya

Dalam kondisi ekonomi yang serba menekan, orang tua milenial mulai mencari cara realistis untuk tetap menjalankan peran keluarga tanpa mengorbankan stabilitas finansial.

Bekerja bergantian dengan pasangan

Sebanyak 20% responden memilih bekerja dengan jam atau shift berbeda agar anak tidak membutuhkan pengasuhan penuh waktu. Cara ini dinilai efektif tetapi membutuhkan komitmen dan pengaturan waktu yang matang.

Baca Juga: Cara Menghasilkan Uang dari Tiktok Untuk Pemula di Tahun 2025, Cek Panduannya

Bekerja dari rumah sambil mengasuh anak

Sebanyak 17% orang tua memanfaatkan sistem kerja fleksibel. Meski menuntut kemampuan multitasking, cara ini cukup membantu menekan biaya bulanan.

Memanfaatkan akun dan bantuan khusus pengasuhan anak

Sekitar 15% orang tua memanfaatkan rekening khusus yang memungkinkan pengeluaran pengasuhan ditutupi dari dana pra pajak. Sebagian lainnya mengakses bantuan berbasis kebutuhan terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Memilih penitipan anak berbasis rumah

Alternatif lain yang dipilih 15% orang tua adalah penitipan anak rumahan yang umumnya lebih terjangkau. Lingkungannya lebih kecil dan hangat, meski fasilitasnya mungkin tidak semewah pusat penitipan besar.

Pindah lebih dekat dengan keluarga

Sebanyak 17% orang tua memutuskan pindah agar bisa mendapatkan dukungan langsung dari keluarga besar. Selain menekan biaya, cara ini juga memberikan anak kesempatan tumbuh dengan lingkungan keluarga yang lebih erat.

Salah satu orang tua berhenti bekerja sementara

Sekitar 13% orang tua memilih fokus penuh untuk mengasuh anak di rumah. Keputusan ini sangat personal dan biasanya dipertimbangkan berdasarkan pendapatan pasangan, prospek karier jangka panjang, dan kenyamanan pribadi.

Menunda hingga kondisi lebih stabil

Bagi sebagian orang, menunggu beberapa tahun lagi sambil memperkuat kondisi keuangan adalah pilihan paling realistis. 

Pengasuhan penuh waktu tidak berlangsung selamanya sehingga banyak orang tua menilai penundaan adalah strategi yang masuk akal.

Generasi milenial bukan tidak ingin punya anak, tetapi mereka lebih realistis dalam menilai kondisi finansial yang semakin kompleks. 

Baca Juga: Mahasiswa & Pekerja Muda Wajib Baca: 7 Cara Optimalisasi Part Time

Dengan biaya pengasuhan yang tinggi dan kebutuhan hidup yang meningkat, banyak pasangan mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup. 

Namun melalui berbagai strategi yang ada, memiliki keluarga tetap memungkinkan selama perencanaan dilakukan dengan matang dan sesuai kondisi masing masing.

Jika Anda sedang dalam fase mempertimbangkan hal serupa, memahami gambaran biaya serta opsi yang tersedia dapat membantu membuat keputusan yang lebih pasti dan sesuai dengan tujuan hidup Anda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ini Kiat Coffeenatics Mengembangkan Usaha Kopi Lokal hingga Tembus Pasar Global

Coffeenatics membagikan beberapa strategi untuk mempertahankan hingga membesarkan usahanya.         

Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses

Simak yuk, perbedaan orang kaya dan kebanyakan orang bukan soal gaji, tapi cara berpikir dan mengambil keputusan keuangan.

KAI Catat 131 Ribu Tiket KA untuk Angkutan Lebaran Telah Dipesan

Masyarakat sudah dapat melakukan pemesanan tiket KA Lebaran untuk jadwal keberangkatan 11-16 Maret 2026 melalui seluruh kanal resmi KAI.

Hasil Thailand Masters 2026: 10 Wakil Indonesia Tembus 4 Besar, Segel 3 Tiket Final

Hasil Thailand Masters 2026 Babak Perempatfinal Jumat (29/1), 10 wakil Indonesia maju ke semifinal dan menyegel 3 tiket untuk babak final.

Dapur Terasa Lebih Nyaman: Simak Tren Kabinet 2026 yang Prioritaskan Ketenangan

Simak tren kabinet dapur 2026 yang mulai ditinggalkan dan solusi desain praktis agar dapur lebih rapi, hangat, dan nyaman digunakan.

Wallpaper Tempel: Hindari 7 Kesalahan Ini Agar Hasil Pekerjaan Lebih Rapi dan Awet

Wallpaper tempel sering mengelupas? Desainer interior berbagi rahasia teknik pemasangan yang tepat agar hasilnya maksimal dan tahan lama.

6 Warna Cat Sherwin-Williams Ini Bikin Suasana Rumah Lebih Nyaman

Cek 6 warna cat Sherwin-Williams yang direkomendasikan desainer untuk rumah lebih tenang, nyaman, dan cocok dengan gaya hidup kekinian.

Aturan Dana Darurat 3/6/9 Bulan Kini Lebih Fleksibel, Bukan Sekadar Angka Mati lo

Berikut panduan simpel memahami dana darurat yang update, cara menghitung ideal, dan strategi aman menjaga keuangan tanpa kehilangan peluang.

Strategi DCA: Kok Bisa Investor Pemula Tenang Hadapi Gejolak Ekonomi, Simak yuk

Strategi DCA ini bantu investasi Anda tetap konsisten meski pasar fluktuatif, simak cara kerja dan manfaatnya agar keuangan lebih terarah.

Pasar Kripto Rontok, Ini 5 Kripto Penghuni Top Gainers 24 Jam

Di pasar aset kripto yang ambles, hanya segelintir aset kripto yang mampu naik dalam 24 jam terakhir.