MOMSMONEY.ID - Foto dengan efek blur atau bahkan terpapar cahaya flash yang terlalu terang jadi aesthetic favorit gen z belakangan ini. Kini, kamera vintage jadi favorit karena bisa menangkap momen secara spontan dan memberi nuansa nostalgia, retro dan artistik. Hasil jepretan yang candid dan apa adanya pun justru membuat setiap foto kerasa lebih hidup dan hangat.
Tren foto vintage membuktikan kalau feed tidak melulu harus polished. Gen Z sedang hobi mengejar "imperfection" dalam foto karena efek blur yang tidak disengaja justru dianggap lebih nyata, raw, dan memberikan kesan dinamis yang penuh cerita untuk
konten media sosial.
Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, mengatakan tren foto kamera vintage lagi jadi salah satu cara bagi generasi muda untuk ciptakan momen terasa lebih punya karakter.
"Kami melihat tren ini hadir karena adanya keinginan untuk mencari cara yang lebih personal dalam mengabadikan momen. Tidak hanya dari hasil fotonya, tetapi juga dari pengalaman di baliknya. Proses yang dimulai dari memilih kamera, menentukan konsep, sampai melihat bagaimana setiap foto punya warna, mood, dan cerita yang berbeda," kata Adi dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).
Dia menambahkan, lewat Shopee, pengguna Shopee pun dapat menemukan berbagai pilihan kamera analog, digicam, aksesori fotografi, sampai fashion item dari para brand lokal yang mampu menemani perjalanan untuk merangkum banyak momen berharga.
Baca Juga: Kebiasaan Mental Warren Buffett yang Bikin Finansial Anda Lebih Stabil
Nah, pilihan kamera, cahaya, outfit, sampai aksesori kecil yang masuk frame, bisa membantu membentuk karakter foto. Supaya foto-foto jepretan makin estetik dan slay, Shopee memberi tips foto dengan kamera vintage.
1. Pilih kamera analog atau digicam
Sebelum mulai hunting, tentukan lebih dulu masuk ke era yang mana. Kalau penyuka hasil foto lembut, warm, dan punya vibes cinematic ala potongan film indie, kamera analog bisa jadi opsi. Tapi kalau lebih ke anak Y2K aesthetic yang suka vibes early 2000s, digicam bakal jadi pilihan.
2. Buat Moodboard
Supaya hasil foto tidak terasa asal jepret, coba mulai susun konsep sederhana sesuai mood yang ingin dibawa tanpa harus serumit photoshoot profesional. Bisa pilih tema weekend diary, city walk di area parkiran dan stasiun tua buat kesan nostalgia, atau cafe diary yang fokus ke momen candid pas lagi ngobrol.
Bisa juga membuat night flash moment di lift atau konser, sedangkan untuk kesan soft dan dreamy, weekend picnic dengan kain motif selalu jadi pilihan yang pas. Kuncinya, menentukan lokasi dan detail kecil yang tepat agar setiap jepretan punya cerita yang lebih hidup.
3. Mainkan flash dan angle
Kunci foto vintage terletak di cahaya dan angle yang tidak kaku. Untuk kamera analog, manfaatkan golden hour supaya warna kulit terlihat bersinar secara natural. Nah, bagi pengguna digicam, manfaatkan flash karena memberi efek harsh.
Tak harus menerapkan aturan rule of thirds yang mainstream, angle yang dipilih pun bisa unik seperti dari bawah atau lewat pantulan cermin. Tak masalah berantakan, asal sesuai konsep.
4. Siapkan OOTD
Pilihan outfit pun penentu utama apakah foto akan slay atau flop, jadi pastikan baju dipakai sesuai dengan narasi yang ingin dibangun. Untuk nuansa analog yang timeless, bisa gunakan warna bumi seperti ivory atau washed denim agar terlihat menyatu sempurna dengan latar belakang nostalgic.
Bagi yang menginginkan nuansa digicam yang lebih bold, waktunya pakai baby tee dan cargo skirt supaya aura anak hits makin terpancar nyata. Intinya, buat seakan-akan Anda tanpa sengaja tertangkap kamera.
Pilih juga aksesori yang tepat untuk kamera. Mulai dengan memasang strap kamera, menempel stiker dan gantungan lucu hingga menyimpan kamera vintage di dalam pouch kamera. Berbagai perlengkapan ini bisa dicari di Shopee.
Lebih lanjut Adi mengatakan, tren foto dengan kamera vintage menunjukkan bahwa kreativitas pengguna terus berkembang, termasuk dalam cara mereka mengabadikan momen sehari-hari.
"Shopee akan terus mendukung kebutuhan dan inspirasi gaya hidup pengguna dengan menghadirkan lebih banyak pilihan produk yang berkualitas dengan membantu mereka mengekspresikan diri secara lebih kreatiff," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News